Moments and Memories

Moments and Memories

Monday, 24 September 2018

Siapa manusia? - Mengingat akan Mazmur 103:15-18.

Di hari yang sama ada berita pernikahan, ada berita kesukacitaan ulang tahun, namun ada berita dukacita yang kehilangan anak bayi yang lahir prematur, ada berita anak yang menderita sakit yang sulit disembuhkan.

Perasaan hati seperti roller coaster. Turut berbahagia, larut juga dalam kesedihan.
Saat demikian, pikiran menerawang "siapakah manusia"?

Mazmur 103:15-18 (TB)  Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;
apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.
Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,
bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

Yah ada pengharapan akan Tuhan yang selalu mengasihi orang yang berpegang pada perjanjianNya dan melakukan titahNya. Be still my soul.

Saturday, 15 September 2018

Choco Lava - First attempt

Love the cake and heard that it's pretty easily made.

While helping Josh learn his exam subject, I decide to make it.

Search lot of recipe in internet, mixed one another. I came out with this recipe:

4oz unsalted butter
2oz (56gr) dark choco
2oz (56gr) semi sweet choco (if eat with ice cream can be all dark choco)
1/2 cup all purpose Flour
1/2 cup powdered sugar
2 eggs
2 eggs yolk
1/8 tsp salt

Mixed butter and choco, melt it in oven.
Take out. Mixed with sugar, flour and salt until it blend well.
Whisk the egg and mixed it until well.

Note that the ramekin shall be grease well.
Pour the batter and bake it 218C
For how long? Till the side bake well but the middle still soft. Hmm could be around 10-12minutes.

Take out, and let it cool.
If you grease well then it will turn out nicely.
So my first attempt fail on the greasing part. Some oke some not oke.

But it's taste like I want. According to josh, it's taste like the one we ordered in club.
Next, I want to used all dark choco, since I like to eat with vanilla ice cream.

Oh and I need to learn on taking a good picture. This shall be choco lava and I forgot to cut the cake showing the lava...

Wednesday, 5 September 2018

Father Talk - 4 Sept 2018 - DR. Steven J. Lawson

Semenjak mendengar Beliau berbicara di acara Refo 500, kami senantiasa terpukau oleh semangatnya. Ketika mendengar bahwa Beliau akan menjadi pembicara di Father Talk, wahhhh, gayung langsung bersambut, Calvin yang biasanya harus didorong untuk menghadiri acara seminar, langsung membook kalendernya.

Acara dimulai dari pukul 6 hingga 9 malam. Terkesan oleh banyaknya Para Bapak yang hadir. Sebenarnya aku hadir supaya ada sisa catatan, karena Calvin tipe yang mendengar saja. At Least dari catatan yang ada bisa menjadi topik diskusi kami dirumah.

Oke tidak berpanjang lebar, dibawah ini adalah ringkasan dari apa yang kudengar. Bercampur Indonesia Inggris hahaha.

=====================================================================

"Apa yang menjadi nilai utama yang ingin diturunkan kepada anak-anak kita?"
Yang ingin diturunkan oleh ayah-ayah yang saleh kepada anak mereka?

Bagian Efesus 1-3 - Doktrin
Bagian Efesus 4-6 - Tugas menghidupi Doktrin yang benar.
The most important thing about parenting - your personal walk with the Lord.
The greatest thing you can do for your children is to love God with all your heart more anyone in this world.
The second thing, in the end of chapter 5- your relationship with your wife - to love your wife as Christ love the church.
Sebelum membahas dari kitab Efesus 6:1-6. Pak Steven menjelaskan bahwa Paulus menunjuk relasi dengan Tuhan, kemudian relasi dengan istri baru relasi dengan anak.
Modelling love before their very eyes.

