Moments and Memories

Moments and Memories
Showing posts with label Parents. Show all posts
Showing posts with label Parents. Show all posts

Thursday, 15 November 2018

Jujur katakan Salah

Dalam berkomunikasi dengan anak, banyak hal yang membuat saya mempertimbangkan kosakata yang akan digunakan.
Istilah memperhalus kata, memoles kata sedemikian agar anak itu mengerti dan yang paling utama selalu mengusahakan agar anak tidak merasa jatuh dengan ucapan yang ada.

Contoh pertama, Ketika anak umur 5 tahun yang memukul temannya, kita tidak langsung katakan dia nakal karena ini memberikan label nakal kepada diri anak itu.
Selebihnya kita katakan, perbuatan dia salah dan harus sayang kepada teman karena dia ciptaan Tuhan.
Namun perbuatan itu terus terulang dan sebagai orang dewasa juga terus mengulang untuk menyanyangi teman disertai dengan doa berharap anak ini berubah karena dia masih kecil.

Contoh kedua, ketika anak 10thn diinjak oleh kakak 11thn memasuki usia pra remaja dan dilihat oleh guru. Dinasehati oleh guru dengan kata "jangan bermain kasar".
Kemudian hari, anak usia 10thn ini menginjak adik usia 9thn berulang dua kali dan menganggap ini hanya "main kasar". Padahal keduanya tidak sedang ada interaksi bermain dan tiba saja anak usia 10thn ini datang menginjak. Yang kemudian orang tua pun menyetujui anak itu hanya main kasar saja.

Hal ini sungguh membuat saya bertanya-tanya. Apa batasan dalam memperhalus kata-kata?

"Main kasar"
Apa itu konsep bermain di pikiran anak- anak? Bermain itu adalah melakukan hal yang menyenangkan hati. Jika kedua belah pihak merasakan senang barulah itu bermain.

Apa arti kasar dalam benak anak? - lawan kata lembut,halus, yah kalo tidak halus yah kasar.

Lalu kata "main kasar" diterjemahkan sebagai masih bermain hanya tidak lembut.

Lantas jika perbuatan menginjak disamakan dengan "main kasar", tidaklah heran anak yang mengalami atau melakukan perbuatan itu cenderung mengulang kembali kepada orang lain. Karena dibenaknya, saya main koq, hanya tidak lembut, hanya kasar.

Bagaimana jika kelakukan menginjak ini dibawa sampai dewasa, akankah sekeliling mengatakan dia hanya "main kasar"?

Pilihan kata yang tidak tepat dapat menyesatkan.

Katakanlah bahwa "perbuatan anak itu salah" dan "anak itu menyakiti temannya".
Berikanlah pengertian yang dia lakukan adalah perbuatan dosa.
Siapa yang empunya manusia, Tuhan yang ciptakan. Tuhan mau kita mengasihi sesama bukan menyakiti sesama kita.
Apakah penjelasan demikian juga akan mengubah anak? Tidak juga. Tapi kita sudah katakan yang sejujurnya atas perbuatan yang anak lalukan. Bukan memperhalus hingga menyesatkan pengertian anak.

Saya tentunya masih terus belajar, oh kiranya Tuhan memberi hikmat dalam menjadi orangtua.

Wednesday, 5 September 2018

Father Talk - 4 Sept 2018 - DR. Steven J. Lawson

Semenjak mendengar Beliau berbicara di acara Refo 500, kami senantiasa terpukau oleh semangatnya. Ketika mendengar bahwa Beliau akan menjadi pembicara di Father Talk, wahhhh, gayung langsung bersambut, Calvin yang biasanya harus didorong untuk menghadiri acara seminar, langsung membook kalendernya.

Acara dimulai dari pukul 6 hingga 9 malam. Terkesan oleh banyaknya Para Bapak yang hadir. Sebenarnya aku hadir supaya ada sisa catatan, karena Calvin tipe yang mendengar saja. At Least dari catatan yang ada bisa menjadi topik diskusi kami dirumah.

Oke tidak berpanjang lebar, dibawah ini adalah ringkasan dari apa yang kudengar. Bercampur Indonesia Inggris hahaha.

=====================================================================

"Apa yang menjadi nilai utama yang ingin diturunkan kepada anak-anak kita?"
Yang ingin diturunkan oleh ayah-ayah yang saleh kepada anak mereka?

Bagian Efesus 1-3 - Doktrin
Bagian Efesus 4-6 - Tugas menghidupi Doktrin yang benar.
The most important thing about parenting - your personal walk with the Lord.
The greatest thing you can do for your children is to love God with all your heart more anyone in this world.
The second thing, in the end of chapter 5- your relationship with your wife - to love your wife as Christ love the church.
Sebelum membahas dari kitab Efesus 6:1-6. Pak Steven menjelaskan bahwa Paulus menunjuk relasi dengan Tuhan, kemudian relasi dengan istri baru relasi dengan anak.
Modelling love before their very eyes.

Core Value Point 1. Obedience. (Efesus 6:1)
Nilai pertama dalam ayat pertama yaitu mengenai ketaatan. To conquer the will of the child.
Cerita tentang Duke of Windsor yang berkunjung ke US  dan mengeluarkan pernyataan - how parent obey their children.
Ketika orang tua bicara, anak anak harus diam mendengarkan. Tuntut hal itu sejak muda.
Apa yang didengar dari orangtua haruslah dipraktekkan dalam hidup anak anak.
Harus ada nilai yang sama antara ayah dan ibu, berbicara dalam satu suara.
Paulus mengutip dari Kesepuluh Perintah Allah didalam Efesus 6.
Apa yang Pak Steven lakukan dirumah adalah, Beliau memasang kesepuluh perintah Allah didalam rumah sehingga bisa dibaca oleh seluruh anggota keluarga - menjadi pusat bagi keluarga mereka.
Anak anak harus menghormati dan mentaati orang tuanya. Hal inilah yang akan memberikan jalan setapak sampai suatu hari anak-anak akan tunduk kedalam supremasi Kristus.
Humbly obedience in our relationship back up with discipline, painful consequence in Obedience.

