Moments and Memories

Moments and Memories
Showing posts with label Me Time. Show all posts
Showing posts with label Me Time. Show all posts

Wednesday, 23 January 2019

Saat craving Gorengan

Entah kenapa makanan ini di saat yang paling harus dihindari justru menjadi terpikir.
"Yeay Gorengan"
Cari dimana yang gorengnya pakai minyak baru, yang enak, yang anget dan crispy?
Oke oke permintaan terlalu banyak. Buat sendiri ajah yah.
Setelah masuk trisemester dua, wah energi perlahan balik.
Jd inilah menu siang ini, gorengan hehehe.
Isinya Kol, Wortel tok.
Buat lebih sehat dikit makan sama telur kucai.
Yums for me.

Monday, 31 December 2018

DK Class from Yosua to Markus

Didn't realized from 3 years ago I have been in this Class. The class name changes from Yosua, Matius, to Markus.

Next semester I will miss them hehehe.
They are full of energy, they love to cuddle with you.
Since I couldn't get to active, for this time, I decide to take a break.

Pray they keep growing in Christ.

Monday, 26 November 2018

Sun shower - Insufficient of Vitamin D

Hasil test darah keluar.
Dan salah satu hasilnya adalah Insufficient of vitamin D.

What??? Unexpected result untuk bagian itu.
Rasanya setengah tahun ini aku sudah menambahkan multivitamin dalam keseharian, termasuk juga mengatur makanan.

Hmmm... Apakah mungkin efek selama dua bulan ini diriku yang sudah seperti kelelawar jarang keluar saat pagi maupun siang hari? Kalo tidak terpaksa untuk pergi jemput Josh dan antar Josh ke tmpt les, aku akan berada didalam rumah.

Setelah kucari tahu, yang paling efektif memang meet with the "sun" dan jam yang paling tepat adalah di atas jam 10 siang dan sampai jam 3 sore. Yakni dimana bayanganku lebih pendek dari tubuhku.

Dimulailah kegiatan Sun Shower ku.
Hmmm andai ini di pantai, sayangnya di halaman rumah.
Sayang juga menyiram tanaman, karena waktu demikian air cepat menguap, jadi seperti membuang air.
Anyway, semoga terus bertahan...

Oh... Jangan heran kalo setelah berbulan tak bertemu aku akan lebih "tan" lagi after meeting the sun. Xixixixi

Tuesday, 4 September 2018

4 September 2018

Setiap tanggal 4 September, entah bagaimana rangkaian kenangan tentangnya seakan terulang kembali. Jam demi jam sampai waktu berpisah selamanya. 

4 tahun berlalu, ada perpisahan dengan Ibu Ani, salah seorang yang terus mengencourage keluarga kami selama WT sakit. I believe both of you in heaven now.

Walau demikian, setiap tahun juga selalu ada kenangan baru yang menghiasi kesedihan itu. Heboh dengan Asian Games, datangnya teman sekampusmu di hari ultahnya hingga adanya Seminar Dr Steven J. Lawson hari ini tentang ayah yang meninggalkan warisan bagi anaknya, membuatku bisa melalui hari demi hari dengan lebih bersemangat. And all because God's Grace.

You will still be my best brother. I'm waiting to meet you again.

Permintaannya untuk boleh dirawat dirumah. Saat itu ruangan depan menjadi tempat dia dirawat. Ada teman yang rela jauh datang dari jakarta tiba malam hari untuk mendoakannya.
What a blessing for us.

Wednesday, 15 August 2018

Movie time - Mellow time

I like to watch movie. After married, I always prefers the romantic comedy, detective, human life genre.
But barely and avoid choosing the mellow one.

Last night I came to watch japanese movie based on real story - 8years bride.
Oh no, I cried from beginning to end.

Didn't know whether the movie really sad (yes it's sad but happy ending), or just me who easily cried and was on a mellow mood. If I was an actor, I will be great on crying scene *grin*.
Hmmm I guess, sometime it was a good theraphy to let my tear brust out, when I don't know how to express my mellow mood.

Dear Josh. Your mom is just a human being. Same as you. So one day if you feel you want to cry, just let it be.

