Moments and Memories

Moments and Memories
Showing posts with label Hungry Soul. Show all posts
Showing posts with label Hungry Soul. Show all posts

Monday, 24 September 2018

Siapa manusia? - Mengingat akan Mazmur 103:15-18.

Di hari yang sama ada berita pernikahan, ada berita kesukacitaan ulang tahun, namun ada berita dukacita yang kehilangan anak bayi yang lahir prematur, ada berita anak yang menderita sakit yang sulit disembuhkan.

Perasaan hati seperti roller coaster. Turut berbahagia, larut juga dalam kesedihan.
Saat demikian, pikiran menerawang "siapakah manusia"?

Mazmur 103:15-18 (TB)  Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;
apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.
Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,
bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

Yah ada pengharapan akan Tuhan yang selalu mengasihi orang yang berpegang pada perjanjianNya dan melakukan titahNya. Be still my soul.

Wednesday, 5 September 2018

Father Talk - 4 Sept 2018 - DR. Steven J. Lawson

Semenjak mendengar Beliau berbicara di acara Refo 500, kami senantiasa terpukau oleh semangatnya. Ketika mendengar bahwa Beliau akan menjadi pembicara di Father Talk, wahhhh, gayung langsung bersambut, Calvin yang biasanya harus didorong untuk menghadiri acara seminar, langsung membook kalendernya.

Acara dimulai dari pukul 6 hingga 9 malam. Terkesan oleh banyaknya Para Bapak yang hadir. Sebenarnya aku hadir supaya ada sisa catatan, karena Calvin tipe yang mendengar saja. At Least dari catatan yang ada bisa menjadi topik diskusi kami dirumah.

Oke tidak berpanjang lebar, dibawah ini adalah ringkasan dari apa yang kudengar. Bercampur Indonesia Inggris hahaha.

=====================================================================

"Apa yang menjadi nilai utama yang ingin diturunkan kepada anak-anak kita?"
Yang ingin diturunkan oleh ayah-ayah yang saleh kepada anak mereka?

Bagian Efesus 1-3 - Doktrin
Bagian Efesus 4-6 - Tugas menghidupi Doktrin yang benar.
The most important thing about parenting - your personal walk with the Lord.
The greatest thing you can do for your children is to love God with all your heart more anyone in this world.
The second thing, in the end of chapter 5- your relationship with your wife - to love your wife as Christ love the church.
Sebelum membahas dari kitab Efesus 6:1-6. Pak Steven menjelaskan bahwa Paulus menunjuk relasi dengan Tuhan, kemudian relasi dengan istri baru relasi dengan anak.
Modelling love before their very eyes.

Core Value Point 1. Obedience. (Efesus 6:1)
Nilai pertama dalam ayat pertama yaitu mengenai ketaatan. To conquer the will of the child.
Cerita tentang Duke of Windsor yang berkunjung ke US  dan mengeluarkan pernyataan - how parent obey their children.
Ketika orang tua bicara, anak anak harus diam mendengarkan. Tuntut hal itu sejak muda.
Apa yang didengar dari orangtua haruslah dipraktekkan dalam hidup anak anak.
Harus ada nilai yang sama antara ayah dan ibu, berbicara dalam satu suara.
Paulus mengutip dari Kesepuluh Perintah Allah didalam Efesus 6.
Apa yang Pak Steven lakukan dirumah adalah, Beliau memasang kesepuluh perintah Allah didalam rumah sehingga bisa dibaca oleh seluruh anggota keluarga - menjadi pusat bagi keluarga mereka.
Anak anak harus menghormati dan mentaati orang tuanya. Hal inilah yang akan memberikan jalan setapak sampai suatu hari anak-anak akan tunduk kedalam supremasi Kristus.
Humbly obedience in our relationship back up with discipline, painful consequence in Obedience.

Bagian dari Obedience:
1. Immidiate Obedience. Obey at the first time. No need for your mother to asked children to do twice or reaches certain volume. Always reinforcing Obedience.
Stating the standard and state it again and again. Will not asked for 2nd time. I will not talk twice. Will not raise my voice.
2. Full Obedience. Half obedience is disobedience.
Bersihkan separuh kamar tidak sama dengan bersihkan seluruh kamar.
Ketaatan harus muncul dari hati.
Harus ada satu kerendahan hati datang dari ketaatkan kepada orangtua.
Sikap lebih penting daripada kelakuannya.
Perhatikan hati karena darisana muncul kehidupan.

Bagaimana mengajarkan sikap hati:
- Define it - rules in family - and shall be clearly understood.
- Require it - to be applied in your family and need discipline.
- Reinforce it - positively - praising the child and sometime giving a reward. Painful discipline when there is disobedience.
- Model it. Father shall be living in the word of God. Father who has not showing obedience has little impact for obedience in their child.
Teladan yang bisa dilakukan ayahnya. Contohnya: kejujuran - bagaimana menuntut kejujuran kalo papanya berbohong didepan anaknya, rajin beribadah - bagaimana menuntut anak rajin kegereja kalo ayahnya malas pada hari minggu. Kemunafikan menumpulkan setiap ketaatan.
- Explain it. Alasan untuk melakukan hal itu. Terkadang ada anak yang bertanya alasan sampai sepanjang essay sehingga itu hanyalah taktik anak untuk menunda melakukan hal itu.
Namun ada hal dimana memang harus dijelaskan misalkan coba jelaskan mengapa tidak boleh sendiri didalam kolam renang dewasa, or menyebrang sendirian - agar anak bisa langsung melakukan ketaatan penuh pada saat dibicarakan pertama kali.