Bagian dari Obedience:
1. Immidiate Obedience. Obey at the first time. No need for your mother to asked children to do twice or reaches certain volume. Always reinforcing Obedience.
Stating the standard and state it again and again. Will not asked for 2nd time. I will not talk twice. Will not raise my voice.
2. Full Obedience. Half obedience is disobedience.
Bersihkan separuh kamar tidak sama dengan bersihkan seluruh kamar.
Ketaatan harus muncul dari hati.
Harus ada satu kerendahan hati datang dari ketaatkan kepada orangtua.
Sikap lebih penting daripada kelakuannya.
Perhatikan hati karena darisana muncul kehidupan.

Bagaimana mengajarkan sikap hati:
- Define it - rules in family - and shall be clearly understood.
- Require it - to be applied in your family and need discipline.
- Reinforce it - positively - praising the child and sometime giving a reward. Painful discipline when there is disobedience.
- Model it. Father shall be living in the word of God. Father who has not showing obedience has little impact for obedience in their child.
Teladan yang bisa dilakukan ayahnya. Contohnya: kejujuran - bagaimana menuntut kejujuran kalo papanya berbohong didepan anaknya, rajin beribadah - bagaimana menuntut anak rajin kegereja kalo ayahnya malas pada hari minggu. Kemunafikan menumpulkan setiap ketaatan.
- Explain it. Alasan untuk melakukan hal itu. Terkadang ada anak yang bertanya alasan sampai sepanjang essay sehingga itu hanyalah taktik anak untuk menunda melakukan hal itu.
Namun ada hal dimana memang harus dijelaskan misalkan coba jelaskan mengapa tidak boleh sendiri didalam kolam renang dewasa, or menyebrang sendirian - agar anak bisa langsung melakukan ketaatan penuh pada saat dibicarakan pertama kali.


Sebelum menutup sesi pertama, Pak Steven mengeluarkan pernyataan - bahwa ada Anak anak ada yang secara natural lebih taat, tetapi ada juga anak anak yang bisa test terus. Disambut dengan tawa semua hadirin - yang kebanyakan anaknya menge-test orang tuanya terus yah.

Core Value Point 2. Respect. (Efesus 6:2-3)
Lakukan dalam sikap hormat
Apa arti dari kata hormat. Berasal dari kata Yunani yang memiliki arti - Memuji dengan setinggi tingginya. Menempatkan sesuatu atau seseorang pada tempat yang paling tinggi.
Inilah ide dibelakang kata hormat.
Paulus adalah guru yang sangat baik, dimulai dari taat kemudian hormat.
Ada Hormat dibalik dari Taat.
Paulus mengutip sepuluh perintah Allah. Ini ingin menunjukkan bahwa hal ini bukan sesuatu konsep yang baru didalam perjanjian baru. Inilah yang dituntut Allah semenjak mulanya dari setiap keluarga.
Kesinambungan dari perjanjian lama kedalam perjanjian baru.
Hormat membutuhkan penekanan kedua belah pihak orangtua.
The ten commandment:
Govern your relationship to God
Govern your relationship to you and others
Betapa pentingnya perintah ini. Mengikat didalam perjanjian baru.

Ketika mentaati orangtuamu akan membawa kebaikan bagi jiwamu.
Ketika melawan orangtuamu maka akan membawa konsekuensi yang menyakitkan

Stability in you child life - emotionally and mentally stable if they have a strong parents who request Obedience.

When you teach your child about honor and respect, you shall look at:
What your child say
How your child say
What your child act
Suara, raut muka, postur tubuh, cara kelakuan mereka.
Apakah sudah terdidik dalam diri anak untuk menunjukkan rasa hormat? 
Mengajarkan kebudayaan kepada anak - bagian menghormati orangtua. Sikap hormat dengan cara mempresentasikan diri mereka - contohnya sapaan kepada yang lebih tua, bagaimana berpakaian yang rapi dsb. Tentunya bukan jatuh kedalam legalistik.

(Bagian ini menarik, saya pribadi merasakan bagaimana hal ini mesti diajarkan sedari kecil. Apa yang dari hati akan timbul ke permukaan. Jadi jika ada hati yang menghormati, akan timbul didalam perbuatan yang bisa dirasakan oleh orang lain.)

Core Value Point 3 . Discipline (Efesus 6:4)
Harus ada disiplin didalam rumah. Supaya apa yang dikatakan oleh ayah sifatnya bukan pilihan tetapi keharusan.
Ada keseimbangan antara disiplin dengan kasih.
Ketidakseimbangan didalam kasih akan menimbulkan rasa tidak suka, demotivated to obey.
Ketika kita memberikan disiplin juga harus memperhatikan temperamen anak.
Temperamen anak itu unik diciptakan Allah.
Sama seperti ayah harus hidup dengan pemahaman kepada istri, maka kita juga harus hidup dengan pengertian kepada anak.