Tuesday, 7 August 2018

Experiences God through Microgreen Project - Baby Spinach

When you are stay at home mom, during all the house chores, could you still exprience God with all the daily routine?

The answered is Yes!

For example, if I only think that clean the house is boring and repeated all the time, than it become like that.
But when I start to think that clean the house is making a place comfortable and feeling all nice to our family, then I got to experience when God create all things, He make it beautiful. It's make me happy to do it.
Of course not all the time I can keep the house clean, but I will always try to do it.

Many months before, I start to grow microgreen. But at that time, it's totally failed.
Most because the seed's growth probability getting lower according to time.
Therefore, I brought a new seed and start it again last week.

At first, I wondered why not all the seed grow together. Starting to lose hope.
But then, I keep watering and put it under the morning sun.
Then I saw other seed start to grow also.
One week after, yeay, finally I could taste it and used it for Josh's lunch box - I'm making sandwich for him.
There were 2 tray left.

It's another amazing process for me.
To patiently wait, keep care, not lose hope and finally got blessed with a wonderfull microgreen baby spinach leaves. I'm still in a journey of life and during the hard times, I need to remind of those spirits.

I wish Josh could experience God in his daily life also.

Saturday, 4 August 2018

4 August - Meet lovely friends from SAAT Malang

An August month always left undescribe feeling in my heart.
But if I saw it back year by year there always new moment created.

So yesterday, I have a short moment to meet with two of lovely friends from SAAT Malang.

They all served in church now with all the blessing and struggle.
Love to hear from them and pray for their ministry.

Wait for another moment with them.

Wednesday, 25 July 2018

Losing my Nap time

Beside Josh became a 3rd grade student, I also need to adapt with the new schedule.

Wake about 5am, couldn't have a nap time, fall asleep between 9-10pm.
It's work for a week.

Coming on the 2nd week. I'm struggling now. I'm night owl person. I love the quiet night. But now I need to stop all my activity earlier. Yet I still couldn't easily fall asleep.

I felt the most tired at 7pm. It's the time when calvin arrived home. These two days I have an ugly conversation with him which I regret it later. I keep push him and complain for little simple thing. Sigh.

I read about Paul trip article about this.
 "We all live in an endless series of mundane moments and little conversations. The next time you have a little conversation that turns ugly, don’t argue for your righteousness, shift the blame, or run away. Instead, appeal to the one thing in your life that’s sure and will never fail.
Leave the courtroom of your own defense, come out of hiding, and admit whom you are. But do so unafraid, because you’ve been personally and eternally blessed. Because of what Jesus did, God looks on you with mercy."

I pray I could do it better next time.
This morning I came to Calvin and said I'm sorry. He also knew that I'm tired.
My other plan, to write on this blog more often to ease my mind.

Hopefully I can adjust soon!

Painting with Domba Kristus

I put name on the list for the Painting Event. But then I think, I will let mom to do it.
I have lot of thing to do in a moment, and I'm glad, Mom receive my offer.

Around 15 peoples sit together and start to draw.
I choose an Owl theme as I think to put it on my sista room.
So let the picture tell the story.

Thanks to Bu Yona for organizing the event.

Saatnya mulai. Kanvas masih kosong. Menggunakan cat Acylic.
Gaya dulu donk - Tim Owl
Tim Forest
Penampakan sesudah step pertama.
Wah mulai tampak
Ahh.... Sudah terlihat owl nya
Hmm apa lagi yah yang kurang
Selesai. My beautiful mom with Owl
Nah pura pura nya saja bergaya. Difotoin bu Mariana, kasihan Erlina yah tidak ikutan.
Actually bakalan kacau kalo aku yang gambar.
Here the owl team with the teacher.
All together :)

Lihat hasil gambarnya. Bagus bagus yah.
Awalnya ada yang berkata, saya tidak bisa gambar, aduh itu bentuknya apa yah, nanti bagaimana warna nya yah. Diberikan cat, kanvas, kuas dan gambar yang harus dilukis.
Di sepanjang kelaskelas, guru lukis memberikan arahan dan ketika ada yang kesusahan, guru akan membantu menguaskannya. Pada akhirnya semua bagus, kuasan murid dan guru bercampur menghasilkan sesuatu yang indah.