Core Value Point 1. Obedience. (Efesus 6:1)
Nilai pertama dalam ayat pertama yaitu mengenai ketaatan. To conquer the will of the child.
Cerita tentang Duke of Windsor yang berkunjung ke US  dan mengeluarkan pernyataan - how parent obey their children.
Ketika orang tua bicara, anak anak harus diam mendengarkan. Tuntut hal itu sejak muda.
Apa yang didengar dari orangtua haruslah dipraktekkan dalam hidup anak anak.
Harus ada nilai yang sama antara ayah dan ibu, berbicara dalam satu suara.
Paulus mengutip dari Kesepuluh Perintah Allah didalam Efesus 6.
Apa yang Pak Steven lakukan dirumah adalah, Beliau memasang kesepuluh perintah Allah didalam rumah sehingga bisa dibaca oleh seluruh anggota keluarga - menjadi pusat bagi keluarga mereka.
Anak anak harus menghormati dan mentaati orang tuanya. Hal inilah yang akan memberikan jalan setapak sampai suatu hari anak-anak akan tunduk kedalam supremasi Kristus.
Humbly obedience in our relationship back up with discipline, painful consequence in Obedience.

Bagian dari Obedience:
1. Immidiate Obedience. Obey at the first time. No need for your mother to asked children to do twice or reaches certain volume. Always reinforcing Obedience.
Stating the standard and state it again and again. Will not asked for 2nd time. I will not talk twice. Will not raise my voice.
2. Full Obedience. Half obedience is disobedience.
Bersihkan separuh kamar tidak sama dengan bersihkan seluruh kamar.
Ketaatan harus muncul dari hati.
Harus ada satu kerendahan hati datang dari ketaatkan kepada orangtua.
Sikap lebih penting daripada kelakuannya.
Perhatikan hati karena darisana muncul kehidupan.

Bagaimana mengajarkan sikap hati:
- Define it - rules in family - and shall be clearly understood.
- Require it - to be applied in your family and need discipline.
- Reinforce it - positively - praising the child and sometime giving a reward. Painful discipline when there is disobedience.
- Model it. Father shall be living in the word of God. Father who has not showing obedience has little impact for obedience in their child.
Teladan yang bisa dilakukan ayahnya. Contohnya: kejujuran - bagaimana menuntut kejujuran kalo papanya berbohong didepan anaknya, rajin beribadah - bagaimana menuntut anak rajin kegereja kalo ayahnya malas pada hari minggu. Kemunafikan menumpulkan setiap ketaatan.
- Explain it. Alasan untuk melakukan hal itu. Terkadang ada anak yang bertanya alasan sampai sepanjang essay sehingga itu hanyalah taktik anak untuk menunda melakukan hal itu.
Namun ada hal dimana memang harus dijelaskan misalkan coba jelaskan mengapa tidak boleh sendiri didalam kolam renang dewasa, or menyebrang sendirian - agar anak bisa langsung melakukan ketaatan penuh pada saat dibicarakan pertama kali.


Sebelum menutup sesi pertama, Pak Steven mengeluarkan pernyataan - bahwa ada Anak anak ada yang secara natural lebih taat, tetapi ada juga anak anak yang bisa test terus. Disambut dengan tawa semua hadirin - yang kebanyakan anaknya menge-test orang tuanya terus yah.

Core Value Point 2. Respect. (Efesus 6:2-3)
Lakukan dalam sikap hormat
Apa arti dari kata hormat. Berasal dari kata Yunani yang memiliki arti - Memuji dengan setinggi tingginya. Menempatkan sesuatu atau seseorang pada tempat yang paling tinggi.
Inilah ide dibelakang kata hormat.
Paulus adalah guru yang sangat baik, dimulai dari taat kemudian hormat.
Ada Hormat dibalik dari Taat.
Paulus mengutip sepuluh perintah Allah. Ini ingin menunjukkan bahwa hal ini bukan sesuatu konsep yang baru didalam perjanjian baru. Inilah yang dituntut Allah semenjak mulanya dari setiap keluarga.
Kesinambungan dari perjanjian lama kedalam perjanjian baru.
Hormat membutuhkan penekanan kedua belah pihak orangtua.
The ten commandment:
Govern your relationship to God
Govern your relationship to you and others
Betapa pentingnya perintah ini. Mengikat didalam perjanjian baru.

Ketika mentaati orangtuamu akan membawa kebaikan bagi jiwamu.
Ketika melawan orangtuamu maka akan membawa konsekuensi yang menyakitkan

Stability in you child life - emotionally and mentally stable if they have a strong parents who request Obedience.