Apa yang harus dilakukan oleh Ayah bersama dengan Anak:
1. Spent time with them.
2. Play with them - depend on the age. Menyenangkan walo harus strict.
3. Praise them - to encourage support. What a joy to be their father. Puji mereka untuk setiap kebaikan.
4. Encourage them. Seperti isi tangki bensin. A father's encouragement is like a wind a sail the boat.
5. Read bible story, Quote bible, Asked Sunday School. Bentuk pelayanan ayah kepada anak. Berbicara point point dari kotbah.

Akan Susah bagi anak-anak untuk tidak suka pada anda ketika orangtua selalu bersama sama dengan mereka dan berdoa bagi mereka.
The power of father praying out loud for the child.

Ayat 4 - Bring them up in discipline of the Lord.
Please note that child not bring them up. But must be brought up, must be trained.
Bentuknya  adalah "Saat ini" dan kata kerja "Aktif".
Daily and continuing raising their children. Take initiative and be active. Apostolic command that must be obey by every father. 

Proverb 22:6 Start children off on the way they should go,
    and even when they are old they will not turn from it.

Proverb general observation in life but there exception.
For example Good parent but have a child rebellious.
Didik - Disiplin - Melatih - Menagajarkan dan membimbing mereka mengenai Tuhan.
Tidak bisa menyerahkan kepada gereja dan sekolah.
Seringkali sekolah hanya bisa bekerja dengan apa yang sudah diberikan kepada mereka.
Ayah dan Ibu haruslah lebih dahulu mendidik mereka kepada Tuhan.

Under discipline - instruction and painful consequence. Better to learn that from 5 years old at your home. Than to learn it at 30 years later out home with more painful consequence.

Type of Discipline:
- Verbal rebuke.
- Menahan satu hak.
- Penghukuman - kerja menggantikan sesuatu.
- Isolation (tapi ingat ada tipe anak yang ketika dikurung dikamar senangnya luar biasa seperti di disney jadi harus ada Additiomal duties given.)
- Pukulan yang baik itu akan meninggalkan kesan yang lama.

Pain shall be more than the pleasure of the sin.

Proverbs 13:24 Whoever spares the rod hates their children, but the one who loves their children is careful to discipline them.

Proverbs 19:18  Discipline your children, for in that there is hope; do not be a willing party to their death

Mendisiplin anak ketika masih ada pengharapan. Jangan mengharapkan kematiannya.
Dengan kata lain, ketika tidak dimulai dari awal maka anda sedang membuat jalan bagi kematiannya.

The idea is to bring the child under control. Self control of a child. Beliau memberikan contoh bagaimana kuda itu dilatih pertama kalinya supaya bisa dalam kontrol.
Dan semua adalah proses. To reinforcing that. Tetapi ketika anak-anak masuk ke dalam dunia, mereka sudah dalam kontrol.

Core Value Point 4 . To Pass on Truth (Efesus 6:4)
In the instruction of the Lord.
Memasukkan kedalam pemikiran anak-anak.
Kolose 1:9
Ini bukan muncul dari pemikiran anda sendiri. Tetapi dari pewahyuan ilahi yang adalah kitab suci.
Many teachable moment on daily life - a golden teaching opportunity.
Rumah harus menjadi universitas kehidupan. Dan ayah harus menjadi administator utama. Ibu juga harus menjadi professor dan anak anak menjadi mahasiswa.
Ada pengajaran kitab suci baik pagi maupun malam. Ketika anak anak bangun maupun tidur, ada renungan. Start and End the day with God. Harus ada moment formal memberikan instruksi kepada anak.
Kadang bentuknya bisa percakapan dalam meja makan.
Kadang bisa juga katekisasi mengingat jawaban.
Menghafalkan ayat.
Dan waktu waktu informal ketika menjalani kehidupan. Seperti ketika membawa mereka kedalam rumah orang lain untuk bermain - maka ketika pulang ada kesempatan untuk mengajarkan perbedaan ekspektasi antara satu keluarga dengan keluarga lainnya.

Penutup:
Father know the word of God.
Reading bible, reading book to understand of bible. Sitting under the church who teach a bible.
Your children need father who fire for the Lord.
Expository dari mimbar, maka kesanalah ayah harus membawa anak anakmu.
Harus ketempat dimana ayah dan istri mendapat makanan Firman bukan ketempat dimana anak senang.

How to be this kind of father?
Efesus 5:18 (TB)  Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Pengaruh dominan dari Roh Kudus, maka buah roh akan dihasilkan.
God will enable you to do it as you are filled with Holy Spirit. Filled with scripture, Walking with the Lord, Born again and always repentance.
Only God can nurture and grow your children and require much prayer.

Sesi Tanya Jawab:
Dr Steven menceritakan bagaimana dia akhirnya memulihkan hubungan dengan ayahnya.
Beliau selalu menekankan bahwa Ia mempunyai ayah yang terbaik didunia.
Ceritanya, dia pernah merasa ayahnya terlalu keras (meskipun itu hanyalah kesalahpengertian dia semata), jadi dia memilih universitas yang paling jauh dari rumah.
Kemudian ketika dia akan pergi kuliah, ayahnya, ibunya, brother dan sisternya mengantarkan dia menggunakan volkwagon merah dengan perjalanan 3 hari. Sesampai di Universitas didaerah texas, yang berisi 30ribu orang, dimana dia tidak mengenal seorangpun, dan ketika mobil keluarganya pulang dan hilang dibalik horizon, dia mulai merasakan "Apa yang telah saya lakukan". Masa itu membuat dia dewasa dan bertumbuh.
Beliau menceritakan bagaimana dia ingat ayahnya selalu membacakan Firman Tuhan untuk dia, dan selalu setiap kali pulang gereja menanyakan point yang didengar dari Sekolah Minggu. Hal ini yang membuat Dr Steven sewaktu berkesempatan, pernah kembali ke masa rumahnya dulu (walau sekarang sudah dihuni oleh orang lain) dan mengingat masa-masa lalunya bersama ayahnya.