Ah, aku jadi teringat. Seringkali didalam hidup ini, akupun demikian. Banyak ketakutan, kekhawatiran. Salah langkah, salah ambil keputusan, sudah benar pun ragu.
Tapi aku jadi diingatkan lagi. Jika terus berjalan sambil mengikuti perintah Tuhan, seperti tangan si guru pelukis itu, pada akhirnya Tuhan yang akan menyempurnakan karya didalam hidupku.

Mazmur Daud bersyukur atas pertolongan Tuhan:
Mazmur138:8 Tuhan akan menyelesaikannya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia Mu untuk selama lamamya. Janganlah Kautinggalkan perbuatan tanganMu!

Saturday, 28 October 2017

Mewariskan Jejak Diri - Pelatihan Penulisan Larry Brook



Menulis?
Yah aku memang menulis di blog.

Penulis?
Hmmm rasanya masih jauh dari itu.

Saat mengetahui ada Pelatihan Penulisan dari seorang Penulis dan Editor yang sudah berpengalaman dan malang melintang mengajar, langsung terbersit "Why Not" Mari Daftar dan Belajar!

ding... lantai lift terbuka menyambut dan menghantarkan aku ke Lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong.
Penyambut tamu yang ramah telah siap dengan absen. Belum lagi meja snack dengan teh dan kopinya siap disantap bagi yang belum sarapan.
Ku intip ruangan yang akan digunakan, hmmmm terlihat tampilan seorang yang berbeda, warna kulit dan rambut keemasan, bahasa dan aksen berbeda. Itu pasti Pak Larry, sang pembicara.
Pandanganku melayang ke arah barisan bangku-bangku yang sudah tersusun rapi, "akan duduk dimana yah?". Oke pilihan jatuh pada bangku yang lumayan didepan namun juga terhindar dari hembusan angin ac.

Tepat jam 10, mulai tampak ramai peserta yang mengisi tempat duduk.
"Nama ku Larry", "Nama mu?", sapa Pak Larry kepada beberapa peserta sambil mempraktekkan bahasa Indonesianya.
"Hmmm ini ide yang baik, pak Larry mengisi kekosongan waktu, sementara para panitia terus mempersiapkan mulainya acara" bisikku dalam hati.

Sambutan, Perkenalan, Tujuan Penulisan, Harapan menulis, semua dilakukan dengan mengalir.
Oh iya, harapan diriku tentu bisa menulis dengan lebih baik lagi, dan meninggalkan legacy kepada Josh lewat blog sederhana ini.
Masuk kedalam praktek menulis.
Aku berkenalan dengan gaya "free style" dan "structural".
Untuk Free Style sering kupraktekkan dalam blog ini. Tapi untuk Structural, ini yang pertama. Ditambah dengan Metode Show not Tell.

Pak Larry membuat semua ini seakan terlihat mudah untuk dilakukan. Let me tell you kenapa demikian? Beliau berikan panduannya.
"Hadeh kamu Er, semua juga juga tahu pasti semua ada panduannya, tapi apa memang membuat lebih mudah?"
Oke oke. Mari kulanjutkan yah......

Dimulai dari satu cerita tentang Sang Pemburu, aku diajak untuk membagi masing-masing bagian kedalam bagian Perkenalan, Perkembangan, Ketegangan - 2 tantangan, Klimaks, dan Resolusi. Ini semua adalan Panduan dalam gaya Struktural.
Tidak berhenti disana, masuk lagi ke cerita yang lebih kompleks dan kali ini berpasangan dengan teman.

Masuk ke tahap berikutnya, Aku bergantian cerita dengan teman mengikuti plot diatas. Dan, ini bagian yang menarik, juga membuat satu sketsa/gambar dari ceritaku.
Awalnya bingung mau cerita apa yah, mendadak aku ingat, aku berhutang satu cerita dalam blog ku. Perjalanan pelayanan ku yang pertama ke Samosir. Ini jadi moment bagiku untuk melengkapi ceritaku dalam blog ini.