Sebelum menutup sesi pertama, Pak Steven mengeluarkan pernyataan - bahwa ada Anak anak ada yang secara natural lebih taat, tetapi ada juga anak anak yang bisa test terus. Disambut dengan tawa semua hadirin - yang kebanyakan anaknya menge-test orang tuanya terus yah.

Core Value Point 2. Respect. (Efesus 6:2-3)
Lakukan dalam sikap hormat
Apa arti dari kata hormat. Berasal dari kata Yunani yang memiliki arti - Memuji dengan setinggi tingginya. Menempatkan sesuatu atau seseorang pada tempat yang paling tinggi.
Inilah ide dibelakang kata hormat.
Paulus adalah guru yang sangat baik, dimulai dari taat kemudian hormat.
Ada Hormat dibalik dari Taat.
Paulus mengutip sepuluh perintah Allah. Ini ingin menunjukkan bahwa hal ini bukan sesuatu konsep yang baru didalam perjanjian baru. Inilah yang dituntut Allah semenjak mulanya dari setiap keluarga.
Kesinambungan dari perjanjian lama kedalam perjanjian baru.
Hormat membutuhkan penekanan kedua belah pihak orangtua.
The ten commandment:
Govern your relationship to God
Govern your relationship to you and others
Betapa pentingnya perintah ini. Mengikat didalam perjanjian baru.

Ketika mentaati orangtuamu akan membawa kebaikan bagi jiwamu.
Ketika melawan orangtuamu maka akan membawa konsekuensi yang menyakitkan

Stability in you child life - emotionally and mentally stable if they have a strong parents who request Obedience.

When you teach your child about honor and respect, you shall look at:
What your child say
How your child say
What your child act
Suara, raut muka, postur tubuh, cara kelakuan mereka.
Apakah sudah terdidik dalam diri anak untuk menunjukkan rasa hormat? 
Mengajarkan kebudayaan kepada anak - bagian menghormati orangtua. Sikap hormat dengan cara mempresentasikan diri mereka - contohnya sapaan kepada yang lebih tua, bagaimana berpakaian yang rapi dsb. Tentunya bukan jatuh kedalam legalistik.

(Bagian ini menarik, saya pribadi merasakan bagaimana hal ini mesti diajarkan sedari kecil. Apa yang dari hati akan timbul ke permukaan. Jadi jika ada hati yang menghormati, akan timbul didalam perbuatan yang bisa dirasakan oleh orang lain.)

Core Value Point 3 . Discipline (Efesus 6:4)
Harus ada disiplin didalam rumah. Supaya apa yang dikatakan oleh ayah sifatnya bukan pilihan tetapi keharusan.
Ada keseimbangan antara disiplin dengan kasih.
Ketidakseimbangan didalam kasih akan menimbulkan rasa tidak suka, demotivated to obey.
Ketika kita memberikan disiplin juga harus memperhatikan temperamen anak.
Temperamen anak itu unik diciptakan Allah.
Sama seperti ayah harus hidup dengan pemahaman kepada istri, maka kita juga harus hidup dengan pengertian kepada anak.

Apa yang harus dilakukan oleh Ayah bersama dengan Anak:
1. Spent time with them.
2. Play with them - depend on the age. Menyenangkan walo harus strict.
3. Praise them - to encourage support. What a joy to be their father. Puji mereka untuk setiap kebaikan.
4. Encourage them. Seperti isi tangki bensin. A father's encouragement is like a wind a sail the boat.
5. Read bible story, Quote bible, Asked Sunday School. Bentuk pelayanan ayah kepada anak. Berbicara point point dari kotbah.

Akan Susah bagi anak-anak untuk tidak suka pada anda ketika orangtua selalu bersama sama dengan mereka dan berdoa bagi mereka.
The power of father praying out loud for the child.

Ayat 4 - Bring them up in discipline of the Lord.
Please note that child not bring them up. But must be brought up, must be trained.
Bentuknya  adalah "Saat ini" dan kata kerja "Aktif".
Daily and continuing raising their children. Take initiative and be active. Apostolic command that must be obey by every father. 

Proverb 22:6 Start children off on the way they should go,
    and even when they are old they will not turn from it.

Proverb general observation in life but there exception.
For example Good parent but have a child rebellious.
Didik - Disiplin - Melatih - Menagajarkan dan membimbing mereka mengenai Tuhan.
Tidak bisa menyerahkan kepada gereja dan sekolah.
Seringkali sekolah hanya bisa bekerja dengan apa yang sudah diberikan kepada mereka.
Ayah dan Ibu haruslah lebih dahulu mendidik mereka kepada Tuhan.

Under discipline - instruction and painful consequence. Better to learn that from 5 years old at your home. Than to learn it at 30 years later out home with more painful consequence.

Type of Discipline:
- Verbal rebuke.
- Menahan satu hak.
- Penghukuman - kerja menggantikan sesuatu.
- Isolation (tapi ingat ada tipe anak yang ketika dikurung dikamar senangnya luar biasa seperti di disney jadi harus ada Additiomal duties given.)
- Pukulan yang baik itu akan meninggalkan kesan yang lama.

Pain shall be more than the pleasure of the sin.

Proverbs 13:24 Whoever spares the rod hates their children, but the one who loves their children is careful to discipline them.

Proverbs 19:18  Discipline your children, for in that there is hope; do not be a willing party to their death

Mendisiplin anak ketika masih ada pengharapan. Jangan mengharapkan kematiannya.
Dengan kata lain, ketika tidak dimulai dari awal maka anda sedang membuat jalan bagi kematiannya.