Dr Steven juga bercerita bagaimana raising daughternya. Kalau dengan anak lelaki, dia lakukan sport. Tapi tidak demikian dengan anak perempuannya, dia harus mulai datang ke recital balet, menemani dia memberi art and craft, dsb. Melakukan hal yang disenangi oleh anak perempuannya. Dan hari ini anak perempuannya yang bersama dengan dia melakukan ministry ini. Beliau bercerita bagaimana suatu hari di mobil dia berkata kepada anak perempuannya untuk bertobat dan hari itu dia juga berkotbah. Sewaktu perjalanan -pulang, anak perempuannya bersama istrinya pulang lebih terlambat. Dimana malam hari itu juga ternyata anak perempuannya bertobat dan Beliau mengajak seluruh anggota keluarganya untuk mendengarkan kesaksian anaknya.

Dari cerita beliau didalam sesi tanya jawab (yang memang menanyakan akan hidup beliau), terlihat bagaimana Dr Steven menghidupi apa yang dia kotbahkan dan melihat hasil dari pelayanan didalam keluarganya sendiri.

Suatu seminar yang baik dan bisa memperlengkapi setiap orang tua yang hadir. Soli Deo Gloria.

Saturday, 2 June 2018

To Wait in Hope - Penantian dalam Pengharapan

Hampir dua bulan saya tidak menuliskan apapun didalam blog ini, karena waktu diprioritaskan untuk hal yang lain.

Hari ini aku ingin menuliskan bagaimana keluarga kami penantian dalam pengharapan.
Bulan April lalu ketika tahu saya sudah telat periode, test pack menunjukkan 2 garis walaupun satunya samar. Wah senang sekali rasanya. Saya bertanya-tanya, Tuhan apakah ini jawaban atas doa permohonan dan janjiku?

Tunggu menunggu sampai harap cemas, rambut banyak rontok, jerawat muncul, hingga mual-mual.
Hmmm rasanya ini symptom yang tepat.
Aku menahan diriku untuk ke dokter sampai minggu yang tepat. Rencana awalnya Minggu ke 8 (Catatan kali ini detail, karena aku sudah menggunakan aplikasi - mantap yah zaman now).
Tapi keinginan untuk tahu begitu besar, akhirnya Minggu ke 7 datang ke dokter.

Minggu 7
Kantong kehamilan GS 17mm, bulat, bagus. Tapi tidak ada yolk sac. Tidak ada Fetal pole.
Saya langsung tanya dokter, apakah ini indikasi BO (Blighted Ovum). Jawaban dokter, Iya ada ke arah sana, tapi harus menunggu lagi karena GS nya ini masih 17mm setidaknya 2 minggu.

Pulang ke rumah, rasanya sedih. Apakah kehamilan yang ditunggu sekian lama, akan lagi berakhir dengan BO. Sederet rencana ke depan pun semua on hold.

Di saat ini, aku bersyukur aku punya teman berdoa, mereka yang mengetahui keadaanku juga turut didalam penantian bersamaku.

Selama masa ini, aku, papa dan Josh keep on praying, selain menjaga kesehatan diriku juga.

Aku rencanakan Check up berikutnya tanggal 31 Mei (Minggu 9 +), agar beberapa hal yang harus kukerjakan sudah selesai. At Least tanggal 1 Juni libur, jadi antara bahagia atau bisa nangis dengan sepuasnya hehehe

31 Mei
Siang hari sesudah bermain dengan Josh, ada flek pink. Bingung apa artinya ini. Tapi aku putuskan tetap masuk dalam kelas hari itu, namun minimalisasi gerakan, karena belum ada konfirmasi apapun.
Jam 7 malam masih duduk di kelas bersama orang tua anak lainnya. Praktek dokter selesai dalam waktu setengah jam lagi. Dan benar, malam itu saya tidak bisa periksa ke dokter.
Dalam perjalanan pulang, Josh bilang "Ma, aku jadi ada kesempatan lagi berdoa untuk dede."
Iya yah, menunggu dengan berdoa. Malam itu Josh berdoa, supaya dia bisa jadi koko yang baik.

Sebenarnya dari begitu banyak artikel dan sharing yang kubaca hampir kebanyakan GS 17mm yang kosong akan berakhir dengan BO. Tapi ada juga sharing yang berbeda, dan aku berharap bisa masuk dalam yang mendapatkan keajaiban.
Namun aku sadar, ketika bukan sekarangpun, artinya Tuhan tahu yang terbaik untukku.

Minggu 10 kurang 1 hari
Pagi-pagi kami sudah bersiap ke Dokter. Menunggu 30menit di ruang tunggu membuatku mual, seperti orang yang akan naik panggung saja.
Masuk dalam ruangan, dokter katakan, harusnya sudah bisa lihat dengan jelas, dan mulai bertanya sudah test darah, apakah vitamin masih ada, sementara saya bersiap di periksa. Dalam hati, dokter lebih percaya diri daripada aku hehehe.

Pas USG transvaginal, erhmmm kantong itu kosong. GS 29mm. Aku tahu apa maksudnya.
Dokter memeriksa berulang, kiri kanan, dan sebagainya, namun memang kosong.
Josh pun berjalan melihat ke layar dan dia melihat kantong yang kosong. Langsung dia minta dipangku papa. "Pa itu tidak ada dede yah." Iya kata Papa. Dan dia langsung sedih.