Beberapa orang maju menceritakan gambar plot yang dibuat. Semua sangat unik dan menarik. Tak perlu bagus gambarnya. Dan benar, sketsa gambar sangat menolong. Apapun bisa menjadi cerita.
Ada bapak yang bercerita tentang pengalaman tenggelamnya bersama teman, seorang Ibu menceritakan pengalaman anak yang tertinggal di kereta saat di luar negeri, ada juga seorang remaja bercerita tentang kejadian performance di camp nya yang chaos, seorang bapak yang lain juga bercerita tentang masa sekolahnya jatuh hanya dari lantai setinggi 30cm (terbayang yah tinggi penggaris) dan mengalami hilang ingatan sampai tingkat intelegensianya turun 3tahun.
Wow, just Wow. Jika diteruskan, aku percaya semua bisa bercerita. Sayang, waktunya tidak memungkinkan untuk ke 60 peserta maju satu per satu. Yang pasti, pengalaman-pengalaman ini menjadi pengalaman iman yang bisa disharingkan dengan lebih baik lagi.

Mau lihat gambarku?
Trada........ Ini replika, aslinya lupa kubawa pulang *sigh*.



Aku mau hari ini juga menjadi hari yang terkenang, pertama kali belajar menulis di kelas. Akupun menyelesaikan artikel terstuktur pertama dalam perjalanan blog ini. Bonus lainnya, mendapat teman baru. Kyaaa senang sekali rasanya. Ini menjadi obat penyemangat untuk terus melanjutkan menulis.

Jadi maukah kamu juga mulai belajar menulis?

P.S. Link Artikel ku.

Wednesday, 6 September 2017

Tahun ke Tiga - In Memoriam of my beloved brother.

Awal September ini menandai tahun ke tiga dimana adik terkasih berpulang.

Sudah tahun ketiga namun ingatan masa masa akhir bersamanya selalu berulang.

Tahun ini dengan kemurahan hati Tuhan, aku boleh mengikuti pelayanan ke Solo dari tanggal 31Agst hingga 2Sept.
Persiapan yang telah dilakukan dari awal Agustus membuat aku terfokus untuk memberikan yang terbaik. Rasa sedih yang bisa menyergap seakan tidak mempunyai tempatnya.

Pertemuan dan perayaan ulang tahun dengan teman sma yang sudah lama tak berjumpa pun memberikan aku kenangan baru.

Saat malam menjelang, masuk ke kamar, melihat buku yang kubelikan untuk Josh tergeletak di lantai, sayup sayup ingatan itu kembali. Yah buku yang membantu aku menjelaskan ke Josh perpisahan itu.

I miss him. Yes, I will always feel the same. But, I Believe God help me go through this all.
Pembacaan Firman Tuhan hari ini diambil dari Yoh 4 - cerita tentang perempuan samaria.
Tuhan Yesus mengatakan: Makanan Ku ialah melakukan kehendak BapaKu dan pekerjaanNya.

Berdoa kiranya di sepanjang sisa hidupku, aku telah turut berjuang melakukan kehendak Tuhan dan pekerjaanNya. Memberi makan diriku dengan hal yang kekal.

Saturday, 15 July 2017

Operasi Myoma

Cukup lama mempertimbangkan hal ini hingga akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi.

Berawal dari keinginan untuk mempunyai adiknya Josh jika Tuhan ijinkan.
Dalam kenyataannya sesudah hampir 1.5 tahun mencoba, hal yang dirindukan tak kunjung datang.

Awal January, kami datang kepada Dr. D di gading serpong.
Dari pemeriksaan Dr. D, beliau menemukan myoma di posisi yang sulit dan menyarankan untuk diangkat saja.
Wah. Haruskah hanya dengan cara operasi? Apakah tidak ada cara yang lain? Apakah memang saluran sel telur ke rahim susah?. Segudang pertanyaan dikepalaku.

Dr. D pun menyarankan aku untuk Hsg. Jadwal yang kudapat di bulan Maret karena memang ada hari tertentu untuk pemeriksaan ini.

Keluar hasil Hsg, aku lebih ceria, karena ternyata tidak ada sumbatan.
Sebenarnya Dr. D bilang, untuk menstruasiku pun masih terbilang lancar.
Jadi jika ingin menjajal cara yang paling biasa dengan tambahan obat hormonal yang diminum, maka di coba saja dulu.
Dr D. Juga infokan bahwa myoma ini membuat pelekatan di rahim susah.

