Moments and Memories

Moments and Memories

Tuesday, 2 December 2014

Chit Chat with Josh - Next Cake

So today, his friend having birthday in school.
I asked his opinion.
He said, all superman, his friend like superman. He got a superman shirt.
Then I aksed him, what do you want for you next birthday cake?
"Boom". Kyaaa... still angry bird theme...
I told him, it's kinda difficult, your cake will be black colour.
Josh: Ma, you can use oreo, just the biscuit, take the white out.
Ma: I make a triangle shape right?(mistakenly think boom is triangle shape).
Josh: Nope, you should make it circle, then put a yellow on the head, then the eyes, bla bla bla...

I'm really amazed of how he told me to make his 'wish' cake.
Think to try it later *grin*

Monday, 1 December 2014

Dessert - Floating Island

The Paris Kitchen - By Rachel Khoo become my new favorite television program whenever I have my time (means whenever the TV was free from Josh).

A simple way to cook, and turn out delicious, somewhat I wish I can do it at home.

So yesterday, after 2 days consecutively fall into sleep all the time, I couldn't closed my eyes pass midnight. Open the TV and yes, the program is airing.

Prepare a pen and paper in hand *grin*.

As Today I can walk and do activity better, I plan to make the dessert - Floating Island.

Here the recipe.

As I didn't have fresh vanilli at the time, I'm using vanilli flavour.
No Icing sugar, so I blended the sugar, It kinda mess up the praline *hehehe*

Anyway, with less and mess here and there, here the result.

What most important?. Josh love it. He said the meringue taste like mashmellow wakakaka.

Balada Campak Jerman - Rubella

Tanggal 9 November, sesudah sekolah minggu, Josh terasa hangat badannya yang menurut papa nya itu karena kurang minum.
Nah benar saja feeling mama, malam hari muncul rash di muka Josh.
Ok, hangat ajah, enggak demam, rash di muka menjalar ke bagian atas badan, tidak ada sariawan dimanapun.
Josh masih heboh lari sana sini, makan minum tidur semua oke.
Hmmm rasa-rasanya koq campak yah.

Kyaaa, ketular dari mana?
Mama, yang namanya virus mah dari mana saja, dan pas kebetulan akhir minggu itu Josh mainnya heboh dan tidak tidur siang.

Sambil pantau, sambil gunain sypmtom checker, sangat positive ini mengarah ke campak jerman, aka rubella.
Tetap per 3 jam pantau suhu.
Tetap lihat kondisi aktivitas nya, kalo mulai rewel berarti mulai red sign ke dokter.

What to do next?
Makan, minum, istirahat yang cukup.
Booast imune dengan makan banyak buah -buahan.
Minum lemon+madu as usual.
Karantina di rumah, alias tidak sekolah selama 6hari sejak rash pertama muncul, karena proses nular antar anak kecil lebih mudah, misal bersin or batuk tidak tutup mulut, alpa cuci tangan. (Walaupun sebenarnya rash belum muncul juga virus itu sudah nemplok di badan dan bisa meninvensi kepada yang lain, tp biasanya siapa yang tahu, kalo badan tidak fit barulah timbul tanda-tandanya).

Sesudah 4 hari rash nya pulang hilang dari satu badan.
Tampaknya tidak ada yang berbeda dari hari biasanya Josh kecuali badan nya memerah saja.

Tanggal 28 November, jumat siang merasa kenapa ini badan pegal sekali, perkiraan pertama, karena hari kamis heboh berenangnya. Mumpung tidak ada Josh yang ikut, plus dapat kacamata renang baru dari papa yang kalo lihat air kolam masih jernih, jadilah brenang tanpa stop mengikuti si papa.
Jumat malam pas bangun, looo muka nya koq memerah, apakah demam? Pas tanya Josh, apakah ada merah-merah di badan mama. Kata Josh, Iya, mama kena virus strawberry kayak Josh.

Kyaaaaa, koq bisa, padahal dirumah Josh sudah sembuh 2mingguan lalu.
Dan menurut cerita pho-pho Josh, semua soal campak dan cacar air sudah pernah kena pas kecil, alias seharusnya sudah ada kekebalan. Tapi mengapa masih? Tanyakan pada mama yang tak pernah jalanin vaksinasi dewasa. *sigh*

Yang kubaca kalo terkena ke anak anak maka gejala yang dialami akan ringan sekali, tapi kalo ke orang dewasa, banyak keluhannya, dan tidak perlu diungkapkan juga betapa bahaya buat ibu hamil trisemester pertama.

Dan yupssss... 2 hari tergeletak di ruang tidur, semua tulang persendian sakit, kepala nyut-nyut, hanya paracetamol menjadi teman pengurang rasa sakit. Dan sesudah itu berlalu, itchy di bagian yang masih memerah.
Koq beda banget yah sama Josh, huaaaa.....
Alhasil habis ini aku ingetin si dede, kamu, go vaksin MMR.

