Moments and Memories

Moments and Memories

Friday, 23 September 2016

Retreat Domba Kristus - Guarding your Love - 10-12 September

Wow. It's been a while I didn't write.
I need a time to adjust with Josh new condition.

I have been in a panic situation which i didn't expect when it's come to Josh's study. Most of the parents sent their child to the extra course outside the school, english, mandarin, you name it. After a while I get to understand Josh and my self more, what the best for us.

What I'm really blessed within this year, is a 3 days 2 night retreat from Domba Kristus.
Time for our little family getting refreshed.
It's a family retreat with Guarding your love theme. All the session help us to grow the love of Jesus within our family.
Remind our self that we need God grave and love to guarding our family love.
Remind us as a husband and wife to respect and love one another.

While for Josh, it's a fun days. Every morning he will wake up by him self. Then knock the other room, wake his friend, and go down for morning exercise.
After morning bath, he can go by him self for breakfast with friend.
For 3 days 2 night, he got extended family, learn to show the love for his friend.

For us, a community helf us grow.

Love this song
Welcome to the family
We glad to you have come to share your life with us, as we grow in love and
May we always be to you, what God would have us be
A Family always there, to be strong and to lean on.
May we learn to love each other more with each new days
May  love words be on our lips in everything we say
May the Spirit melt our heart and teach us how to pray
That we might be, a true God family.

Love the family Dinner moment.

Friday, 19 August 2016

Karakter Josh - Perhatian pada Orang lain

Sebagai seorang mama, ada keingintahuan apa karakter dari anak yang menonjol.

Beberapa kali ini, saya boleh melihat hal itu, dan akhirnya saya bisa memberitahukan pada Josh, salah satu karakter baik yang ada dalam dirinya.

Dia anak yang perhatian dan memperhatikan kepentingan orang.

Josh turun dari mobil dengan membawa payung padahal hari siang cerah.
Mama: Josh untuk apa bawa payung turun, nanti kalau hujan, maka kita akan butuh payung itu.
Josh: Ma, di mobil kan sudah ada satu payung dan itu cukup. Aku mau taruh payung ini di mobil papa ma, karena di mobil papa tidak ada payung.
(Hari sebelumnya hujan besar dan memang tidak ada payung di mobil papa, Josh bisa mengingat hal itu dan memikirkan papa ketika dia melihat ada 2 payung di mobil mama).

Kemarin ini Josh pulang sekolah dan mama membuka kotak pensilnya.
Mama: Josh kenapa kotak pensilnya kotor sekali, isinya serutan pensil semua.
Kenapa tidak serut di tong sampah. (Nada mama sudah tak enak)
Josh: Ma, mama tidak tahu yah di sekolah itu tong sampahnya kecil.
Mama: Lalu?
Josh: Dan semua anak mau pakai tong sampah itu, semua menyerut pensilnya.
Jadi aku tak usah ke tong sampah, aku serut saja dan taruh di kotak pensil. (Josh juga ingat dia tidak boleh buang sampah sembarangan, dan sampah bisa nanti dibuang dirumah).

Monday, 15 August 2016

Bekal Sekolah Josh masa SD

Cerita soal bekal sekolah, minggu lalu Josh cerita ke mama, bahwa dia ingin dapat stiker makan sehat dari Miss. Josh mau ada sayur di makanan Josh.

Bagi mama, karena Josh jam makan di sekolahnya jam 9 pagi, maka, bekal yang mama bawakan bervariasi lebih ke makanan yg sifatnya 1 macam, misal sushi, siomay, nasi tim, nasi uduk, hingga sandiwch. Walaupun terkadang tak sempat buat yah beli.

Kalau makan siang dirumah, pasti ada sayur. Karena kalo tumisan sayur dibawa ke sekolah rasanya kurang enak karena dingin.