Yah dimulailah usaha yang pertama.
Ternyata memang tidak mudah, gugur.
Dalam hatiku, aku mulai memikirkan usiaku, dan apakah memang harus dijalan operasi.

Satu malam, aku keingat hasil Hsg, aku bongkar lagi dan aku lihat, mengapa ada 2 bongkahan yang terlihat yah, depan belakang, dengan yang depan lebih besar.

Akhirnya saya dan Calvin berkeputusan untuk cari 2nd opinion, tepatnya dengan Dr yang dulu tanganin operasi endrometrial mama, Dr. S di PIK.
Pulang dari liburan, kami pun bergegas dengan waktu, mengingat Jadwal Josh masuk sekolah.

Hari ini 12 July 2017, masuk ruang operasi jam 2. Pengalaman pertama di ruang operasi yang biasa saya lihat di film film. Yang juga membuat grogi adalah bius spinal, banyak yang mengatakan akan sangat sakit.
Herannya, saya tidak merasakannya. Justru yang paling sakit adalah pas test apakah ada alergi antibiotik di bawah kulit.

Hanya saja memang mual sekali rasanya sesudah operasi selesai.

Hasil dari operasi.
Diangkat 5myoma. 1 yang terbesar 3.9cm. 1 temannya 3cm (ini yg rasanya di belakang, sehingga usg selalu terlihat satu saja), sisa lainnya ukuran 1cm.

Hal lainnya yang harus kusyukuri, hari menstruasi yang harusnya di tanggal operasi malah bisa maju 3 hari, sehingga saat operasi, ketidaknyamanan karena menstruasi terhindari.

Hari ke 2 pasca operasi merupakan hari terberat untukku, selain mual, jahitan mulai sakit, sekaligus juga lambung kembung dan nafas terasa pendek.

Untung hal itu tak berlangsung lama.
Hari ke 3 saya sudah mulai bisa tertawa. Walau tertawa yang artifisial banget karena tidak boleh menggoncangkan bagian perut bawah.
Malam hari dikunjungi oleh adik, ngobrol dengan mama yang menemaniku 2 hari dirumah sakit sepanjang siang. Hmm time may passed, but it will remain in my memory.

Total tinggal di rumah sakit 4hari 3malam. Ini kali ketiga masuk dirumah sakit.
Kali pertama masa kecelakaan dahulu, kali kedua masa melahirkan Josh.
Aku tak pernah suka rumah sakit, tapi aku salut untuk orang-orang yang bekerja didalamnya.

Bersyukur untuk segala moment keadaan yang Tuhan ijinkan ada dalam hidupku.
Semoga membuatku lebih baik didalam hidup yang seharusnya memancarkan kasihNya.

Sekarang masa kesakitan itu sudah lewat. Tinggal komitmen untuk hidup lebih sehat lagi.
Pengaturan waktu tidur menjadi pe er utama yang tak kunjung selesai *blush*.

Saturday, 24 October 2015

Spring ladies

A Very Late Post.

Saat aku masih dalam masa keberdukaan yang berlangsung walau sudah berjalan hampir setengah tahun kehilangan seorang adik tercinta, entah mengapa aku melihat acara ini.

SprinG for Ladies.

SprinG stand for Spiritual Renewal in God.

Yang menjadi pesertanya adalah wanita, dan akan berlangsung selama satu hari dimana akan lebih banyak quiet time.

Setelah memikirkan bahwa aku membutuhkan satu waktu time out, aku pun membicarakan pada Calvin untuk mengatur bagaimana jadwal Josh hari itu, dan ternyata Calvin mengiyakan untuk membantu mengurus Josh.

Ada pembagian group, ada waktu quiet time, dan ada waktu diskusi group.
Satu hari retreat yang membawa satu perefleksian terhadap diri sendiri.