The idea is to bring the child under control. Self control of a child. Beliau memberikan contoh bagaimana kuda itu dilatih pertama kalinya supaya bisa dalam kontrol.
Dan semua adalah proses. To reinforcing that. Tetapi ketika anak-anak masuk ke dalam dunia, mereka sudah dalam kontrol.

Core Value Point 4 . To Pass on Truth (Efesus 6:4)
In the instruction of the Lord.
Memasukkan kedalam pemikiran anak-anak.
Kolose 1:9
Ini bukan muncul dari pemikiran anda sendiri. Tetapi dari pewahyuan ilahi yang adalah kitab suci.
Many teachable moment on daily life - a golden teaching opportunity.
Rumah harus menjadi universitas kehidupan. Dan ayah harus menjadi administator utama. Ibu juga harus menjadi professor dan anak anak menjadi mahasiswa.
Ada pengajaran kitab suci baik pagi maupun malam. Ketika anak anak bangun maupun tidur, ada renungan. Start and End the day with God. Harus ada moment formal memberikan instruksi kepada anak.
Kadang bentuknya bisa percakapan dalam meja makan.
Kadang bisa juga katekisasi mengingat jawaban.
Menghafalkan ayat.
Dan waktu waktu informal ketika menjalani kehidupan. Seperti ketika membawa mereka kedalam rumah orang lain untuk bermain - maka ketika pulang ada kesempatan untuk mengajarkan perbedaan ekspektasi antara satu keluarga dengan keluarga lainnya.

Penutup:
Father know the word of God.
Reading bible, reading book to understand of bible. Sitting under the church who teach a bible.
Your children need father who fire for the Lord.
Expository dari mimbar, maka kesanalah ayah harus membawa anak anakmu.
Harus ketempat dimana ayah dan istri mendapat makanan Firman bukan ketempat dimana anak senang.

How to be this kind of father?
Efesus 5:18 (TB)  Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Pengaruh dominan dari Roh Kudus, maka buah roh akan dihasilkan.
God will enable you to do it as you are filled with Holy Spirit. Filled with scripture, Walking with the Lord, Born again and always repentance.
Only God can nurture and grow your children and require much prayer.

Sesi Tanya Jawab:
Dr Steven menceritakan bagaimana dia akhirnya memulihkan hubungan dengan ayahnya.
Beliau selalu menekankan bahwa Ia mempunyai ayah yang terbaik didunia.
Ceritanya, dia pernah merasa ayahnya terlalu keras (meskipun itu hanyalah kesalahpengertian dia semata), jadi dia memilih universitas yang paling jauh dari rumah.
Kemudian ketika dia akan pergi kuliah, ayahnya, ibunya, brother dan sisternya mengantarkan dia menggunakan volkwagon merah dengan perjalanan 3 hari. Sesampai di Universitas didaerah texas, yang berisi 30ribu orang, dimana dia tidak mengenal seorangpun, dan ketika mobil keluarganya pulang dan hilang dibalik horizon, dia mulai merasakan "Apa yang telah saya lakukan". Masa itu membuat dia dewasa dan bertumbuh.
Beliau menceritakan bagaimana dia ingat ayahnya selalu membacakan Firman Tuhan untuk dia, dan selalu setiap kali pulang gereja menanyakan point yang didengar dari Sekolah Minggu. Hal ini yang membuat Dr Steven sewaktu berkesempatan, pernah kembali ke masa rumahnya dulu (walau sekarang sudah dihuni oleh orang lain) dan mengingat masa-masa lalunya bersama ayahnya.

Dr Steven juga bercerita bagaimana raising daughternya. Kalau dengan anak lelaki, dia lakukan sport. Tapi tidak demikian dengan anak perempuannya, dia harus mulai datang ke recital balet, menemani dia memberi art and craft, dsb. Melakukan hal yang disenangi oleh anak perempuannya. Dan hari ini anak perempuannya yang bersama dengan dia melakukan ministry ini. Beliau bercerita bagaimana suatu hari di mobil dia berkata kepada anak perempuannya untuk bertobat dan hari itu dia juga berkotbah. Sewaktu perjalanan -pulang, anak perempuannya bersama istrinya pulang lebih terlambat. Dimana malam hari itu juga ternyata anak perempuannya bertobat dan Beliau mengajak seluruh anggota keluarganya untuk mendengarkan kesaksian anaknya.

Dari cerita beliau didalam sesi tanya jawab (yang memang menanyakan akan hidup beliau), terlihat bagaimana Dr Steven menghidupi apa yang dia kotbahkan dan melihat hasil dari pelayanan didalam keluarganya sendiri.

Suatu seminar yang baik dan bisa memperlengkapi setiap orang tua yang hadir. Soli Deo Gloria.

Tuesday, 7 August 2018

Experiences God through Microgreen Project - Baby Spinach

When you are stay at home mom, during all the house chores, could you still exprience God with all the daily routine?

The answered is Yes!

For example, if I only think that clean the house is boring and repeated all the time, than it become like that.
But when I start to think that clean the house is making a place comfortable and feeling all nice to our family, then I got to experience when God create all things, He make it beautiful. It's make me happy to do it.
Of course not all the time I can keep the house clean, but I will always try to do it.

Many months before, I start to grow microgreen. But at that time, it's totally failed.
Most because the seed's growth probability getting lower according to time.
Therefore, I brought a new seed and start it again last week.

At first, I wondered why not all the seed grow together. Starting to lose hope.
But then, I keep watering and put it under the morning sun.
Then I saw other seed start to grow also.
One week after, yeay, finally I could taste it and used it for Josh's lunch box - I'm making sandwich for him.
There were 2 tray left.