Karena permintaan dari Josh, yang mama pikir bagus jugalah dia mau minta sayur, mama pikir sayur selada sajalah yg paling mudah.
Jam 5.30 pagi ini mama siap masak, nasi goreng ikan teri dengan sampingnya sayur selada, timun, wortel, dan tumis jamur.

Mama mereka reka apakah Josh akan mendapatkan stiker seperti yang dia mau.
Pulang-pulang,
Josh info mama "Ma, coba buka agenda nya, makanan ku... itu mama baca."
Mama "Kenapa makanan mu Josh, kamu ngk makan habis?"
Josh: " Makanan ku jatuh ma."
Mama:" Jadi kamu tidak makan?". Sambil mama baca agenda dari miss yang menginfokan makanan Josh jatuh. Saat miss mau membelikan makanan untuk dia, Josh tidak mau.. Jadi miss minta mama untuk segera kasih Josh makan dirumah.
Josh:" aku makan dikit saja, terus jatuh"
Mama: " Ya sudahlah, Yuks jalan pulang." Oiya Josh jadi kamu dapat stiker tidak?"
Josh: "tidak ma, itu makanan harus habis juga baru ada stiker."
Mama :"kenapa bisa jatuh Josh."
Josh:"Aku tidak hati hati ma, jadi kesenggol jatuh."
Mama :" lalu kenapa Josh tidak mau pas miss belikan makanan?"
Josh: " aku takut miss belikan makanan tak sehat".
Mama :" hah? Miss tak mungkin lah kasih makanan tak sehat." (Menurut Josh makanan kantin semua tak sehat - padahal mah ada juga lah yang oke hehehe)
Josh :"Aku takut kalo miss beli terus aku tak suka ma, dan aku tak bisa makan jadinya sayang."
Dalam hati mama, wow... Josh sudah pikir sampai kesana yah sampai dia menolak dibelikan makanan.
Josh tahan lapar dan pas perjalanan pulang, mama belikan Josh nasi bakar jamur dan habis saat itu juga.

Anyway Josh, walau masakan mama hari ini terlihat sia sia terbuang, namun ternyata berharga untuk mengajarkan hal baru kepada Josh.
Love you.

Tuesday, 9 August 2016

Day 3 - Yotsuya for Tokyo Fire Museum - Tokyo Toy Museum - Shinjuku

Bangun jam 6 pagi untuk bersiap siap ke Disneyland dan ternyata hujan......
Tak ada tampak tanda tanda hujan akan berhenti.
Jadilah Itenary kembali berubah. Padahal awalnya ingin ke Disneyland.
Balik tidur sampai jam 8 pagi, langsung browsing ke tempat mana kah?.
Ingin ke Odaiba dan ternyata tujuan utama museum kami tutup. Hmmmm....

Browsing tempat main mana yang cocok untuk anak anak, yang dekat dari rumah dan bisa ditempuh tanpa harus berhujan ria dari stasiun, adalah Tokyo Fire Museum dan Tokyo Toy Museum.
Kedua tempat tersebut berdekatan.

Kami naik ke tujuan Yotsuya san Chome.
Tepat di exit 2, langsung pintu masuk Tokyo Fire Museum - free admission.
Kami mendapatkan bagde. Dan di awal entrance lt 1 sudah ada 1 helicopter.
Di lt basement, ada beberapa firetruck.
Ada beberapa lantai yang bisa kita kunjungi.
Ada baiknya mulai dari atas ke bawah.
Tapi kami mulai dari bawah ke atas - jadi dari jaman modern ke jaman edo.
Ada tempat untuk makan dan minum di lt 10.
Menurutku menarik untuk anak anak karena ada film kartun dan diorama tentang kebakaran.