Secara pribadi aku merasakan bahwa selama ini aku terlalu takut untuk mengeluarkan emosi/perasaan saat berelasi kepada Tuhan. Segala sesuatu dibawa terlalu rasional dan terkadang jatuh dalam kedinginan, hanya ada didalam kepala, namun bagaimana dengan hati?!. Bukankah perasaan yang ada juga diberikan oleh Tuhan, bukankah itu juga berarti aku seharusnya dapat mengungkapkan perasaan hatiku dengan benar tentunya.

Mengingat bagaimana Daud yang telah menjadi raja, saat mengiringi tabut perjanjian Allah, dia menyanyi dengan riang, bersuka cita. Aku merefleksikan diriku lagi bagaimana yah pujian penyembahanku.

Hal lainnya saat membahas mengenai Yeremia. Tentang tujuan hidup dan bagaimana harusnya hidupku sekarang ini.
Saya hanyalah tanah liat di tangan Tuhan.
Sebelum menjadi tanah liat, maka yang lain tidak akan bekerja.
Menyerahkan diri sebagai tanah liat dihadapan Tuhan artinya rela dibentuk dengan cara apapun. Relakah?

Jika Tuhan adalah Pemilik dari segala Ciptaan. Maka artinya:
Pencipta: pemberi tujuan dan aturan main.
Pemilik: saya hanya hamba dan pengelola milikNya.
Tuan: Allah, yang harus saya puaskan.

Refleksi bagiku saat membesarkan anak. Siapa yg Tuhan percayakan, itu punya Tuhan.
Apakah dalam membesarkan anak, aku memikirkan rencana Tuhan bagi Josh, atau aku hanya memikirkan rencanaku saja? Apakah aku sudah mempersiapkan Josh dalam pengenalan akan Tuhan?

Matius 5:16
Yohanes 15:8
Cara Tuhan berkarya berbeda, contohnya melalui Musa dan Yosua. 
Waktu Musa, air dibelah dahulu baru berjalan, tapi saat Yosua, air belum kering tetapi melangkah dulu. Yosua 4:9, 21-24. 
Bergantung pada Tuhan, walau didepan belum kelihatan.
Urusan Tuhan adalah dengan kita sendiri. Masing masing ada kerjaannya.
Setiap detik pastikan jadi pengelola dan setia. Semua adalah soal Tuhan bukan soal saya.
dan Semua ada didalam kendali Tuhan. Sudahkah hidupku berpegang pada kedaulatan Tuhan?

Sungguh sebuah pengalaman yang berharga.

Tuesday, 17 February 2015

Akademi Berkebun - 15 February 2015

Selama masa kecilku, hidup didaerah yang dekat dengan area pertanian dan perkebunan.
Pernah menyaksikan nenekku yang membeli ikan langsung di nelayan belawan, membeli sayur-sayuran segar di perkebunannya, meninggalkan kesan tersendiri untukku.
Bermain di kolam sambil nangkap ikan depan rumah pamanku, disebelah kiri kanan sawah, seberang jalan tanaman jagung, merupakan pengalaman menyenangkan.
Memetik dan menikmati buah mangga apel depan rumah, buah nona, buah pepaya dan pisang, jadi hal yang seru.

Pindah ke jakarta, dengan segala kesibukan yang ada, tuntutan hidup dan pekerjaan membuat aku terhanyut dengan hari hari yang ada.
Sampai ku menikah dan dari awal hamil, aku mulai berpikir tentang makanan yang kukonsumsi. Dari mana asalnya, bagaimana tanamnya. Terlebih karena adanya penyakit kanker yg kami hadapi, kata kata organik menjadi pertimbangan didalam memilih konsumsi makanan.

Depan rumah ada sepetak tanah taman, satu ketika, ada ubi yang tersimpan sampai tumbuh akar, tak bisa unyuk dikonsumsi, aku lempar ke taman depan, dan tumbuhlah daun daun ubi itu. 
Demikian juga dengan temulawak, jahe.. tumbuh juga.
Terakhir tumbuh juga tanaman alpukat dan tomat hanya dari biji yang dibuang tapi karena dipindahkan dan tidak dirawat matilah dua pohon itu. (Untuk pohon alpukat, nantinya bisa banyak ulat, jd aku memang tidak berniat untuk terus menanam dihalaman rumah).