It's another amazing process for me.
To patiently wait, keep care, not lose hope and finally got blessed with a wonderfull microgreen baby spinach leaves. I'm still in a journey of life and during the hard times, I need to remind of those spirits.

I wish Josh could experience God in his daily life also.

Wednesday, 25 July 2018

Belajar Dengar dan Taat

Sulit! Susah! Lebih tepatnya "Berproses".

Kejadian bermula dari rusaknya termometer air raksa di rumah Pho-Pho.
Tiba dirumah, Josh main bola bekel, memantul kesana sini.

Ma: Josh hati hati. Jangan main di kamar yah, ada panjangan mama dan foto foto. Jika salah pantul, nanti pecah.

Josh: Iya. (Tapi Josh masuk ke kamar dan bermain)

Ma: Josh nanti bisa pecah.

Josh: Iya (dan tidak keluar).

Oke, sudah diingatkan dan Josh diberi kebebasan untuk ambil keputusan.

Malam hari, terlihat jam terjatuh di lantai.
Aneh memang dan Josh diam saja.

Pagi tiba. Ketika Josh sudah berangkat ke sekolah, Arggggggg, pajangan two little bird pemberian saat pernikahan Papa Mama sudah terpecah disamping lantai.

Rasanya sedih, kesal, marah!
Josh tidak berkata apapun dan tidak ada tingkahnya yang aneh (seperti tidak melakukan kesalahan).

Mama coba tenangkan diri. Berpikir apa yang harus dilakukan ketika nanti bertemu Josh usai sekolah.
Marah? Not solving the problem.
Hukum? Apa bentuknya? Apakah berguna atau hanya untuk kepuasan Mama?
Memaafkan? Nanti dianggap mudah, dan dia tidak menghargai.

Sebenarnya Mama mau menunggu sampai tiba dirumah.
Tapi ketika mama sedang membuat aktivitas untuk kelas di DK, Josh datang.

Ma: Josh, hal apa yah yang salah kamu lakukan kemarin?
Josh: pecahin termometer.
Ma: Ada hal lain lagi kah?
Josh langsung datang mendekat, berusaha menjabat tangan mama, sambol berkata "Sorry yah ma, Sorry, aku sembunyikan lagi."

Wah ternyata Josh tahu bahwa dia salah dan dia berusaha menyembunyikan hal itu.

Josh: "Aku dihukum yah ma?"

Ma: " Menurut Josh kenapa Josh salah?"

Josh:"clumsy"

Ma: " itu yang termometer. Kamu tidak berhati hati memegangnya"

Josh:" aku dihukum tak usah makan saja ma dua malam"

Ma: "Ah Josh, Mama tanya mengapa Josh bisa salah? Mama juga tidak mau hukuman "tak boleh makan", nanti kamu sakit yang jaga mama juga."

Pembicaraan terhenti dan baru berlanjut saat kami berenang.

Ma: Josh, kamu tahu tidak cerita pertama kali manusia jatuh didalam dosa?

Josh: Tahu.

Ma: Apa yang mereka lakukan sesudah berbuat dosa?

Josh: Mereka sembunyi.

Ma: siapa yang mencari?

Josh: Tuhan yang mencari.

Ma: Mengapa mereka melakukan dosa?

Josh: Tidak taat.

Ma: Itu seperti yang Josh lakukan.
Dosa yang Josh lakukan adalah dimulai dari tidak taat. Kemudian Josh merusakkan barang yang masih baik kepunyaan orang lain.
Sesudah Josh tahu salah, Josh bersembunyi. Itulah yang dilakukan manusia berdosa. Dan Dosa mengikat. Andai Josh mendengar dan taat, tidak akan ada barang yang rusak.
Andai Josh mengaku barang rusak, Josh tidak akan sembunyi berbohong. Mama sedih Josh demikian. Tuhan juga sedih.

Lalu sesudah Tuhan cari mereka apa yang Tuhan lakukan?

Josh: Tuhan kasih pakaian, dan mereka harus keluar dari taman Eden ke tanah yang susah.

Ma: lalu? Mama harus bagaimana ke Josh.
Mama sudah maafin Josh. Tapi ada konsekuensi nya.

Josh: Aku tinggal diluar saja Ma. .

Ma: Luar rumah? Ngk ah, nanti kamu sakit dan hilang, mama yang susah cari.

Josh: luar kamar saja deh ma.

Ma sambil pikir. Rasanya kurang tepat konsekuensinya. "tidak Josh. Nanti tiba dirumah, dipikirkan lagi."

Malam hari Josh dinasehati lagi oleh papa. Dia melihat pecahan yang ada dan dia keluarkan pecahan lain yang ia sembunyikan.
Sebelum tidur Josh datang ke Mama. "Ma, aku akan nulis 1 kitab"

Mama belum mengiyakan karena ternyata tidak mudah memberikan satu konsekuensi dimana Josh boleh belajar bukan hanya sekedar merasakan dihukum.

Saturday, 14 April 2018

A glimpse of Journey with God

Ah Sepatu ku tertanam kembali dalam lumpur. Kuangkat, tanah berair melekat.
Panas terik mentari menyengat walau baru menunjukkan pukul 8.30 pagi.
Perjalanan yang baru berlangsung 20menit, terasa melelahkan.

Berkali kali bapak yang mengantarkanku meminta aku turun untuk berjalan karena tanah berlumpur.
Makin lama makin sering naik turunnya.

Ada babi, ada kerbau! Pekik dalam hatiku, ini pasti desa didepannya, ah mungkin sekolahnya ada disini.
Saat lewat, pupus harapan, desa yang dituju masih jauh didepan.