Dari sana sudah jam 11.30 siang. Perut lapar...hujan masih gerimis kecil...
Hmmm kemana yah, akhirnya masuk saja ke satu restoran jepang di seberangan jalan dari Tokyo Fire Museum.
Restoran ini adalah tipikal restoran yang didatangin pekerja yang pulang sambil makan, minum dan berbincang2. Ada gantungan untuk jas.
Resto yang mengijinkan untuk merokok, tp karena itu adalah jam makan siang, pengunjung tidak ada yang merokok.
Menu makan siang ternyata berbeda dengan malam.
Kami bingung, karena semua tulisan japan, untungnya yang menerima kami bisa sedikit bahasa inggris. Setidaknya menerjemahkan isi menu, apakah ayam, ikan, daging.
Dan ternyata restoran ini adalah specialty daging lidah sapi... owwww..... belum pernah kucoba. Tp kita pesan juga.
Dan rasanya aku suka :), namun calvin kurang suka teksturnya.
Sesudah makan, tepat di samping restoran ini ada taiyaki :).
Ramai sekali orang membeli. Kamipun ikut mencicipi.. yum yum di tengah hujan gerimis.

Dari sana kami jalan ke Tokyo Toy Museum.
Admissionnya - 1200 Yen utk 1 orang tua dan 1 anak.
Jika + 1 dewasa = 800 Yen.
Semua adalah permainan dari kayu. Dibuat dengan sangat halus sekali.
Di lantai pertama, ada toko mainan, ada perkenalan mainan yang terbaik tahun 2016, masuk ke ruang berikutnya, mainan dari berbagai negara asia, dan masuk ke area bermain kayu.
Area main kayu, ada rumah pohon, ada pula kolam bola kayu hehehe, ada mainan mencari ulat di pohon, ada tempat membaca cerita. Josh senang disana terutama mainan mencari ulat.
Naik ke lt berikutnya, aneka permainan. Dan ternyataaaaaaaa seru sekali...
Yang menjaga tempat tersebut dengan senang hati bermain bersama kita aneka permainan.
Sayang sekali permainan ini jarang dijumpai di indonesia, mestinya bisa dibuat. Dan ini menantang dan menarik bagi anak anak seusia Josh, bahkan saya dan calvin seru bermain.
Hmmm mengingat dunia anak jaman sekarang telah direbut oleh ipad, tempat ini menjadi sarana untuk mengingatkan betapa banyak kreasi dan permainan yang bisa dilakukan tanpa harus didepan ipad.
2jam waktu yang singkat rasanya. Padahal tempatnya tidak terlalu besar, namun bermain bersama seru sekali. Itupun harus berhenti karena ada ama akong yang menunggu.

Dari sana jam sudah menunjukkan jam 3 sore. Awalnya ingin ke meiji shrine...
Karena stasiun kelewat, kamipun berjalan ke shinjuku.
Hmm sebenarnya hanya melihat orang orang dan berbelanja saja yang bisa dilakukan.
Dan jika kita membawa anak, ke shinjuku itu merasa asing, karena tidak pernah ketemu orang tua jepang yang membawa anaknya ke area shinjuku.
Untuk snack sore, kami coba menu baru di BK, Pork burger. Dan enak.
Melanjutkan kembali mengintip isi isi toko....
Selain melihat lihat kamipun mencoba makan mie pangsit jepang hehehe.
Rasanya enak dan tidak terlalu mahal.
Dari sana masih berlanjut berbelanja dan salah satu tujuan uniqlo hahaha karena pastinya lebih murah, Josh dan Adison sudah duduk tertidur, sesudah berbelanja kamipun balik ke rumah
Pulang keretapun demikian tidak bertemu dengan orang jepang yg membawa anak.
Hari ini ketemu host untuk pertama kalinya..
Dengan kalimat inggris yang lumayan baik, sehingga komunikasi bisa berjalan lebih baik.
Semoga esok hari walaupun hujan bisa berjalan dengan lebih baik.











Friday, 15 July 2016

Family Day 15 July 2016

Today, my sista bring his son and my mom to our house.

We have play a while in the park.
Then having a dinner when my lil sista back from work.

