Moments and Memories
Monday, 27 November 2017
Belajar Berempati - Josh 7.5thn
Wednesday, 22 November 2017
Pekerjaan Sang Bapa
Ada seorang papa suka sekali mengutak katik mesin. Namun selain buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, terkadang buahpun menggelinding jauh. Demikian sang anak sama sekali berbeda.
Satu hari, anak masuk ke garasi papa yang sedang mengutak katik mesin, tangannya penuh dengan oli.
"sini, tolong tekan bagian itu!"
"ini?" "bukan, bukan yang itu, tapi itu."
Sambil masih bingung berpindah tempat "ini?" "bukan, bukan" Papa mendekat dan memegang tangan anaknya hingga berlumuran oli dan menekan tombol bagian di mobil sambil berteriak kepada mama yg didapur "Wow Lihat, Mike sudah bisa perbaiki mesin ini!"
Kisah ini diceritakan oleh Michael Horton tentang dirinya sendiri didalam acara Refo500 di Kemayoran, 14-20Nov lalu.
Membuka wawasan bahwa seringkali demikianlah manusia didalam pekerjaan Allah. Manusia seperti sang anak itu.
Sambil berdiri menunggu datangnya jemputan. "Apa yang membuat Ibu memulai pelayanan ini?"
Alunan kisah pun dimulai. Seorang anak tunggal yang merasakan kasih ayah ibunya. Ketika beranjak dewasa, dan menjalin kasih, semua berjalan baik saja hingga tiba berpisah. "Apa yah salah saya, rasanya baik baik saja semuanya". Kerisauan pun datang, gelisah dan gusar. Satu hari di gereja, sayup terdengar ada suara ibu yang berdoa "Tuhan, gadis disebelahku sedang gusar, Tuhan tolong tenangkan dia, biarlah dia bisa datang berdoa mengungkapkan risaunya". (kira kira demikian isi doa itu). Wah saya ingin bisa berdoa seperti ibu ini, dan kemudian berlalunya waktu muncul kerinduan "andaikan dari muda, anak anak sudah mengenal Tuhan, pastilah tidak akan serisau saya ini". Kemudian kehidupan pun terus berjalan. Dia bukan tipe yang maju kedepan pada panggilan kkr. Tetapi dengan konfirmasi juga dari sekitar, ia pun berangkat ke RTS melanjutkan studi. Pulang dari studi, ia pun mulai mengajar, studi perjanjian lama. Diapun sudah menikah dan belum dikaruniakan anak. Tapi kerinduan yang ada dulu ini muncul kembali. Harus mulai dari mana yah. Perbincangan dengan teman ditimpali kalimat "Yah kamu hamil saja, nanti kan kamu berhenti".
Wah tak mungkin, pikirnya. Namun ternyata kehamilan itu datang dan harus bed rest. Ditengah masa itulah, ia berpikir tentang pelayanan keluarga dan anak. Bagaimana dengan tempatnya? Sumber pelajaran yang dipakai?
Tuhan siapkan satu persatu. Ruko yang boleh dipinjamkan. Kurikulum awal yang boleh melihat kepada pelayanan sahabatnya yang telah duluan memulai.
Tempat sudah ada, bagaimana datangnya uang untuk menyekat kelas kelas.
"kring" telepon berbunyi, "kamu yah ada pelayanan keluarga dan anak. Aku mau kirim mobil mercedes ini untukmu pakai buat pelayanan!"
Ia kaget, Tuhan menjawab doa nya. Hari ini kelas-kelas itu masih dipakai. Satu per satu Tuhan tambahkan sumber daya.
Jemputan pun datang. Alunan kisah dari seorang ibu Melani Barlian terhenti. Domba Kristus yang sudah memberkati keluarga kristus selama belasan tahun.
Betapa indah pekerjaan yang telah Tuhan mulai didalam kehidupan manusia.
Tuhan yang memulainya, Tuhan pun yang mengerjakannya.
Ulangan 2:7
Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apa pun.
Ulangan 28:12
TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.
Amsal 8:22
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Wahyu 15:3
Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
Saturday, 11 November 2017
Family isn't always Blood
Today, when I search the family quote, I found these.
Keterpisahan Mama dan Aku
Ma, tolong bantuin jaga Josh seminggu ini yah. Mama bisa kan?
