Moments and Memories

Moments and Memories

Thursday, 9 March 2017

Nasi Kuning dan Idealisme seorang Mama

Dalam 1 tahun, biasanya ada satu kali kesempatan untuk konsumsi anak. Kali ini jatuh tanggal 9 Maret. Satu hari sebelumnya, badan rasanya sangat lemah, hingga melewatkan jadwal les Josh, karena rasa ingin berbaring terus menerus.

Sempat berpikir untuk memesan makanan saja, tetapi apa dan ke siapa?
Malam menjelang, terpikir antara membuat puding dan nasi kuning.
Pilihan jatuh pada nasi kuning, karena tidak ingin menambah konsumsi gula pada anak.

Nasi kuning? Membuatnya pun aku tak pernah. Malam, aku ajak papa belanja ke supermarket Aeon. Walo sudah jam 8.30 malam, papa tetap menemaniku.

Malamnya, aku tulis bahan apa saja yang kuperlukan dan kuserahkan kepada papa agar esok pagi-pagi dapat membantuku belanja di pasar. Karena badan yang belum pulih, sulit bagiku untuk bangun.

Jam 8 pagi semenjak terbangun, aku mulai mempersiapkan semuanya.
Nasi kuning dengan lauk ayam goreng, telur dadar, tempe orek dan tumis sayur buncis wortel.
untuk sekitar 30an anak dan 20an dewasa. Semua bumbu dibuat sendiri.

Senang semua bisa selesai jam 3 sore, namun rasanya lelah sekali.

Walau demikian, saat diperjalanan, Josh bilang wangi harum sekali masakan mama. Wah rasanya tidak ada hal yang lebih senang daripada ucapan Josh.

Ternyata Josh juga senang bahwa mama bisa memasak makanannya, dan dia menambah makanannya. Hal itu membuat mama senang sekali.

Sayang sekali, mama lupa mengabadikan betapa hebohnya semua persiapan, dan juga hasilnya.
Namun mama merasa ingin menuliskan perasaan hari ini.

Setiap kelelahan, selalu membuat mama tidak ingin mengulang kembali kegiatan yang ada, tapi ketika Josh senang dan mama merasakan bisa memberikan makanan terbaik yang bisa mama masak, maka semua kelelahan itu hilang, dan rasanya mama akan menantang diri lagi di masa akan datang. :)

Monday, 6 March 2017

Chit chat with Josh 6 Maret 2017

Ma: Josh tahu tidak besok hari ulang tahun pernikahan mama papa?
Josh: aku dapat apa ma?
Ma: Lo koq kamu yang dapat apa? Mestinya mama papa donk yg minta dari kamu.
Josh: Aku tidak ada. Aku tidak bisa beli.
Ma: Memang hadiah harus beli?
Josh: hmmm enggak.
Ma: Jadi kamu mau kasih hadiah apa?
Josh: Ohh Taat. Iya taat itu hadiah paling oke loo ma...
Ma: Benar yah. Kalo besok kamu tidak taat bagaimana?
Josh: Boleh dimarahin.
Ma: Hahaha..thanks Josh. Mama tunggu yah besok untuk taat. Kalo mama ingatkan kamu ngk boleh ngambek yah.

6.5thn Josh. (Padahal yah kemarin ini dia berpikir beli hadiah dengan uang angpaonya, mungkin dia sudah lupa dia ada simpanan :p)

Monday, 13 February 2017

Josh dan Baptisan Anak


Post yang tertunda namun salah satu yang terpenting dalam moment hidup Josh - Baptisan Anak.

Sesungguhnya Baptisan anak bisa dimulai dari sejak usia bayi, dimana menjadi tanda membawa anak kedalam keluarga kerajaan Allah.
Tetapi waktu itu, saya menunda hingga 2 tahun agar Josh bisa merasakan moment baptisan ini. Kenyataannya hal ini tertunda lebih banyak tahun karena banyak hal yang terjadi.

Tahun 2015 lalu tepat bulan desember, kami sudah menyiapkan diri kami dan juga Josh, membacakan buku renungan mengenai arti baptisan. Namun sehari menjelang baptisan, Josh sakit, ruam keluar di badannya seperti cacar air. Kami mengingat penularan yg bisa terjadi anak lain yang juga ada di sekitar, sehinga kami terpaksa membatalkan.

Tahun 2016, bulan December tanggal 14, menjadi Hari dimana Josh menerima Baptisan Anak. Dilakukan oleh Gembala Sidang Gereja, disaksikan oleh jemaat. Hari itu orang tua calvin dan sepupu Josh - Adison juga turut hadir menyaksikan Baptisan Josh.
Baptisan menjadi Tanda bagi Josh, ia masuk didalam keluarga Kerajaan Allah.

Setiap kali dimanapun Josh mendengar baptisan, dia mengingat bahwa dia pernah dibaptis. Satu kali mama mendengar di TV channel 21, mengenai tanya jawab, ternyata ada pertanyaan dan bahasan singkat mengenai baptisan. Josh langsung datang ke mama, Ma, aku sudah disucikan pada waktu aku dibaptis, itu kata Pendeta.

Berdoa kiranya Josh boleh hidup suci seturut Firman Tuhan.