Diarea tempat yang hanya ada hutan dan tanaman sawit, terlihat jauh jalanan kedepan masih berlumpur dan ke belakang lumpur, aku mulai bertanya, kapan kesudahannya. Tidak ada google map yang bisa ditanya, no signal, kata yang penduduk keluarkan hanya sekitar "jauh itu, jauh, buat apa."

Pagi-pagi aku sudah melihat daftar sekolah yang akan kutuju, dan kusodorkan pada bapak. "Pak sekolah mana yang harus kutuju dahulu?" ada 4 sekolah di area itu.
Bapak terlihat bingung "itu jauh, nanti tanya disana saja"
Kata jauh tak pernah jadi penghalang untuk mundur.

Namun kata "jauh" itu mulai masuk dalam pikiran Bapak dan Aku. Yang awalnya Bapak semangat, diapun mulai mengkerut dan bersungut.
Oh, Tuhan apa yang harus ku lakukan.
Baiklah, aku rasanya harus bernyanyi, aku mulai cari lagu yang ada. Terbatas lagu yang kudownload, kuputarkan lagu "Kasih Allah"
Ketika lagu itu mulai mengalun, rasanya bagaikan siraman air teduh yang menyejukkan.
Ah Tuhan, ini rasanya terhibur olehMu.
Sedikit demi sedikit semangat itu tertahan dan terpelihara.

Dimana desa Bonsor?
Jauh, masih di depan.
Yah jauh, entah berapa lama lagi. Medan tak berubah.
Namun langkah kaki ini lebih ringan.

Ah itu ada atap, sambil terus melaju, ah ada anak kecil memakai baju putih merah berlari menyambut. Kusisir setiap tulisan disana, yah bonsor. Puji Tuhan aku tiba.

Sekolah yang sederhana, hanya ada satu guru penunggu. Kubuka buku tamu, tamu yang datang tidak sampai satu dalam setahun. Kubalik halaman demi halaman, belum tercantum nama teman kami.

Kumasuk kelas anak-anak sudah berkumpul. Ah rasanya senang sekali aku bisa melihat mereka.
Jam sudah menunjukkan pukul 9.45. Rata-rata sekolah akan bubar jam 10. Ini sekolah terakhir dalam hari ini.
Aku akan menikmatinya. Menikmati Tuhan lewat anak-anak ini.
Tak terasa sejam waktu berlalu bersama anak disini. Mereka duduk dengan baik, mata yang menatapku, mengikuti setiap gerakanku. Ah, mata yang ingin belajar. Penuh semangat bernyanyi.
Siapakah aku boleh menabur Firman. Namun biarlah anak anak mengenal kabar baik Tuhan Yesus Kristus satu-satunya Juruselamat yang hidup.
To God be the Glory.


P.s. Salah satu kisah perjalanan dalam trip Kalbar 2018. Biarlah menjadi pengingat bagi diriku.

Monday, 4 December 2017

December Devotion 2017

Welcoming december, I try to think what to do to make it special from other month.
I want to make a special corner for us to remembering the Christmas.

A lot of devotion out there, but at the end I choose The book from Sinclair Ferguson - The big book of Question and
Answered about Jesus. I hope by reading the book daily with Josh, he has a more understanding about Why Jesus come, which will answer the other question - what the true meaning of christmas.

So welcome december and we have started the book and Pray may God help us to love Him more.

Ps. Got the signature during Refo500Jakarta.

Wednesday, 22 November 2017

Pekerjaan Sang Bapa

Ada seorang papa suka sekali mengutak katik mesin. Namun selain buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, terkadang buahpun menggelinding jauh. Demikian sang anak sama sekali berbeda.
Satu hari, anak masuk ke garasi papa yang sedang mengutak katik mesin, tangannya penuh dengan oli.
"sini, tolong tekan bagian itu!"
"ini?" "bukan, bukan yang itu, tapi itu."
Sambil masih bingung berpindah tempat "ini?" "bukan, bukan" Papa mendekat dan memegang tangan anaknya hingga berlumuran oli dan menekan tombol bagian di mobil sambil berteriak kepada mama yg didapur "Wow Lihat, Mike sudah bisa perbaiki mesin ini!"
Kisah ini diceritakan oleh Michael Horton tentang dirinya sendiri didalam acara Refo500 di Kemayoran, 14-20Nov lalu.

Membuka wawasan bahwa seringkali demikianlah manusia didalam pekerjaan Allah. Manusia seperti sang anak itu.