After dinner, in the car, Bennet get crancky and want to sleep. He want to breastfeed.
So I told Bennet, he must be patient.
And then I teased him, soon he shall graduate from breastfeed, so my sista can have another baby.

Then suddenly Josh said:
Yes, then you can have friend.
Not like me, the only child at home. I didn't have friend. I like to play alone.
Josh said it with proud.
When grandma asked him, so do you want a friend, a brother or sister? Josh answered No. It's okey, I can play by my self.

Anyway. We all laugh together for hearing his honest though.
Yes, we still hope to have another family member. Keep waiting... :)

Before back, they played with grandma. The smile is priceless.

Wednesday, 13 July 2016

Day 9 - Tokyo Wide Pass Trip 3 - Railway Museum Omiya - Karuizawa - Kawasaki

Trip ke 3 penggunaan Tokyo Wide Pass

 Railway Museum - Omiya.

Kenapa pilihannya jatuh di Railway Museum, karena ramah anak-anak menurut review yang ada, dan koleksi yang lengkap dan bagus.
Kita naik Shinkansen dari st Tokyo lagi, karena memang lebih cepat. Sampai di Omiya, harus berganti lagi dengan railway sambungan ke Museum ini. Railway ini hanya 1 jam sekali. Jadi jika sudah ketinggalan maka harus tunggu 1jam lagi. Hmm ini karena kita tiba jam 11siang. Mungkin jika di pagi atau sore yang lebih rush hour, jam kereta akan berbeda.

Tetapi jangan khawatir, menunggu 1jam tidak terasa karena di Omiya ini banyak sekali tempat berbelanja. Dari mulai restoran, makanan snack, fashion, sampai supermarket. Keluar saja dari daerah perpindahan kereta dengan menunjukkan tiket JR Tokyo Wide Pass ke petugasnya.

Tiket Masuk ke railway Museum dewasa adalah 1000Yen dan dibeli di depan Railways Museum nya dengan kartu kereta (pasmo, suica dan etc)
Jika tidak ada kartu kereta, maka akan dipinjamkan dengan membayar 1000yen di counter.

Ada locker untuk menaruh barang-barang.

Masuk didalamnya, ke sebelah kanan adalah koleksi railway di jepang, mulai dari kereta tua dan perkembangannya. Untuk mendapatkan keterangan dalam bahasa Inggris maka kita harus mendownload dahulu aplikasi yang bisa baca barcode. Scan barcode, maka kita akan bisa baca setiap keterangan didalam kereta.
Jika lurus terus maka akan ada taman kereta untuk anak anak.

Naik ke lantai atas, maka ada sejarah kereta di Jepang.

Ada ruangan untuk pertunjukkan, Ada jam pertunjukan, namun semua info masih dalam bahasa jepang. Akhirnya kita lewatkan untuk lebih memilih mengexplore bagian yang lain.

Sesudah ruang pertunjukan, ada ruang untuk bermain anak, kemudian ada ruang exhibition, depannya toko jualan semua berkenaan dengan kereta, jalan lagi hingga ujung, ada tempat penjelasan dan bisa dicoba. Memindahkan barang tanpa roda, dengan roda, dengan rel, mana yang lebih mudah.
Mengatur perpindahan rel kereta, lampu rel kereta, bentuk roda kereta, dsb. Semua penjelasan dalam bahasa jepang, dan kita tebak tebak saja, sebenarnya ini mau menjelaskan soal apa. Karena sepi, maka kami bisa mencobanya.

Jika naik ke lantai paling atas, ada observatory desk, bisa melihat kereta lokal yang sedang lewat, maupun shinkansen yang sedang lewat. Jadi bisa lihat kecepatan keretanya dengan aman, (bukan di stasiun hehehe).

Di lantai 1 juga ada tempat anak anak naik mainan kereta shinkansen kecil yang bisa berkeliling sampai library nya. Dan juga ada tempat makan, sehingga tidak perlu khawatir jika kelaparan.