When you teach your child about honor and respect, you shall look at:
What your child say
How your child say
What your child act
Suara, raut muka, postur tubuh, cara kelakuan mereka.
Apakah sudah terdidik dalam diri anak untuk menunjukkan rasa hormat? 
Mengajarkan kebudayaan kepada anak - bagian menghormati orangtua. Sikap hormat dengan cara mempresentasikan diri mereka - contohnya sapaan kepada yang lebih tua, bagaimana berpakaian yang rapi dsb. Tentunya bukan jatuh kedalam legalistik.

(Bagian ini menarik, saya pribadi merasakan bagaimana hal ini mesti diajarkan sedari kecil. Apa yang dari hati akan timbul ke permukaan. Jadi jika ada hati yang menghormati, akan timbul didalam perbuatan yang bisa dirasakan oleh orang lain.)

Core Value Point 3 . Discipline (Efesus 6:4)
Harus ada disiplin didalam rumah. Supaya apa yang dikatakan oleh ayah sifatnya bukan pilihan tetapi keharusan.
Ada keseimbangan antara disiplin dengan kasih.
Ketidakseimbangan didalam kasih akan menimbulkan rasa tidak suka, demotivated to obey.
Ketika kita memberikan disiplin juga harus memperhatikan temperamen anak.
Temperamen anak itu unik diciptakan Allah.
Sama seperti ayah harus hidup dengan pemahaman kepada istri, maka kita juga harus hidup dengan pengertian kepada anak.

Apa yang harus dilakukan oleh Ayah bersama dengan Anak:
1. Spent time with them.
2. Play with them - depend on the age. Menyenangkan walo harus strict.
3. Praise them - to encourage support. What a joy to be their father. Puji mereka untuk setiap kebaikan.
4. Encourage them. Seperti isi tangki bensin. A father's encouragement is like a wind a sail the boat.
5. Read bible story, Quote bible, Asked Sunday School. Bentuk pelayanan ayah kepada anak. Berbicara point point dari kotbah.

Akan Susah bagi anak-anak untuk tidak suka pada anda ketika orangtua selalu bersama sama dengan mereka dan berdoa bagi mereka.
The power of father praying out loud for the child.

Ayat 4 - Bring them up in discipline of the Lord.
Please note that child not bring them up. But must be brought up, must be trained.
Bentuknya  adalah "Saat ini" dan kata kerja "Aktif".
Daily and continuing raising their children. Take initiative and be active. Apostolic command that must be obey by every father. 

Proverb 22:6 Start children off on the way they should go,
    and even when they are old they will not turn from it.

Proverb general observation in life but there exception.
For example Good parent but have a child rebellious.
Didik - Disiplin - Melatih - Menagajarkan dan membimbing mereka mengenai Tuhan.
Tidak bisa menyerahkan kepada gereja dan sekolah.
Seringkali sekolah hanya bisa bekerja dengan apa yang sudah diberikan kepada mereka.
Ayah dan Ibu haruslah lebih dahulu mendidik mereka kepada Tuhan.

Under discipline - instruction and painful consequence. Better to learn that from 5 years old at your home. Than to learn it at 30 years later out home with more painful consequence.

Type of Discipline:
- Verbal rebuke.
- Menahan satu hak.
- Penghukuman - kerja menggantikan sesuatu.
- Isolation (tapi ingat ada tipe anak yang ketika dikurung dikamar senangnya luar biasa seperti di disney jadi harus ada Additiomal duties given.)
- Pukulan yang baik itu akan meninggalkan kesan yang lama.

Pain shall be more than the pleasure of the sin.

Proverbs 13:24 Whoever spares the rod hates their children, but the one who loves their children is careful to discipline them.

Proverbs 19:18  Discipline your children, for in that there is hope; do not be a willing party to their death

Mendisiplin anak ketika masih ada pengharapan. Jangan mengharapkan kematiannya.
Dengan kata lain, ketika tidak dimulai dari awal maka anda sedang membuat jalan bagi kematiannya.