Sambil berdiri menunggu datangnya jemputan. "Apa yang membuat Ibu memulai pelayanan ini?"
Alunan kisah pun dimulai. Seorang anak tunggal yang merasakan kasih ayah ibunya. Ketika beranjak dewasa, dan menjalin kasih, semua berjalan baik saja hingga tiba berpisah. "Apa yah salah saya, rasanya baik baik saja semuanya". Kerisauan pun datang, gelisah dan gusar.  Satu hari di gereja, sayup terdengar ada suara ibu yang berdoa "Tuhan, gadis disebelahku sedang gusar, Tuhan tolong tenangkan dia, biarlah dia bisa datang berdoa mengungkapkan risaunya". (kira kira demikian isi doa itu). Wah saya ingin bisa berdoa seperti ibu ini, dan kemudian berlalunya waktu muncul kerinduan "andaikan dari muda, anak anak sudah mengenal Tuhan, pastilah tidak akan serisau saya ini". Kemudian kehidupan pun terus berjalan. Dia bukan tipe yang maju kedepan pada panggilan kkr. Tetapi dengan konfirmasi juga dari sekitar, ia pun berangkat ke RTS melanjutkan studi. Pulang dari studi, ia pun mulai mengajar, studi perjanjian lama. Diapun sudah menikah dan belum dikaruniakan anak. Tapi kerinduan yang ada dulu ini muncul kembali. Harus mulai dari mana yah. Perbincangan dengan teman ditimpali kalimat "Yah kamu hamil saja, nanti kan kamu berhenti".
Wah tak mungkin, pikirnya. Namun ternyata kehamilan itu datang dan harus bed rest. Ditengah masa itulah, ia berpikir tentang pelayanan keluarga dan anak. Bagaimana dengan tempatnya? Sumber pelajaran yang dipakai?
Tuhan siapkan satu persatu. Ruko yang boleh dipinjamkan. Kurikulum awal yang boleh melihat kepada pelayanan sahabatnya yang telah duluan memulai.
Tempat sudah ada, bagaimana datangnya uang untuk menyekat kelas kelas.
"kring" telepon berbunyi, "kamu yah ada pelayanan keluarga dan anak. Aku mau kirim mobil mercedes ini untukmu pakai buat pelayanan!"
Ia kaget, Tuhan menjawab doa nya. Hari ini kelas-kelas itu masih dipakai. Satu per satu Tuhan tambahkan sumber daya.
Jemputan pun datang. Alunan kisah dari seorang ibu Melani Barlian terhenti. Domba Kristus yang sudah memberkati keluarga kristus selama belasan tahun.

Betapa indah pekerjaan yang telah Tuhan mulai didalam kehidupan manusia.
Tuhan yang memulainya, Tuhan pun yang mengerjakannya.

Ulangan 2:7
Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apa pun.

Ulangan 28:12
TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

Amsal 8:22
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Wahyu 15:3
Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! 

Saturday, 28 October 2017

Mewariskan Jejak Diri - Pelatihan Penulisan Larry Brook



Menulis?
Yah aku memang menulis di blog.

Penulis?
Hmmm rasanya masih jauh dari itu.

Saat mengetahui ada Pelatihan Penulisan dari seorang Penulis dan Editor yang sudah berpengalaman dan malang melintang mengajar, langsung terbersit "Why Not" Mari Daftar dan Belajar!

ding... lantai lift terbuka menyambut dan menghantarkan aku ke Lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong.
Penyambut tamu yang ramah telah siap dengan absen. Belum lagi meja snack dengan teh dan kopinya siap disantap bagi yang belum sarapan.
Ku intip ruangan yang akan digunakan, hmmmm terlihat tampilan seorang yang berbeda, warna kulit dan rambut keemasan, bahasa dan aksen berbeda. Itu pasti Pak Larry, sang pembicara.
Pandanganku melayang ke arah barisan bangku-bangku yang sudah tersusun rapi, "akan duduk dimana yah?". Oke pilihan jatuh pada bangku yang lumayan didepan namun juga terhindar dari hembusan angin ac.

Tepat jam 10, mulai tampak ramai peserta yang mengisi tempat duduk.
"Nama ku Larry", "Nama mu?", sapa Pak Larry kepada beberapa peserta sambil mempraktekkan bahasa Indonesianya.
"Hmmm ini ide yang baik, pak Larry mengisi kekosongan waktu, sementara para panitia terus mempersiapkan mulainya acara" bisikku dalam hati.

Sambutan, Perkenalan, Tujuan Penulisan, Harapan menulis, semua dilakukan dengan mengalir.
Oh iya, harapan diriku tentu bisa menulis dengan lebih baik lagi, dan meninggalkan legacy kepada Josh lewat blog sederhana ini.
Masuk kedalam praktek menulis.
Aku berkenalan dengan gaya "free style" dan "structural".
Untuk Free Style sering kupraktekkan dalam blog ini. Tapi untuk Structural, ini yang pertama. Ditambah dengan Metode Show not Tell.

Pak Larry membuat semua ini seakan terlihat mudah untuk dilakukan. Let me tell you kenapa demikian? Beliau berikan panduannya.
"Hadeh kamu Er, semua juga juga tahu pasti semua ada panduannya, tapi apa memang membuat lebih mudah?"
Oke oke. Mari kulanjutkan yah......

Dimulai dari satu cerita tentang Sang Pemburu, aku diajak untuk membagi masing-masing bagian kedalam bagian Perkenalan, Perkembangan, Ketegangan - 2 tantangan, Klimaks, dan Resolusi. Ini semua adalan Panduan dalam gaya Struktural.
Tidak berhenti disana, masuk lagi ke cerita yang lebih kompleks dan kali ini berpasangan dengan teman.

Masuk ke tahap berikutnya, Aku bergantian cerita dengan teman mengikuti plot diatas. Dan, ini bagian yang menarik, juga membuat satu sketsa/gambar dari ceritaku.
Awalnya bingung mau cerita apa yah, mendadak aku ingat, aku berhutang satu cerita dalam blog ku. Perjalanan pelayanan ku yang pertama ke Samosir. Ini jadi moment bagiku untuk melengkapi ceritaku dalam blog ini.

Beberapa orang maju menceritakan gambar plot yang dibuat. Semua sangat unik dan menarik. Tak perlu bagus gambarnya. Dan benar, sketsa gambar sangat menolong. Apapun bisa menjadi cerita.
Ada bapak yang bercerita tentang pengalaman tenggelamnya bersama teman, seorang Ibu menceritakan pengalaman anak yang tertinggal di kereta saat di luar negeri, ada juga seorang remaja bercerita tentang kejadian performance di camp nya yang chaos, seorang bapak yang lain juga bercerita tentang masa sekolahnya jatuh hanya dari lantai setinggi 30cm (terbayang yah tinggi penggaris) dan mengalami hilang ingatan sampai tingkat intelegensianya turun 3tahun.
Wow, just Wow. Jika diteruskan, aku percaya semua bisa bercerita. Sayang, waktunya tidak memungkinkan untuk ke 60 peserta maju satu per satu. Yang pasti, pengalaman-pengalaman ini menjadi pengalaman iman yang bisa disharingkan dengan lebih baik lagi.