Teman mama itu ternyata 7tahun lalu pernah kena kanker pankreas dan kemarin itu kambuh kembali, dan sakitnya sudah ke tulang.
Kamu tuh kapan bisa berenang?
Oo aku belajar Ma pas dulu smp pulang ke siantar
Hmmm pantas, Mama rasanya jarang bawa kalian berenang di jakarta.
Wah wah, ada juga ternyata hal yang mama tidak tahu yah.
Kira kira begitulah percakapan aku dengan mama.
Hari ini aku bawa mama lagi ke spring club. Mama ternyata hebat main bulutangkisnya. Aku bilang ke mama, andai dulu mama jadi atlet, mungkin juga bisa jadi susi susanti hehehe. Pukulan mama tuh kuat, sayang saja kakinya tak bisa bergerak bebas. Bahkan banyak kali juga aku tak bisa kembalikan bola mama.
Ngk percaya kan? Nah mari main.
Josh juga sempat main sama pho2nya.
Sesudah 30menit, mama lanjut berenang, berendam air panas , dan sauna juga berendam air dingin.
Bisa dibilang mama termasuk kuat. Hanya saja efek kemo yang menguras wajah mama menjadi menua, dan saraf tangan dan kaki yg rusak.
Saat mama cerita tentang temannya. Aku jadi merasa sedih. Suatu hari nanti aku pasti berpisah dengan mama.
Mama survival 5tahun. Tantangan berikutnya masuk ke survival 10tahun. Apakah akan ada waktu selama itu?
Saat ini semua keadaan dirumah terasa nyaman. Tentu ada hal masalah datang silih berganti. Tapi bagiku tidak ada masalah kesusahan hati yang lebih berat daripada perpisahan kematian. Walau aku tahu bahwa manusia memang harus mengalami kematian dan walau aku tahu perpisahan dengan mama adalah perpisahan sementara nantinya. Tetap rasa sedih menyeruak di hati.
Berapa lama lagikah waktu bersama?
Tak ada yang dapat memberitahu.
Setiap hari yang terus berjalan
Biarlah kenangan boleh terajut satu persatu
Hingga saatnya tiba, aku lepaskan dengan senyuman
Saturday, 28 October 2017
Mewariskan Jejak Diri - Pelatihan Penulisan Larry Brook
Menulis?
Yah aku memang menulis di blog.
Penulis?
Hmmm rasanya masih jauh dari itu.
Saat mengetahui ada Pelatihan Penulisan dari seorang Penulis dan Editor yang sudah berpengalaman dan malang melintang mengajar, langsung terbersit "Why Not" Mari Daftar dan Belajar!
ding... lantai lift terbuka menyambut dan menghantarkan aku ke Lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong.
Penyambut tamu yang ramah telah siap dengan absen. Belum lagi meja snack dengan teh dan kopinya siap disantap bagi yang belum sarapan.
Ku intip ruangan yang akan digunakan, hmmmm terlihat tampilan seorang yang berbeda, warna kulit dan rambut keemasan, bahasa dan aksen berbeda. Itu pasti Pak Larry, sang pembicara.
Pandanganku melayang ke arah barisan bangku-bangku yang sudah tersusun rapi, "akan duduk dimana yah?". Oke pilihan jatuh pada bangku yang lumayan didepan namun juga terhindar dari hembusan angin ac.
Tepat jam 10, mulai tampak ramai peserta yang mengisi tempat duduk.
"Nama ku Larry", "Nama mu?", sapa Pak Larry kepada beberapa peserta sambil mempraktekkan bahasa Indonesianya.
"Hmmm ini ide yang baik, pak Larry mengisi kekosongan waktu, sementara para panitia terus mempersiapkan mulainya acara" bisikku dalam hati.
Sambutan, Perkenalan, Tujuan Penulisan, Harapan menulis, semua dilakukan dengan mengalir.
Oh iya, harapan diriku tentu bisa menulis dengan lebih baik lagi, dan meninggalkan legacy kepada Josh lewat blog sederhana ini.
Masuk kedalam praktek menulis.
Aku berkenalan dengan gaya "free style" dan "structural".
Untuk Free Style sering kupraktekkan dalam blog ini. Tapi untuk Structural, ini yang pertama. Ditambah dengan Metode Show not Tell.