Something to learn,
Kalo sudah lagi berhamburan penyakit di sekitar, immune tubuh adalah yang paling utama. Makan, minum, tidur, gaya hidup, dijaga dengan baik, tentulah tidak mudah goyah diserang oleh virus-virus.
Vaksinasi bukan hanya saat anak-anak, ada untuk dewasa, ditilik sesuai dengan apa yang diperlukan dan ambillah.

Tuesday, 25 November 2014

Medical Check Up - USG Mamae

Koq tiba tiba kepikir USG?

Sebenarnya sudah sejak tahun lalu (2013) ingin screening kesehatan secara menyeluruh. Terutama saat mama sudah selesai semua proses pengobatan medis nya (kemoterapi dan radiasi).

Kepikirannya adalah ambil paket medical check up dari rumah sakit, karena pasti harga nya jauh lebih bersahabat ketimbang lepas satu per satu. (Tentu sesuai dengan kebutuhan).

Tetapi karena saat William sakit, aku mulai melalukan cek detail fungsi hati dan juga USG abdomen, kemudian pengulangan pap smear, test darah, alhasil, ditahun ini aku tidak mengambil paket.

Namun ada yang dari dulu saya ingin lakukan yakni USG Mammae (Payudara).
Kenapa bukan Mammography? Erhmmm, lupa baca dimana, tapi untuk usia dibawah 35thn, USG cukup.

Jadi saat Josh diliburkan sekolah senin, langsung telepon rumah sakit, tanya dokter radiologi yang available, dan yah, tidak dengan tunggu antri lama sesuai jam janji yang diberikan, langsung dimulai proses pemeriksaan.

Hasil USG: BI-RADS 2.
Cyst on the right Breast (Ukurannya mendekati 1cm dan 0.3cm)

I'm not surprise actually.
Somehow aku memang ada berasa sedikit aneh, tetapi semua penampakan normal.
Waktu dulu menyusui Josh, memang right breast ada yang menyumbat, dan Dsa yang baik itu tetap menyarankan dan mensupport untuk menyusui langsung, dan benar suatu hari, my right breast langsung plong.
Kebayang kalo tidak semangat menyusui langsung...

Cyst sendiri bisa timbul atau hilang karena ada nya pengaruh hormonal dalam tubuh kita, yah bisa dibilang bagaimanapun keadaan yang keluarga kami hadapin sedikit jauh berpengaruh pada kesehatan.

Tidak dipungkiri, sampai saat inipun banyak hari dimana sulit untuk memejamkan mata.

Nah sekarang hubungan dengan tiba tiba konsumsi daun pepaya, ada zat didalam tulang daun pepaya yang bagus untuk melancarkan sumbatan dalam payudara.
Ok soal ini, link yang didapat mungkin ketika mencari banyak yang berasal dari publish pribadi. Tetapi dari membaca baca yang ada, enggak ada salahnya mengkonsumsi daun pepaya seminggu sekali ;) dalam kadar yang cukup.

Manfaat pepaya menurut deptan - http://epetani.deptan.go.id/budidaya/khasiat-buah-pepaya-7894
Tulisan Penelitian daun pepaya kaitan yang masih perlu diteliti lebih lanjut untuk pengobatan kanker - http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19961915

Saran buat teman-teman wanita yang membaca blog ini, lakukanlah screening kesehatan secara berkala.
Cari tahu informasi, terkadang ada yang promo paket medical check up, manfaatkanlah itu.

Friday, 21 November 2014

Iphone Daddy

If I saw Daddy's Iphone, I remember how this phone has accompany us.

In May 2013, where we visited Penang, while waiting for my mom check out from Hospital, Josh played with the phone in bed.
Arrived at the hotel, I realized the phone was missing and I remember the phone might left in the hospital bed.

I walked back to hospital, then asked for missing phone. But no result. The person who clean the bed found nothing.
What to do? I almost cry cause this phone belong to Calvin. I just borrowed it so we could keep chat while in other country.
The craziest idea ever, I told the hospital nurse that I will look into the stack of used bed cover in the laundry room.
at least my heart will feel at ease, I try to do something to erase the suspision.
It's all dirty, but I keep open it one by one.
I almost give up, suddenly something felt down to floor.
Kyaaaaaaa, I'm so happy, it was the phone.

The phone still with us and everytime I saw it, it's just remind how hard I find it back hahaha.

Cerita di Balik Daun Pepaya

Pahit!
Yeah, daun pepaya pahit, jaman kecil masih sempat cicipin pas makan pecel, namun saat ini daun pepaya dikeluarkan dari menu makan karena rasa pahitnya.

Tetapi lidah yang diciptakan bisa mencicipi berbagai rasa pasti bukan tanpa rencana.