Friday, 10 February 2017

Josh - One night Live in

6 Years old, getting into primary one, mark a new chapter in Josh's journey.
Especially after group outing done in last december, it's build his self determination.

It's the first time, he asked us to let him stay over a friend house. Somehow we doubt whether he could act nicely, didn't get into any fight and didn't trouble the family.
Then we give a try, just spending the night and we pick him up tomorrow morning.
He prove us wrong. Josh learn to socialize and live with other family.

Last week, he asked us again to let him stay over again. I know how he want to sleep with a same age sibling.
But nowdays, relatives live far away, and not many same age cousins.
I came to reliaze how rich my childhood social relation, since I have so many cousins on the same generation.
So here Josh have a night party with his friend.
Enjoy it Josh :)

P.s. we have a christian families group. So we knew the parents well that make us decide to let Josh stay over.

Sunday, 5 February 2017

Gong xi, Angpao and 6 years old Josh

Happy Chinese New Year. Gong xi Gong xi.
Honestly, I'm not really prepared for the chinese new year. All my mind was focus on decorating the mini garden in my mom house. Yes, I did finished it, and the next day I got cramping leg.

What different this year was Josh reaction to HongPao.
Just year ago, he will give to me, more he didn't care about angpao.
But this year, before the day, Josh told me that he want to buy a toy from his angpao. He also choose his own angpao.

The time is come now, when I need to teach him a simple money management.
How much he can spend, how much he shall save.
I told him that you can spend 10percent or maximum 300thousand IDR.

Yesterday, we went to Toys kingdom. We check out the Lego that he want. I compared with the internet and asked him to wait whether we can have it on cheaper price.
After Lego, he still have a money left, and can buy one more toys.
He keep starring at Meca Blade, there's a video showing how it's play. Very interesting and captivating, and he told us many times that he want this meca blade.
I refused it. Actually i feel bad, I supposed to let him decide. But this toys need a friend to play with. If you have no partner, then I believe he will only play it for 2 days and forget it.

Last time, a similar toy brought by Daddy for Josh, hoping that he will play with his cousin, but that never happen, the toys neglected.
So Daddy have a disccussion with Josh.
Daddy felt bad, and decided to buy 2 meca blade.
But  when Dad want to buy it, suddenly I came with other robot toys - shooting using a marble, so Josh can play individually.
When Josh saw the one that I offer him, He change his mind.
I still wait whether he still want a meca blade or this shooting robot.
Josh just gladly choose the shooting robot.

I didn't know what changing daddy, till he want to buy two meca blade. So on the way back home, daddy told me the story.
Josh told daddy " I really want this meca blade. I will buy one. I will keep it until next year. Then using next year angpao, I will buy another one for you daddy, so we can  play together."
My heart ache, I told daddy, why don't you buy it, why you didn't tell me before.
Daddy said, let Josh learn that you not always got everything you want.
It's still hard and always hard when I think I can give it, but I need to hold my self and let the learning process take place.

Hope you will understand Josh.
We love you. *Hugs and Kisses*


Monday, 16 January 2017

Happy New Year 2017

Kyaaa, it's been a while I haven't post anything.

A new year, a new start again. Hopefully I can catch up soon.

Many things happen in a year, but in all thing God is in control.
Let's welcoming the year.

Tuesday, 15 November 2016

14 November - Senja dan Malam bersama Josh dan Papa

Dengan kehadiran Pho-pho dirumah, mama lebih leluasa untuk mengerjakan tugas mama.

Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore, hujan masih saja tidak kunjung reda. Dalam perjalanan setir pulang kerumah, matahari terlihat menunjukkan kecerahannya.
Mana pelangi, mata menulusuri langit, sambil berhati hati menyetir dan wah, terlihat pelangi membujur dari timur ke barat. Mengingat kembali akan janji penyertaan Tuhan.

Josh, sini, ayo, mama mau kasih lihat pelangi.
Dengan payung yg menaungi, berjalan keluar rumah, mencari tempat yang tepat untuk melihat pelangi.

Malam pukul 7, papa pulang dan langsung bersemangat memberitahu bahwa hari ini supermoon. Jarak bulan terdekat dari bumi. Papa mencari cari bulan, sayangnya tertutup awan, walau demikian, terangnya bulan terlihat menembus awan-awan.
Wah, rasanya sayang cuaca tidak mendukung.

Namun ketika waktu doa malam telah selesai, Papa dan Josh pun sudah beranjak tidur, mama teringat untuk mencoba melihat kembali sang rembulan.
Dan yah, terlihat cerah dan lebih besar dibanding biasanya.

Pa, Josh, bangun dulu, Yuks kita lihat bulannya.
Bersama kita menikmati sejenak malam diluar rumah, dan menjadi pengantar sebelum tidur malam kami.

Terima kasih Tuhan.
Ditengah gejolak perbedaan yang tengah berlangsung dinegara tercinta ini, sesungguhnya kita diberi anugerah kesempatan yang sama untuk menikmati keindahan ciptaan, seharusnyalah kita terus belajar mengasihi ciptaan Tuhan - manusia/sesama kita - yang dicipta menurut rupa dan gambar sang Khalik.