Tidak lama lama lagi berkeliling and berdecak kagum dengan perawatan dan presentasi dari Museum, maka kami kembali ke Omiya station.

P.S. Sebenarnya ada train and bus museum juga yang tidak terlalu besar yang dibuat oleh Tokyu Line. Pertimbangannya adalah Museum besar biasanya lebih ramah untuk turis berbahasa asing.


Karuizawa

Dari Omiya, kami memutuskan untuk lebih pergi ke atas lagi, yaitu Karuizawa.
Tinggal menunggu Asama shinkansen ke arah sana.

Sebenarnya Tokyo Wide Pass sangat bagus jika digunakan pas musim dingin, bisa main salju ke GalaYuzawa dan itu benar benar worth banget.

Tapi karena musim panas, kami ke Karuizawa, disana biasanya adalah tempat main tobbogan, resort ski nya. Sampai disana udara sejuk, dan dekat dengan train station langsung banyak sekali factory outlet. Kita hanya lihat lihat saja, dan menikmati udara sejuk saja dengan tetap ada pemandangan gunung-gunung, karena bangunan yang ada semua tidak terlalu tinggi.

Disini akan diadakan pertemuan apa nantinya, makanya banyak dipasang info mengenai hal itu.
Sempat membeli sosis khas sana hahahaha....

Kawasaki

Dari Karuizawa, balik kembali ke St. Tokyo. Awalnya ingin ke Yokohama memanfaatkan sampai titik darah penghabisan si Tokyo Wide Pass nya.  Asal saja naik ke atas kereta. Ternyata memang kereta saat rush hour itu parah.
Sebenarnya sesudah ini lewat, baru tahu bahwa bisa naik shinkansen ke shin yokohama jika mau ke ramen museum, tapi karena salah perkiraan, jadinya naik line kereta biasa ke yokohama, pikir mau ke china town. Padahal sebenarnya lebih baik ke shin yokohama dulu baru ganti kereta biasa disana.

Josh sempat bilang ke aku, ma aku ingin naik kereta yang dua tingkat. Dan memang ini keretanya dua tingkat dan kita naik ke tingkat atas untuk duduk.
Ternyata salah naik di gerbong reserved seat yang harus bayar 1000yen per orang lagi.
Saat tahu karena ditegur oleh petugas, kereta sudah dekat ke kawasaki, kemudian 1 stasiun lagi yokohama.
Petugas kereta meminta untuk pindah ke gerbong biasa, tetapi karena gerbong biasa itu adalah yang paling terakhir, pintu benar benar tidak bisa dibuka.
Dan saat itulah petugasnya bisa dikatakan mulai tidak wajar. Dia bilang apakah kami mau membayar, tentu saja tidak jika 1000yen untuk 1 stasiun lagi (ber 8 pula), selain itu karen tidak sengaja dan tidak tahu.
Dia terus memaksa kami masuk ke gerbong biasa yang pintunya saja tidak bisa dibuka. Kira kira ada 3kali dia bilang terus untuk paksa kami buka pintu itu, padahal dia sendiri tidak bergerak membantu.
Kita akhirnya bilang, yah sudah kamu saja yang coba buka, jika bisa yah kami akan pindah.
Dan ternyata dia salah tingkah, dan akhirnya dia bilang, ok, kalian turun di stasiun berikutnya dan masuk dari pintu depan. (Kenapa tidak dari awal demikian, toh kami juga bukan sengaja, jika tahu demikian juga kami tak akan mau naik, menghindari banget rush hour).

Turun di kawasaki, karena sudah jam malam, kami makan di daerah sini.
Karena sudah lelah, kamipun pulang kembali, naik ke arah St Tokyo, kemudian pindah Yamanote line. Saat ini kita tidak tahu ternyata dibawah st. Tokyo banyak hal menarik lainnya.

Ama Akong Adison pulang ke apartment.