Berbagai rasa, asin, asam, manis, pahit, berbagai jenis makanan yang bisa diolah dan dimakan, aku percaya ada guna nya bagi tubuh kita.

Ups, bukan karena sadar ini sih aku jadi mencoba daun pepaya lagi.
Hanya karna habis berkunjung ke dokter dan hasil bincang-bincang sang dokter menyarankan untuk konsumsi daun pepaya seminggu sekali lah.

Karna mendapat wejangan, saat ke toko buah dan melirik bagian sayur mayur, eeeehhh ada daun pepaya, sebungkusan 2ribu rupiah. Dalam hati, beli ajah, ngapain susah susah berpikir mau ajak Josh ke taman belakang metik daun pepaya ;p. Lagipula musim hujan pula.
Sudah macam ada waktunya, pagi-siang terik matahari sampai kulit mengosong (setidaknya jemur baju pasti kering). Mulai siang mendung dan hujan sepanjang waktu sampai sore bahkan malam.

Pulang rumah, langsung kukus buat gadoin makan sama sambal bawang.
Gigitan seuil lembaran pertama, alamakkkkkkk pahit nyaaaaa... itu tertinggal di lidah dan mulut.
Alhasil dari segepok daun, hanya selembar yang dihabiskan.
Bahkan my sista yang biasanya doyan sayur, hanya bisa makan tiga lembar.
Aku bilang ke Daddy, I think I choose "Pare Juice" ketimbang harus nelen daun pepaya.

Wait, something might wrong here.
Menurut my sista, waktu dia makan di warung bebek, rasa daunnya enggak sepahit ini.
Mulailah cari tahu, cara mengurangi pahit daun pepaya.
Banyak cara ternyata, tapi memang dasarnya pilih daun pepaya ku salah, terlalu tua, mestinya rajin ke pasar, cari yang muda.

Nah, sisa daun pepaya mau dibuang sayang, mau direbus, rasanya tak kuat makannya.
Tradaaaaa, ketemu solusinya, ingat tempura, yups, ada daun digoreng kan.
Jadi sebagai makan siang hari ini, kubuatlah tempura daun pepaya :). Dengan telur dan sambal, yummy....

Oiya, rasa tetap pahit, tp setidaknya better. Jangan tanya soal berkurang nutrisinya, pasti iyalah yah digoreng. Hal ini hanya ide untuk lidahku mampu mengakomodir pahitnya daun pepaya tua ini.

Kegunaan daun pepaya? Please google it.
Ciao.....

Saturday, 1 November 2014

Visiting Seminari Alkitab Asia Tenggara

Josh have a mid-semester Holiday from 13-15 October 2014. To fulfill my desire and curiosity, in a short time, I plan to visit Malang, and one of my purpose was visiting the Seminary.













Have made appointment with Risma on Monday, No other intention, as just want to know the environment, building, and surrounding.
Arrived bit late, Risma, also Kak Honey and Nana still gave a warm welcome to me and Josh.
Of course, as a stranger, I afraid that Josh might make "ruckus" in a very calm seminary area. *grin*
Before, I heard sharing from Pdt. Martin about the Seminary, that it's felt so quiet and you barely see student walk around since all of them seriously study.















At the moment, I got to met Lu Jia, who wrote a letter to my mom. I'm so thankful, when my mom read the letter, Mom could felt that she's not alone.
These days, we seem tried to avoid mentioning about our brother, as my mom still in a mourning and kept blaming and regretting. Therefore, a letter from other, could talk much to my mom heart.



The first walk into the Seminary, I'm impressed with the building, the word on the wall, etc and also the yellow flowers ^^.
Just look around and then headed to the nearest cafe and they shared a lot about my brother.
After eat time, they showed me each area inside the Seminary.

That how the visiting day end.


At Night, suddenly I start to felt a bit sad, something missing. I miss my brother and his presence when I saw his friends. Why I cancel our plan to visit him last March, he still be there at that time.
I share how I felt with Risma before slept. I think that the end of my visitation.

Just the night before I left Malang, Risma sent a message to me, and asked me whether I could join the Chapel in 9.40 morning. I read the message at 3am and decide to came again.
I told Josh that we will have a Chapel and please don't be noisy. Risma has prepared children book and drawing book for Josh, it's help a lot ^^.
Couldn't express how I gladly felt that I got to experience what my brother has been through in the Seminary.
What really touch to my emotion, was when I got a chance to have one hour counseling. I got to reflect about my self on the session too.
I left Malang with a new healing heart and nothing I could say, than Give Thanks to God.

Some of picture Taken.
Taken from Dining Room Upstair
on the front of Library - avoid to take a look inside, afraid might make a lot of noise


Another Word Art


My favorite spot I guess - Listening to water Flow.
At the Lobby.

Pos Bumi Ayu. Thanks for your care and warm welcome ^^