The idea is to bring the child under control. Self control of a child. Beliau memberikan contoh bagaimana kuda itu dilatih pertama kalinya supaya bisa dalam kontrol.
Dan semua adalah proses. To reinforcing that. Tetapi ketika anak-anak masuk ke dalam dunia, mereka sudah dalam kontrol.

Core Value Point 4 . To Pass on Truth (Efesus 6:4)
In the instruction of the Lord.
Memasukkan kedalam pemikiran anak-anak.
Kolose 1:9
Ini bukan muncul dari pemikiran anda sendiri. Tetapi dari pewahyuan ilahi yang adalah kitab suci.
Many teachable moment on daily life - a golden teaching opportunity.
Rumah harus menjadi universitas kehidupan. Dan ayah harus menjadi administator utama. Ibu juga harus menjadi professor dan anak anak menjadi mahasiswa.
Ada pengajaran kitab suci baik pagi maupun malam. Ketika anak anak bangun maupun tidur, ada renungan. Start and End the day with God. Harus ada moment formal memberikan instruksi kepada anak.
Kadang bentuknya bisa percakapan dalam meja makan.
Kadang bisa juga katekisasi mengingat jawaban.
Menghafalkan ayat.
Dan waktu waktu informal ketika menjalani kehidupan. Seperti ketika membawa mereka kedalam rumah orang lain untuk bermain - maka ketika pulang ada kesempatan untuk mengajarkan perbedaan ekspektasi antara satu keluarga dengan keluarga lainnya.

Penutup:
Father know the word of God.
Reading bible, reading book to understand of bible. Sitting under the church who teach a bible.
Your children need father who fire for the Lord.
Expository dari mimbar, maka kesanalah ayah harus membawa anak anakmu.
Harus ketempat dimana ayah dan istri mendapat makanan Firman bukan ketempat dimana anak senang.

How to be this kind of father?
Efesus 5:18 (TB)  Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Pengaruh dominan dari Roh Kudus, maka buah roh akan dihasilkan.
God will enable you to do it as you are filled with Holy Spirit. Filled with scripture, Walking with the Lord, Born again and always repentance.
Only God can nurture and grow your children and require much prayer.

Sesi Tanya Jawab:
Dr Steven menceritakan bagaimana dia akhirnya memulihkan hubungan dengan ayahnya.
Beliau selalu menekankan bahwa Ia mempunyai ayah yang terbaik didunia.
Ceritanya, dia pernah merasa ayahnya terlalu keras (meskipun itu hanyalah kesalahpengertian dia semata), jadi dia memilih universitas yang paling jauh dari rumah.
Kemudian ketika dia akan pergi kuliah, ayahnya, ibunya, brother dan sisternya mengantarkan dia menggunakan volkwagon merah dengan perjalanan 3 hari. Sesampai di Universitas didaerah texas, yang berisi 30ribu orang, dimana dia tidak mengenal seorangpun, dan ketika mobil keluarganya pulang dan hilang dibalik horizon, dia mulai merasakan "Apa yang telah saya lakukan". Masa itu membuat dia dewasa dan bertumbuh.
Beliau menceritakan bagaimana dia ingat ayahnya selalu membacakan Firman Tuhan untuk dia, dan selalu setiap kali pulang gereja menanyakan point yang didengar dari Sekolah Minggu. Hal ini yang membuat Dr Steven sewaktu berkesempatan, pernah kembali ke masa rumahnya dulu (walau sekarang sudah dihuni oleh orang lain) dan mengingat masa-masa lalunya bersama ayahnya.

Dr Steven juga bercerita bagaimana raising daughternya. Kalau dengan anak lelaki, dia lakukan sport. Tapi tidak demikian dengan anak perempuannya, dia harus mulai datang ke recital balet, menemani dia memberi art and craft, dsb. Melakukan hal yang disenangi oleh anak perempuannya. Dan hari ini anak perempuannya yang bersama dengan dia melakukan ministry ini. Beliau bercerita bagaimana suatu hari di mobil dia berkata kepada anak perempuannya untuk bertobat dan hari itu dia juga berkotbah. Sewaktu perjalanan -pulang, anak perempuannya bersama istrinya pulang lebih terlambat. Dimana malam hari itu juga ternyata anak perempuannya bertobat dan Beliau mengajak seluruh anggota keluarganya untuk mendengarkan kesaksian anaknya.