Mau lihat gambarku?
Trada........ Ini replika, aslinya lupa kubawa pulang *sigh*.



Aku mau hari ini juga menjadi hari yang terkenang, pertama kali belajar menulis di kelas. Akupun menyelesaikan artikel terstuktur pertama dalam perjalanan blog ini. Bonus lainnya, mendapat teman baru. Kyaaa senang sekali rasanya. Ini menjadi obat penyemangat untuk terus melanjutkan menulis.

Jadi maukah kamu juga mulai belajar menulis?

P.S. Link Artikel ku.

Sepenggal Kisah Pelayanan di Samosir Maret 2016

Setelah melalui banyak pertimbangan, aku memutuskan untuk ikut dalam KKR kali ini.
Pulau Sumatera tepatnya di Kabupaten Samosir menjadi tujuan pelayanan.
Subuh pagi hari, aku sudah tiba di bandara. Brrr udara yang dingin sekali terasa hangat takkala aku melihat teman-teman pelayanan sudah berkumpul.

2,5 jam perjalanan pesawat, kami tiba di Medan. Tim pun dibagi dan dilanjutkan perjalanan darat 6 jam hingga mencapai basecamp kami di Tele.
Base camp kami terletak dibagian tertinggi dari kabupaten Samosir. Dari belakang rumah, turunnya matahari senja dengan latar gunung dan danau Toba menjadi memory pertama akan kunjungan ini.

Menjelang malam, kami segera melakukan pemetaaan daerah, dan membagi sekolah.
Aku langsung kebagian di hari pertama. Deg-deg-deg itu yang kurasakan sepanjang malam.
Seharusnya Aku ingin ikut belajar dahulu dari para senior yang sudah pernah pelayanan.

Dihari kedua Pagi-pagi buta, aku sudah bangun, bersiap, dan di drop di sekolah pertama. Ada sekitar 4-5 Sekolah didalam List ku.
Bagaimana ke sekolah selanjutnya, aku tak tahu. Aku hanya berdoa dan berserah.

Entah bagaimana, selalu ada orang sekolah bahkan kepala sekolah yang bersedia mengantarkan ku dari satu sekolah ke sekolah lainnya.
Tiba sampai sekolah yang ke 4, hanya tinggal 1 jam menjelang akhir sekolah.
Kulihat catatanku, Posisi sekolah ke 5 ada di atas gunung. Tidak ada yang bersedia mengantarkanku, Jalanannya jauh butuh 1jam, naik ke atas gunung, jalanan berbatu, sekolah pasti sudah bubar saat aku tiba. Semua alasan diberikan kepadaku sebagai kata penolakan.

Terus terang aku bingung bagaimana caranya untuk kesana. Setelah permisi kepada kepala sekolah, aku melangkahkan kaki ke jalanan umum. Tidak ada kendaraan umum yang lewat.
Di tengah kebingungan, terlihat satu warung dengan motor diparkir didepannya.
Aha…… timbul ide, kucoba beranikan diri, kusamperi pemilik warung.

“Permisi Pak, maaf pak, aku sedang pelayanan, apakah boleh aku meminta tolong……..” Kulanjutkan perkenalan dan permohonanku untuk boleh diantarkan ke sekolah ke 5 di atas gunung. Namun aku pun ditolak, karena sedang tidak ada yang jaga warungnya. Hmmm yah memang, permintaanku agak berlebih. Bagaimana mungkin aku seorang asing datang dan langsung meminta hal yang sukar untuk diantar ke gunung, 1 jam perjalanan pula.

“Kamu coba cari cara, bagaimana supaya kamu bisa kembali ke base camp” kata teman sepelayanan yang coba ku telepon. Ya, rasanya pupus harapan bisa melayani ke sekolah di gunung itu. Sedih pastinya, karena pelayanan kkr ini hanya setahun sekali. Jika tidak kali ini, berarti mereka harus menunggu tahun berikutnya lagi.

Aku hanya meninggalkan pesan kepada teman se-tim bahwa aku tidak bisa menjangkau sekolah ke 5.

“Pak, bagaimana yah caranya agar aku bisa balik ke…..” Kuberitahu alamat basecamp ku.
Bapak yang mungkin kasihan padaku. Dia berjalan ke pinggir jalan.
Di stop mobil pertama, terlihat berbincang-bincang dan mobil itu jalan kembali. Hmmm, tampaknya usaha bapak yang pertama ditolak karena beda arah.
Selang beberapa menit, kembali ada mobil di stop. Kulihat dari kejauhan Bapak memanggilku, ada harapan nih jeritku dalam hati.
“Sini, ikut bapak ini yah, kamu akan aman kembali ke tempatmu”. Horeee……..

Dalam perjalanan, bapak disebelahku bercerita tentang hidupnya yang mulai berkompromi terhadap hal yang tidak benar. Disini, aku merasa diberi kesempatan untuk dapat berbincang tentang Injil kepada beliau.

Tidak sampai 30menit, aku tiba di base camp. Dan aku mendapat pesan bahwa sekolah yang digunung itu ternyata bisa dijangkau oleh teman se-tim ku dan dilayani. Wah, senang dan terharu rasanya. Yah Tuhan, rencanaku bukanlah rencanaMu. Di tengah ketidakpastian, Engkau memberi yang terbaik dan aku bersyukur boleh mengalami perjalanan iman ini.