Tentu dokter mempertanyakan apakah aku akan 2nd opinion, tindakan apa yang dilakukan, pemeriksaan darah untuk tahu level HCG, kemudian soal kuratase.
Aku menjawab, jikalau boleh, aku ingin coba obat terlebih dahulu.
Aku tak ingin lagi di suntik maupun masuk ke meja operasi.

Dalam perjalanan pulang, kami melanjutkan kegiatan kami seperti biasanya, pergi berenang.
Aku butuh waktu untuk menyalurkan emosiku dan biasanya berenang adalah hal yang paling kusuka.
Saat berenang itu, aku bertanya pada diriku. Bagaimana perasaanku?
Tentu aku sedih, tetapi kejadian BO dalam kehamilan pertama 9 tahun yang lalu, ditambah sudah ada kehadiran Josh dalam keluarga kami, membuat aku rasanya bisa lebih tenang menerima keadaan ini.
Aku sedih ketika mendengar Papa bercerita tentang Josh. Itulah iman anak, dia berdoa dan berharap sepenuhnya didalam ketidakpastian, ketika akhirnya ada jawabanpun, dia tahu, dia sedih dan dia menerimanya.
Aku bertanya, bagaimana yah dengan diriku. Aku percaya ada miracle, aku juga berharap. Tapi didalam pengharapanku, aku menggunakan logika ku dimana dari tulisan tulisan kedokteran, aku tahu hitungan besaran harapanku. Aku bertanya-tanya, apakah sebenarnya aku sudah berharap sepenuh hatiku sampai seperti Hana? Tuhan, Engkau tahu imanku lemah, dan aku takut.
Aku melihat lagi dalam hidupku, sesungguhnya Tuhan telah melakukan hal ajaib dalam hidupku. Ketika aku tidak meninggal dalam kecelakaan, ketika rumah terluput dari kebakaran padahal api sudah menjilat dinding belakang, ketika bisa memiliki Josh, bahkan ketika masih bisa menulis saat ini, dan menikmati berelasi dengan keluarga dan teman.
Tadi di kolam, aku mencium Josh, kukatakan pada Papa dan Josh, ada miracle yang Tuhan telah kasih yaitu Josh. Setiap benih kehidupan yang Tuhan berikan adalah Miracle.
Kalaupun saat ini jawaban Tuhan adalah belum, aku akan menerimanya dan berpikir apa yang bisa kulakukan bagi pekerjaan Tuhan sembari menunggu.

Saturday, 11 November 2017

Keterpisahan Mama dan Aku

Ma, tolong bantuin jaga Josh seminggu ini yah. Mama bisa kan?

Teman mama itu ternyata 7tahun lalu pernah kena kanker pankreas dan kemarin itu kambuh kembali, dan sakitnya sudah ke tulang.

Kamu tuh kapan bisa berenang?
Oo aku belajar Ma pas dulu smp pulang ke siantar
Hmmm pantas, Mama rasanya jarang  bawa kalian berenang di jakarta.
Wah wah, ada juga ternyata hal yang mama tidak tahu yah.

Kira kira begitulah percakapan aku dengan mama.

Hari ini aku bawa mama lagi ke spring club. Mama ternyata hebat main bulutangkisnya. Aku bilang ke mama, andai dulu mama jadi atlet, mungkin juga bisa jadi susi susanti hehehe. Pukulan mama tuh kuat, sayang saja kakinya tak bisa bergerak bebas. Bahkan banyak kali juga aku tak bisa kembalikan bola mama.
Ngk percaya kan? Nah mari main.
Josh juga sempat main sama pho2nya.

Sesudah 30menit, mama lanjut berenang, berendam air panas , dan sauna juga berendam air dingin.
Bisa dibilang mama termasuk kuat. Hanya saja efek kemo yang menguras wajah mama menjadi menua, dan saraf tangan dan kaki yg rusak.

Saat mama cerita tentang temannya. Aku jadi merasa sedih. Suatu hari nanti aku pasti berpisah dengan mama.
Mama survival 5tahun. Tantangan berikutnya masuk ke survival 10tahun. Apakah akan ada waktu selama itu?
Saat ini semua keadaan dirumah terasa nyaman. Tentu ada hal masalah datang silih berganti. Tapi bagiku tidak ada masalah kesusahan hati yang lebih berat daripada perpisahan kematian. Walau aku tahu bahwa manusia memang harus mengalami kematian dan walau aku tahu perpisahan dengan mama adalah perpisahan sementara nantinya. Tetap rasa sedih menyeruak di hati.

Berapa lama lagikah waktu bersama?
Tak ada yang dapat memberitahu.
Setiap hari yang terus berjalan
Biarlah kenangan boleh terajut satu persatu
Hingga saatnya tiba, aku lepaskan dengan senyuman

Saturday, 21 October 2017

Video Storytelling - DK Bible Quest 2017

Tahun 2017 ini, KBI Domba Kristus mengadakan Bible Quest Daniel.

Masuk dalam rangkaian acara, maka dibukalah kesempatan membuat video storytelling.
Seperti biasa, aku hanya kepikir mendaftar saja dulu, panitia sudah susah susah membuat ide, baiklah kami berpartisipasi.

Sesudah sampai dirumah, setiap hal yang berkaitan dengan Josh, aku terpikir kata Bu Hana "warisan". Ini adalah satu kesempatan mewariskan sesuatu kepada Josh.
Dan apa yang lebih berharga dari Warisan Iman!