Pak Larry membuat semua ini seakan terlihat mudah untuk dilakukan. Let me tell you kenapa demikian? Beliau berikan panduannya.
"Hadeh kamu Er, semua juga juga tahu pasti semua ada panduannya, tapi apa memang membuat lebih mudah?"
Oke oke. Mari kulanjutkan yah......
Dimulai dari satu cerita tentang Sang Pemburu, aku diajak untuk membagi masing-masing bagian kedalam bagian Perkenalan, Perkembangan, Ketegangan - 2 tantangan, Klimaks, dan Resolusi. Ini semua adalan Panduan dalam gaya Struktural.
Tidak berhenti disana, masuk lagi ke cerita yang lebih kompleks dan kali ini berpasangan dengan teman.
Masuk ke tahap berikutnya, Aku bergantian cerita dengan teman mengikuti plot diatas. Dan, ini bagian yang menarik, juga membuat satu sketsa/gambar dari ceritaku.
Awalnya bingung mau cerita apa yah, mendadak aku ingat, aku berhutang satu cerita dalam blog ku. Perjalanan pelayanan ku yang pertama ke Samosir. Ini jadi moment bagiku untuk melengkapi ceritaku dalam blog ini.
Beberapa orang maju menceritakan gambar plot yang dibuat. Semua sangat unik dan menarik. Tak perlu bagus gambarnya. Dan benar, sketsa gambar sangat menolong. Apapun bisa menjadi cerita.
Ada bapak yang bercerita tentang pengalaman tenggelamnya bersama teman, seorang Ibu menceritakan pengalaman anak yang tertinggal di kereta saat di luar negeri, ada juga seorang remaja bercerita tentang kejadian performance di camp nya yang chaos, seorang bapak yang lain juga bercerita tentang masa sekolahnya jatuh hanya dari lantai setinggi 30cm (terbayang yah tinggi penggaris) dan mengalami hilang ingatan sampai tingkat intelegensianya turun 3tahun.
Wow, just Wow. Jika diteruskan, aku percaya semua bisa bercerita. Sayang, waktunya tidak memungkinkan untuk ke 60 peserta maju satu per satu. Yang pasti, pengalaman-pengalaman ini menjadi pengalaman iman yang bisa disharingkan dengan lebih baik lagi.
Mau lihat gambarku?
Trada........ Ini replika, aslinya lupa kubawa pulang *sigh*.
Aku mau hari ini juga menjadi hari yang terkenang, pertama kali belajar menulis di kelas. Akupun menyelesaikan artikel terstuktur pertama dalam perjalanan blog ini. Bonus lainnya, mendapat teman baru. Kyaaa senang sekali rasanya. Ini menjadi obat penyemangat untuk terus melanjutkan menulis.
Jadi maukah kamu juga mulai belajar menulis?
P.S. Link Artikel ku.
Sepenggal Kisah Pelayanan di Samosir Maret 2016
Saturday, 21 October 2017
Video Storytelling - DK Bible Quest 2017
Dan apa yang lebih berharga dari Warisan Iman!
Tapi semua masih dalam konsep di kepala. Mengerjakannya pun belum padahal ada dateline 21Oktober. Pas diceritakan ke Calvin, dia sempat bilang, buat apa sih kamu repot repot pakai daftar segala. Karena dia selalu tahu aku pasti pikirin terus jadi mendingan jangan ditambah hal yang tak perlu. Belum lagi Calvin terbayang dia pasti jadi salah satu pemeran di video, Calvin merasa terjebak hahahaha.
Malam jam 9 kami mulai shooting.
Yang paling lama tentu punya Josh dan Papa. Grogi, take one take two.. Entah sampai how many takes. Sampai jawabnya salah kami ketawa ketawa....
Walau lelah tapi bersyukur Josh dan Papa Calvin bisa saling mendukung, dan ini membuat aku semangat 😊
Karena bukan seorang yang pintar gambar, aku biasa cari gambar yang ada untuk alat peragaan.
Walaupun sudah kumasukkan dalam credit, kepikir tentang hak guna. Sudah baca rules nya tapi tidak ketemu.
Aku pribadi bersyukur adanya Bible Apps ini. Ditengah banyaknya aplikasi games, Bible apps menjadi pilihan yang baik saat Josh di depan gadget.
![]() |
| Materi Persiapannya |








