Tak ada tampak tanda tanda hujan akan berhenti.
Ingin ke Odaiba dan ternyata tujuan utama museum kami tutup. Hmmmm....
Kedua tempat tersebut berdekatan.
Tepat di exit 2, langsung pintu masuk Tokyo Fire Museum - free admission.
Kami mendapatkan bagde. Dan di awal entrance lt 1 sudah ada 1 helicopter.
Di lt basement, ada beberapa firetruck.
Ada beberapa lantai yang bisa kita kunjungi.
Ada baiknya mulai dari atas ke bawah.
Tapi kami mulai dari bawah ke atas - jadi dari jaman modern ke jaman edo.
Ada tempat untuk makan dan minum di lt 10.
Menurutku menarik untuk anak anak karena ada film kartun dan diorama tentang kebakaran.
Hmmm kemana yah, akhirnya masuk saja ke satu restoran jepang di seberangan jalan dari Tokyo Fire Museum.
Resto yang mengijinkan untuk merokok, tp karena itu adalah jam makan siang, pengunjung tidak ada yang merokok.
Menu makan siang ternyata berbeda dengan malam.
Kami bingung, karena semua tulisan japan, untungnya yang menerima kami bisa sedikit bahasa inggris. Setidaknya menerjemahkan isi menu, apakah ayam, ikan, daging.
Dan ternyata restoran ini adalah specialty daging lidah sapi... owwww..... belum pernah kucoba. Tp kita pesan juga.
Dan rasanya aku suka :), namun calvin kurang suka teksturnya.
Ramai sekali orang membeli. Kamipun ikut mencicipi.. yum yum di tengah hujan gerimis.
Admissionnya - 1200 Yen utk 1 orang tua dan 1 anak.
Jika + 1 dewasa = 800 Yen.
Semua adalah permainan dari kayu. Dibuat dengan sangat halus sekali.
Di lantai pertama, ada toko mainan, ada perkenalan mainan yang terbaik tahun 2016, masuk ke ruang berikutnya, mainan dari berbagai negara asia, dan masuk ke area bermain kayu.
Area main kayu, ada rumah pohon, ada pula kolam bola kayu hehehe, ada mainan mencari ulat di pohon, ada tempat membaca cerita. Josh senang disana terutama mainan mencari ulat.
Naik ke lt berikutnya, aneka permainan. Dan ternyataaaaaaaa seru sekali...
Yang menjaga tempat tersebut dengan senang hati bermain bersama kita aneka permainan.
Sayang sekali permainan ini jarang dijumpai di indonesia, mestinya bisa dibuat. Dan ini menantang dan menarik bagi anak anak seusia Josh, bahkan saya dan calvin seru bermain.
Hmmm mengingat dunia anak jaman sekarang telah direbut oleh ipad, tempat ini menjadi sarana untuk mengingatkan betapa banyak kreasi dan permainan yang bisa dilakukan tanpa harus didepan ipad.
2jam waktu yang singkat rasanya. Padahal tempatnya tidak terlalu besar, namun bermain bersama seru sekali. Itupun harus berhenti karena ada ama akong yang menunggu.
Karena stasiun kelewat, kamipun berjalan ke shinjuku.
Hmm sebenarnya hanya melihat orang orang dan berbelanja saja yang bisa dilakukan.
Dan jika kita membawa anak, ke shinjuku itu merasa asing, karena tidak pernah ketemu orang tua jepang yang membawa anaknya ke area shinjuku.
Melanjutkan kembali mengintip isi isi toko....
Rasanya enak dan tidak terlalu mahal.
Dengan kalimat inggris yang lumayan baik, sehingga komunikasi bisa berjalan lebih baik.