Monday, 13 February 2017

Josh dan Baptisan Anak


Post yang tertunda namun salah satu yang terpenting dalam moment hidup Josh - Baptisan Anak.

Sesungguhnya Baptisan anak bisa dimulai dari sejak usia bayi, dimana menjadi tanda membawa anak kedalam keluarga kerajaan Allah.
Tetapi waktu itu, saya menunda hingga 2 tahun agar Josh bisa merasakan moment baptisan ini. Kenyataannya hal ini tertunda lebih banyak tahun karena banyak hal yang terjadi.

Tahun 2015 lalu tepat bulan desember, kami sudah menyiapkan diri kami dan juga Josh, membacakan buku renungan mengenai arti baptisan. Namun sehari menjelang baptisan, Josh sakit, ruam keluar di badannya seperti cacar air. Kami mengingat penularan yg bisa terjadi anak lain yang juga ada di sekitar, sehinga kami terpaksa membatalkan.

Tahun 2016, bulan December tanggal 14, menjadi Hari dimana Josh menerima Baptisan Anak. Dilakukan oleh Gembala Sidang Gereja, disaksikan oleh jemaat. Hari itu orang tua calvin dan sepupu Josh - Adison juga turut hadir menyaksikan Baptisan Josh.
Baptisan menjadi Tanda bagi Josh, ia masuk didalam keluarga Kerajaan Allah.

Setiap kali dimanapun Josh mendengar baptisan, dia mengingat bahwa dia pernah dibaptis. Satu kali mama mendengar di TV channel 21, mengenai tanya jawab, ternyata ada pertanyaan dan bahasan singkat mengenai baptisan. Josh langsung datang ke mama, Ma, aku sudah disucikan pada waktu aku dibaptis, itu kata Pendeta.

Berdoa kiranya Josh boleh hidup suci seturut Firman Tuhan.

Friday, 23 September 2016

Retreat Domba Kristus - Guarding your Love - 10-12 September

Wow. It's been a while I didn't write.
I need a time to adjust with Josh new condition.

I have been in a panic situation which i didn't expect when it's come to Josh's study. Most of the parents sent their child to the extra course outside the school, english, mandarin, you name it. After a while I get to understand Josh and my self more, what the best for us.

What I'm really blessed within this year, is a 3 days 2 night retreat from Domba Kristus.
Time for our little family getting refreshed.
It's a family retreat with Guarding your love theme. All the session help us to grow the love of Jesus within our family.
Remind our self that we need God grave and love to guarding our family love.
Remind us as a husband and wife to respect and love one another.

While for Josh, it's a fun days. Every morning he will wake up by him self. Then knock the other room, wake his friend, and go down for morning exercise.
After morning bath, he can go by him self for breakfast with friend.
For 3 days 2 night, he got extended family, learn to show the love for his friend.

For us, a community helf us grow.

Love this song
Welcome to the family
We glad to you have come to share your life with us, as we grow in love and
May we always be to you, what God would have us be
A Family always there, to be strong and to lean on.
May we learn to love each other more with each new days
May  love words be on our lips in everything we say
May the Spirit melt our heart and teach us how to pray
That we might be, a true God family.

Love the family Dinner moment.

Monday, 23 May 2016

Josh - Lepas Balita Domba Kristus 14 Mei 2016

Lepas Balita menandakan Josh sudah melewati satu fase didalam kehidupannya.
Josh mulai ikut Domba Kristus bersama mama dan papa sejak Josh umur 3 tahun.

Mengambil tema : Celebration God's Faithfulness.

Acara Lepas Balita berlangsung di hari sabtu dengan kehadiran papa mama dan saudara kandung.
Dimulai dengan  Anak-anak yang mengelilingi pohon, memberikan bunga kepada mama, dilanjutkan berdansa dengan mama dan kerjasama mengambil cupcake di pohon dengan papa.
Papa-mama berkumpul diruangan untuk memuji dan merenungkan Firman Tuhan, serta sharing foto kegiatan anak-anak dan juga tentunya persembahan pujian dari Josh dan teman-temannya.
Di akhir perjumpaan, kami boleh menikmati jamuan santap malam bersama. Tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Josh terlihat senang sekali.

Ada satu ayat yang menjadi perenungan
Psalm 100:5 For the Lord is good; his steadfast love endures forever, and his faithfulness to all generations.

Sebagai kenangan, Memory Marker, Papa mama mempersiapkan foto Album untuk Josh, serta photo movie. Sebagai hadiah, dikarenakan Josh sudah mulai bisa membaca, dan untuk menyemangati Josh untuk mencintai Firman Tuhan lebih lagi, kami memberikan Alkitab.
(Sebenarnya ide memberikan Alkitab ini tiba tiba terlintas, saat hari minggu sebelumnya, Josh mendapat ayat hafalan dari sekolah minggu, dan dengan antusias di mobil, dia mengambil Alkitab papa mama dan mencari tahu letak dan isi ayat tersebut. Akan tepat waktunya ketika Josh mempunyai Alkitabnya sendiri).

Papa memberikan Hadiah, Mama membacakan isi surat
Persembahan Pujian Josh dan Teman- teman, Acara Josh Membuang Bad Habit nya
Memberikan Bunga untuk Mama

Bersama Papa mengambil Cupcake
Selang seminggu kemudian, ada satu lagi hadiah dari papa mama untuk Josh, mengingat hobby dan kesukaannya. Josh harus mengikuti quiz dan bernyanyi dahulu. Tradaa

We Love you Josh.