Ide a, b, c, muncul bergantian... Pakai alat peraga apa yah.. Butuh apa yah...
Tapi semua masih dalam konsep di kepala. Mengerjakannya pun belum padahal ada dateline 21Oktober. Pas diceritakan ke Calvin, dia sempat bilang, buat apa sih kamu repot repot pakai daftar segala. Karena dia selalu tahu aku pasti pikirin terus jadi mendingan jangan ditambah hal yang tak perlu. Belum lagi Calvin terbayang dia pasti jadi salah satu pemeran di video, Calvin merasa terjebak hahahaha.

Hari Jumat pagi, sehari sebelum batas pengiriman. Ada Teman yang sudah post videonya. Asli bagusssssss dan kerennnn banget. Sampai membuat aku minder to the max. Aku rasanya malas mengeksekusi ideku. Pikirku, apakah perlu tambahan video video lain toh sudah ada yang bagus banget.

Namun aku ingat cerita dari Ci Fei, ketua KTB kami. Waktu itu dia sharing tentang Talenta. Kadang kala kita melihat yang dikasih 10talenta mengerjakan begitu baik, kita yang mungkin dikasih 5talenta akhirnya berpikir biar dia saja yang kerjakan karena hasilnya lebih baik, alih alih berpikir mari kita juga kerjakan semaksimal kita. Jadi aku mau breakthrough keminderanku yang tak berdasar.
Trus aku ingat lagi, ini kan warisan untuk Josh, biar kami nikmati kebersamaan keluarga dalam membuat video ini.

Persiapan pun kubuat...
Malam jam 9 kami mulai shooting.
Yang paling lama tentu punya Josh dan Papa. Grogi, take one take two.. Entah sampai how many takes. Sampai jawabnya salah kami ketawa ketawa....
Walau lelah tapi bersyukur Josh dan Papa Calvin bisa saling mendukung, dan ini membuat aku semangat 😊

Sesudah selesai semua, yah... Videonya kepanjangan... Mesti edit sana sini... Erhmmm.... Akhirnya dipercepat dan aku rekaman suara sendiri lagi. Ok sudah malam. Let go to sleep.

Pagi-pagi, baru keingat, aku kan pakai Gambar Alat Peraga dari Bible Apps for Kids - LifeChruch - One Hope.
Karena bukan seorang yang pintar gambar, aku biasa cari gambar yang ada untuk alat peragaan.
Bible apps ini berbentuk aplikasi, kuambil gambarnya dan kubuat seperti pegangan puppet.
Walaupun sudah kumasukkan dalam credit, kepikir tentang hak guna. Sudah baca rules nya tapi tidak ketemu.
Aku pribadi bersyukur adanya Bible Apps ini. Ditengah banyaknya aplikasi games, Bible apps menjadi pilihan yang baik saat Josh di depan gadget.

Sesudah diatur, diedit, Horeeee video pun jadi - Daniel di gua singa. Josh senang sekali melihatnya. Berharap suatu hari nanti, kenangan video ini menguatkan dia baik dimasa sukar maupun senang.
Thanks God and We love you Josh 😍


Materi Persiapannya

Wednesday, 18 October 2017

Sepotong kue dan Kasih Josh

Mama dan Josh sering memiliki makanan kesukaan yang sama.
Salah satunya adalah Choco Lava Cake - hmmm penutup hidangan makan malam yang asyik.

2minggu lalu, Josh menikmati kue ini. Awalnya kami akan berbagi bersama. Ketika mama akan makan sesuap, raut wajah Josh berubah sedih, seakan mama akan makan semua kue nya.
Mama juga jadi kecewa, mama katakan ke Josh, mamapun makan sedikit, harusnya kita makan berdua dengan hati yg riang bukan cemberut.

Kemarin karena papa ingin makan malam bersama diluar, jadinya kami pesan lagi choco lava cake.

Baru makan sesuap, Josh melihat muka mama yang happy langsung bilang " Itu buat mama saja semua. Aku tidak apa apa tidak makan."
Mama katakan ini untuk berbagi berdua.
"Tak usah mama. Mama nikmati saja."
Akhirnya mama katakan bahwa mama perlu ditolong makan kue ini.
Josh akhirnya setuju bergantian suap, hingga masih tersisa 3suapan terakhir, dia stop. Josh bilang ini mama pasti bisa sudah habiskan. Aku tahu mama suka kue ini, mama saja yang makan yah. Aku sayang mama.

Huaaaaaaa...... Kalo bisa sih mama kasih semua ke kamu yah.. Mama belajar menerima kasih mu Josh.

Kiranya Josh senantiasa dipenuhi oleh kasih dan dapat menunjukkan kasih kepada sekitarmu yah Nak. 😍

Tuesday, 15 December 2015

Good Dinosour - Family Movie Time

Wow... like the movie so much...

When I knew the producer also made Up, Finding Nemo, definetly, I shall bring Josh to watch it.

It's a good moment also when Josh collect the dinosours figure produce by Tomica.

Thursday Night, we went to watch the movie.
What more interesting, I could see Josh became more emotional react to the movie.
He eyes teary when Arlo meet his Daddy on his dream. Josh also cry when Arlo have to say goodbye to Spot.

On the other side, when I asked him the story, he kinda difficult to re - tell it.
I need to help him by repeat the story then he continue it.
May be because Josh english language still limited and he still can't read the text fluently.

Anyway, gonna watch another movie and I will give him the trailer and synopsis, so he will have clue and easily relate when the movie show time.

Below picture taken with friend.

Thursday, 29 October 2015

Morning talk with Josh

Dear Josh, you may be laugh one day when you read this post again, how you start to answered us.

This morning as usual, Daddy read for you a morning quiet time verse and close with prayer.
Before you go to school, I asked you again, what the bible said?