Kita berkeliling daerah Ebisu, rencana mau jalan jalan santai 30menit untuk sampai ke tempat tinggal, lah.... koq jalan jalan dan jalan tak sampai sampai.....
Akhirnya kami belok lagi cari stasiun kereta dan pulang.....

JR Tokyo Wide Pass pun berakhir hari ini.

Day 8 - Tokyo Wide Pass Trip 2 - Nikko

Trip kedua dengan JR Tokyo Wide Pass adalah ke Nikko.

Nikko is Nihon adalah slogan yang dikumandangkan.

Untuk kearea Nikko ini, kami harus mereserved Seat. Oleh karena itu, kita sudah tentukan kapan harus berangkat dan kapan balik dari Nikko.

Jam 9 Pagi kami sudah di St. tokyo, karena kami ingin naik Shinkansen.
Bisa juga berangkat dari Shinjuku dengan line biasa.

Dari St Tokyo, Nasuno Shinkansen akan berhenti di Ueno, kemudian Omiya dan tempat perberhentian kami Utsunomiya. Kira kira 50menit. Tetapi untuk sampai di Nikko dari Tokyo adalah 2jam spare time nya.
Karena mengantuk, kami pun tertidur semua, entah kenapa pas bangun bangun sudah sampai pengumuman informasi turun di stasiun berikutnya. Eeeeeehhhhh kapan Utsunomiya diumumkan? Koq kami tidak ada yang dengar......

Bingung dan bingung....... aku pun berpikir, apakah kami harus ubah itenary kembali?
Kami berusaha mencari petugas, tapi tak ada. Entah di gerbong manakah sang petugas.
Sembari kereta terus berjaan ke stasiun terakhir, aku mengoogle, objek apa yang bisa dilihat di stasiun yang lain.

Sampai di ujung stasiun, kami tanya ke petugas untuk ke Nikko naik apa. Dan ditunjukkanlah Shikansen Yamabiko. Itu akan turun di Utsunomiya. Tunggu hanya 15 menit dan kitapun sudah berangkat balik. Sampai di Nikko sudah jam 1 siang. Kami makan siang di kereta karena pengalaman dari hari sebelumnya sedikit makan di kawaguchiko, ternyata tidak demikian di Nikko. Sudahlah, yang penting perut tidak kelaparan.

Turun di Nikko, ada 2 ikon, yaitu Ninja dan juga Monkey hehehe....
Kami tidak lagi mengambil bus untuk berkeliling, cukup berjalan melihat daerah saja.
Kami berjalan dari arah statiun naik ke atas hingga ke daerah kuil nya.
Melewati toko toko, intip intip, beli oleh oleh hehehe, dan tidak tahan dengan pernak pernik lucunya.
Sempat mencoba mochi panggang nya, disiram dengan soy souce, hmmmm rasa yang aneh, tapi Josh sangat menyukainya. 1 sate mochi isi 3pcs harganya 350Yen.
Sampai di daerah jembatan, dan naik ke atas kuilnya. Kamipun sudah kecapean.
Ketemu dengan sekolah TK, Josh bermain main sebentar di tamannya, dan papa menghabiskan makanan yang ada. Ada bus sekolah nya juga dengan gambar menarik.

Dari sana jalan naik ke atas. Tiba di tempat parkiran, tiba tiba Josh sakit perut. Oh nooo......
Dan untungnya ada wc disana.... but.... ini daerah wisata, dan ternyata wc sangat kotor sekali. Apa daya, papa pun minta ijin ke hotel terdekat dan untungnya mereka sangat ramah.

Mama dan san-san naik ke daerah library nya dan ada tembusan jalan ke kuilnya. Namun karena jam sudah sore, kami putuskan untuk kembali ke stasiun, itupun masih melewati toko toko dan tentunya mampir:p.

Nikko memang kota yang nyaman, untuk escape dari tokyo yang sangat crowded dengan waktu yang tidak terlampau lama. Pemilik toko nya pun ramah.