Satu hari, papa dengar di radio, ada Akademi Berkebun, dekat pula di BSD. Papa langsung semangat menginformasikan kepadaku. Kelasnya boleh di cek di websitenya. Tp kelas paling dekat adalah 15Feb hanya selang berapa hari kutahu, langsung aku mendaftar. Kupikir aku ingin mengambil satu langkah kecil. Belajar hal berkebun yang ingin kuketahui sejak lama.
Kelas berlangsung hari minggu jam 9pagi hingga jam 4sore. Mulai dari belajar teori di kelas dan dilanjutkan mengunjungi area berkebunnya Akademi Berkebun.
Boleh berkenalan juga dengan teman baru, dan sungguh kagum akan kreativitas beliau dan karya berkebun yang ia lalukan dengan anaknya. So inspiring.

Sekarang tugasku adalah memulai berkebun dengan cara yang benar. Belajar merawat juga. Kapan yah?...semangat yang sudah dipupuk namun harus tertunda karena chinese new year... cepat lambat harus ambil satu langkah lagi.
Cita citaku, boleh menghasilkan sayuran yang sehat bagi keluargaku dan sanak saudara terlebih dahulu. Jia yoo.....

P.S. Tantangan berkebun sangat banyak, tapi jangan mudah menyerah. Sedang menunggu sayur bertumbuh ^^/



Friday, 21 November 2014

Cerita di Balik Daun Pepaya

Pahit!
Yeah, daun pepaya pahit, jaman kecil masih sempat cicipin pas makan pecel, namun saat ini daun pepaya dikeluarkan dari menu makan karena rasa pahitnya.

Tetapi lidah yang diciptakan bisa mencicipi berbagai rasa pasti bukan tanpa rencana.

Berbagai rasa, asin, asam, manis, pahit, berbagai jenis makanan yang bisa diolah dan dimakan, aku percaya ada guna nya bagi tubuh kita.

Ups, bukan karena sadar ini sih aku jadi mencoba daun pepaya lagi.
Hanya karna habis berkunjung ke dokter dan hasil bincang-bincang sang dokter menyarankan untuk konsumsi daun pepaya seminggu sekali lah.

Karna mendapat wejangan, saat ke toko buah dan melirik bagian sayur mayur, eeeehhh ada daun pepaya, sebungkusan 2ribu rupiah. Dalam hati, beli ajah, ngapain susah susah berpikir mau ajak Josh ke taman belakang metik daun pepaya ;p. Lagipula musim hujan pula.
Sudah macam ada waktunya, pagi-siang terik matahari sampai kulit mengosong (setidaknya jemur baju pasti kering). Mulai siang mendung dan hujan sepanjang waktu sampai sore bahkan malam.

Pulang rumah, langsung kukus buat gadoin makan sama sambal bawang.
Gigitan seuil lembaran pertama, alamakkkkkkk pahit nyaaaaa... itu tertinggal di lidah dan mulut.
Alhasil dari segepok daun, hanya selembar yang dihabiskan.
Bahkan my sista yang biasanya doyan sayur, hanya bisa makan tiga lembar.
Aku bilang ke Daddy, I think I choose "Pare Juice" ketimbang harus nelen daun pepaya.

Wait, something might wrong here.
Menurut my sista, waktu dia makan di warung bebek, rasa daunnya enggak sepahit ini.
Mulailah cari tahu, cara mengurangi pahit daun pepaya.
Banyak cara ternyata, tapi memang dasarnya pilih daun pepaya ku salah, terlalu tua, mestinya rajin ke pasar, cari yang muda.

Nah, sisa daun pepaya mau dibuang sayang, mau direbus, rasanya tak kuat makannya.
Tradaaaaa, ketemu solusinya, ingat tempura, yups, ada daun digoreng kan.
Jadi sebagai makan siang hari ini, kubuatlah tempura daun pepaya :). Dengan telur dan sambal, yummy....

Oiya, rasa tetap pahit, tp setidaknya better. Jangan tanya soal berkurang nutrisinya, pasti iyalah yah digoreng. Hal ini hanya ide untuk lidahku mampu mengakomodir pahitnya daun pepaya tua ini.

Kegunaan daun pepaya? Please google it.
Ciao.....