We always give you a hint for you to remind it again.
But this time, you answered us: "the Word, It's already in my heart." So you can't talk it out again.
Then you smile, cause you think you have give the best answered.

Daddy told you, Josh, if you listened it and then couldn't tell it out, it's means, you forget it already "Masuk kuping kiri keluar kuping kanan".
If the Word get into your heart, it's means you can talk it out for other.

My lil Josh, we all learn and we all keep forgetting. But let us remind the good thing of each other.
Love you.

Thursday, 15 October 2015

Chit Chat with Josh

Nowdays we talked a lot, about everything, a word become a sentence and become a story.

Yesterday we spent one day off just three of us.
During our shopping time, (as I barely brought something to my self if I go by my self), Josh who was impatient, run and hit daddy on his back.
Dad who usually could handle it, now felt hurt.
I told Josh, never do that again, don't hit someone at the back, you might hit daddy internal organ.
Why?
Yes, if the internal organ hurt, daddy could get sick, if it worse and couldn't be cured, daddy could pass away.
Josh: if daddy pass away means we couldn't have money?
(Cause we are in the middle of walking, I'm quite surprise of his answer. I honestly never point about daddy earn money for us. Yes I do told that daddy work, and can pay the school fees. May be he got the point from there. But I also point that we all have responsibility. Means he shall keep learning because he have been blessed with an opportunity for attend the school, or piano lesson etc.).
Me who still on walk: No Josh, it's not about money. But mom will missing daddy.
Josh: why?
Me: Mom will miss partner in life.
Josh: How about me mom, you still have me even daddy not there?
Me: You are my son, Daddy is my partner. It's bit different Josh.
Josh then quietly finish the talk while we on the walk. Because we were in hurry, I didn't continue it.

Now when I remember the talk, I think i need to take time again to doing a chit chat with Josh.
I felt I'm not properly explain it on the spot.
I know some of his answer was taking some part of our answer.
Let says I told him, like uncle when pass away, you can feel sad but you still have God, you still have mom or dad, etc.
So Josh easily answered me that I still have him when daddy was not here anymore.

For 5 years old kid, I felt their brain like comprises of all things, they can be mix and match, which somehow surprise me.
Need God grace everyday to wisely answered Josh.

Thursday, 17 September 2015

My Daddy and Me

My Daddy always go to work everyday. But I can still have a time with Daddy.
I could help Daddy to paint.
I could showering the car.
And I could giggle and sing with Daddy also.

Love you Daddy


Thursday, 21 May 2015

A Surprise, Feeling Love


No, I'm not getting it on Valentine day. We have a quarrel and not like the other day, Calvin brought a flower for made up with me. Kyaaa, can be predicted, my heart melted and I cheered up again.
Feeling loved.
Another good book to read for couples, "Love and Respect" by. Dr. Emerson Eggerichs.
"The Love She Most Desires and The Respect He Desperately Needs."
We were truly blessed with the community of Domba Kristus, because of the community, me and Calvin learn more about how to build a christian relationship between couples.

Wednesday, 11 February 2015

One step at a time - Step Forward

Instead keep thinking of how my relationship with my mom will growing better, I just pray and learn how to forgive and forget, then start with a simple step.

During this week, eventhough lot of people in Jakarta suffered from the flood, I enjoyed most of my time with my mom as she spend a whole week with us.

We made a cookies for 2 days and we spent time window shopping in mall, and during those time, we talked to each other for simple thing, like food, children, other sibling.

In a next month, we will spend another holiday together.
Plan for the next one also.

Hopefully, I could understand my mom more than before.

Friday, 31 October 2014

Dating with Daddy - 4Saxess - Austrian Saxophone Quartet

One day, my friend post about the information on Facebook.
It's been a long time not dating out with Daddy, so taking this chance, I reserved two ticket through email.

It was on Tuesday, 28 October 2014, means I need to wait for Josh's school and taking a shuttle bus to Jakarta and went to Josh's Grandma house.
I told Josh that he will spent the evening with Grandma and he agreed with it.

The concerts started at 7pm at Usmar Ismail Hall.
To anticipate the traffic jam, we went there on 5.30pm from Grogol and guess what, we still arrived at 7pm *tears*. But since they know the traffic, it was started about 15 minutes late.

The concerts was intended to Celebrating 60 Years of Diplomatic Relations. The Austrian Embassy Jakarta invited 4Saxess.

I truly amazed with 4Saxess, How they communicate with Audience, How they played the Saxophone beautifully.
Once, I closed my eyes, count how long they play and took the breath, amazing.
Just funny when one of the player shared about Jakarta weather. It's because Austrian weather is colder then our refrigerator. I can imagine it will be a struggle for them.

Can't describe more, but we really glad we have came despite of the traffic jam and got to enjoyed the concert.

Now I wish to share my concern.
I guess, we live in Indonesia especially Jakarta, somehow have a great blessing, we got to watch a free concert, it was provided, but the problem is, do we really appreciate it?!
At the concert time, people went out while they playing at the stage. Not just once. I mean, come on, it's was for one hour. It was presented by Austrian Embassy, and It's represent our country Indonesia how we being an audience. Hopefully they really have something so much important to do.
Sometime I thought, do/if/why you need to pay to appreciate something?, then the value is on the money, Yes/No?!
Then, from my chair, I saw one person, playing with the smartphone chat and doing things all concert time, hopefully I'm wrong and he was a reporter who need to update the news as soon as possible.
Anyway, we got to freely recorded using our gadget during the concert, that was nice of the organizer who knew we like to kept as a memorable concert.

Back to the performance, From Classic - Mozart, Bach and Singelee (who wrote the first work ever written pieces for saxophone quartet) to more American - Argentine Tango, etc to our Indonesian song "Begawan Solo" and "Cublak-Cublak Suweng".

On 6 November 1814, Antoine Joseph Sax was born in the village of Dinant in Belgium. Over thirty years later, he invented one of the most successful instruments in the world: The SAXOPHONE. ~ source: the concert brochure.
At the end of performance, after two encore, they finished the concert by played the saxophone and walked to the audience. Wow, I guess that's really impressed us.

Beside the concert, I got to met my friend, Peggy. She should have a concert on Thursday 30 October at Goethe "Brassissimo - Amadeus Bras" another free ticket and I couldn't make it as Josh having a Domba Kristus big event - Put the Armour of God.
Got to take picture and wish her the best.

Wednesday, 8 October 2014

What inside Medical Box

Last Monday, Josh having a school holiday, 
but instead of having fun outside, we need to stay at home.
Why?

Diarrhea!
As Mommy, regarding to Josh illness, I barely guess wrong. 
You just got the instinct when your child didn't feeling well.
At the morning, saw his feces, even just once, I just felt that this will turn to diarrhea.

What to do?
Prevent dehydration was my first plan.
Search for Oralit (contain salt and electrolyte needed)
I always put oralit in my medical box and I also put some in my mom house.
For the 2nd toilet time, I'm sure this gonna be a long day.

Good thing, Josh could cooperate with me, drink one glass of Oralit after I cleaned his bowel.
He still active (a critical proof that he still oke), can eat little by little.
After 6 times went back forward to the toilet in a day, it's all stop.

I explained to him, next time always wash his hand, never put his hand into mouth, mama couldn't watch over and remind him all the time.
A good lesson, and now he seem to pretty aware of not putting his hand into mouth without washing it first.

Wednesday, 24 September 2014

Favorite Character - Mom vs Son

What will I do when I didn't into my son Favorite character.

On few post before, I share about how Josh asked me making an angry bird birthday cake.
Today, I felt Josh is too much into angry bird. 
That because at first, I let him follow the angry bird dance in meet and greet show due to school holiday and he get introduced with the game also.


How much is too much?
He can asked me to brought the angry bird book whenever we visit Gramedia book store.
When he looked the angry bird bed in the signboard, he wish for it. Then in our mind, if we end up with his wish, we might only buying the bed sheet cause it's cheaper. "LoL"
He also asked us to buy the bag as his friend have it.
When I asked him about the school, he will answer shortly, but he could keep repeat telling about how the angry bird could fly and how many colours.
Danger part, he try to imitate by running into his friend. I keep remind him about not to do that.
But is that really work? Is that really the good idea?
What I do?
I also bring other book, "Robot" and luckily, last time we have chance took a picture with "NAO" - a robot name. So I can connect the book with his experience.
Impact and Result?
Another story with the bird,
Lesson for mama to learn. 



Sometime I teased him, how about I give you an angry mom. 
His smart answer "No lah mommy" with the heartwarming smile.


Somehow, he feel proud cause he could follow the dance move and he start to fall into the character.

What to do?
So Should we banned the angry bird?
Ridiculous idea came to us, that we set the rule, Yes, Rule just for angry bird. 
"No angry bird talk unless weekend."

For Josh's type, banned it just make him more curious.

Till now, Josh really love me reading him a book, that the good part. 
So We came to Gramedia Bookstore, Instead of buying angry bird storybook, I brought the National Geographic Atlas with angry bird character inside explaining the content.


Josh love when I read the new National Geographic Atlas, he get to learn about the continent and places.
He also like the new book about Robot. And guess what, the next time he bring another national geographic book about Koala from school library.

Josh have a drawing extracurricular in school. He not really showing that he like to draw, but when I request him, how about you draw an angry bird, He start to do it. Below was the result, not bad huh. What matter, at least he try the drawing activity. And when he felt that he could do it, Mama hope he will love it more by drawing other thing also.

if it give very bad impact, then mama shall not start from the beginning. 
Banned it just a short way cut for mama, but not really solve anything.
Put some more effort worth enough for making Josh and mama learn a new thing through this process.


P.S. Nowdays he talked less about angry bird. He played with his Lego and other stuff again.

Saturday, 22 March 2014

Boys always be Boys - Build Lego Car

One day, Daddy went home and showed us that he got Lego car on shell oil station as a result for exhanging BCA reward point.

When I clean up after dinner, Daddy used this to have activity time with Josh. Both of them start to build the car.
Josh was happy with his lego car and Daddy get encourage to exchanging more BCA reward and keep seraching the Shell oil station (as each station provide different type of car).

From 6 cars available we just collected two, need 4 more. Anyway, they both happy, one happy to search for the car, the lil one happy to have a new preseny, so let them be and I could take my short me time :).

Monday, 30 December 2013

Chi chat before Sleep

Belakangan ini cukup sering Aku dan Calvin suka gantian temenin Josh tidur saat malam.
One day Josh bilang, Mau tidur sama papa mama.
Kenapa Josh mau tidur sama papa mama?
Josh "Iya, biar bobo lihat papa mama!"
Mama: "Josh kalo tidur memang matanya tutup atau buka?"
Josh: Kalo tidur tutup mata."
Mama: "Kalo sudah tidur gimana lihat papa mama? Kan tutup mata." (Biasa mama selalu bertanya kembali.)
Josh terdiam, tapi tetap bilang: "Iya biar lihat papa mama."
^^ hehehe.

Percakapan singkat yang membuat Hatiku tersentuh, boleh mendengar ungkapan kasih dari seorang anak.