Dari cerita beliau didalam sesi tanya jawab (yang memang menanyakan akan hidup beliau), terlihat bagaimana Dr Steven menghidupi apa yang dia kotbahkan dan melihat hasil dari pelayanan didalam keluarganya sendiri.

Suatu seminar yang baik dan bisa memperlengkapi setiap orang tua yang hadir. Soli Deo Gloria.

Tuesday, 4 September 2018

4 September 2018

Setiap tanggal 4 September, entah bagaimana rangkaian kenangan tentangnya seakan terulang kembali. Jam demi jam sampai waktu berpisah selamanya. 

4 tahun berlalu, ada perpisahan dengan Ibu Ani, salah seorang yang terus mengencourage keluarga kami selama WT sakit. I believe both of you in heaven now.

Walau demikian, setiap tahun juga selalu ada kenangan baru yang menghiasi kesedihan itu. Heboh dengan Asian Games, datangnya teman sekampusmu di hari ultahnya hingga adanya Seminar Dr Steven J. Lawson hari ini tentang ayah yang meninggalkan warisan bagi anaknya, membuatku bisa melalui hari demi hari dengan lebih bersemangat. And all because God's Grace.

You will still be my best brother. I'm waiting to meet you again.

Permintaannya untuk boleh dirawat dirumah. Saat itu ruangan depan menjadi tempat dia dirawat. Ada teman yang rela jauh datang dari jakarta tiba malam hari untuk mendoakannya.
What a blessing for us.

Tuesday, 28 August 2018

Still remembering you

Today, I remember how 4years ago, we celebrate your birthday when you unconsious of your surrounding.

I tried to find our family picture where we celebrate your birthday, but I couldn't found any.
I guess we barely having a big birthday celebration, only say a word and get you a birthday gift.
While we always tried to having a birthday party for lil sisters and mom.

Today, we have a guest - your friend while in SAAT Malang- Lujia and his wife. They came from china this week. We talk a lot about china condition and we shall pray for christian in China.
If you are here, probably we will celebrate your birthday with your lil family and Josh have a cousin. Or may be you start to serve in remote area.
I like to imagine if you are still here with us.
How life is so short and everything can change in a blink of eyes. Already four years.

Wednesday, 22 August 2018

Masih seputar Asian Games - 22 Agustus 2018

Hari libur ini ingin ajak Pho-pho nonton dan merasakan serunya asian games di jakarta.
Rencananya nonton wushu dan artistic gymnastic.

Sayangnya ticket box baru bisa memberikan tiket hampir jam 9.30 padahal pertandingan mulai jam 9. Sigh... 
Baru tahu kemudian melalui penjelasan ticket box bahwa memang ticket tidak bisa di print.
Ini yang membuat kami tidak bisa menonton artistic gymnastic. Walaupun akhirnya panitia tetap berusaha menjual ticketnya - entah bagaimana caranya. Salut ada usaha yah karena ini level bukan nasional kan, dan ada penonton luar yang datang. Kalo memang habis yah tak apa - kalo masalah sistem yah sedih.

Wushu hari ini tidak ada tim Indonesia yang masuk.
Pho-pho senang berpose dengan cucunya.
Tempelan sticket maskot dimana mana
Nah, sebenarnya aku tak jadi temani mereka nonton wushu. Berawal dari hype nonton semifinal, ingin juga rasanya nonton final. Jadi pagi ini, aku sampaikan ke Calvin, aku mau deh coba antri. Ternyata datang jam 8 pagi sudah antri panjang. Dijual di Loket 2, antri mulai dari sebelum loket 6 dan jaraknya bisa 500meteran Wakakaka. Baru kali ini nih ikut antrian super sadis. 
Baru 30menit antri. Sudah membentuk ular.
Jam 9 dengar info tiket sudah habis. Namun semua masih menunggu. Alhasil aku tunggu biar kabar tidak ada simpang siur. Jam 10ketika sudah ada pernyataan, maka aku ucapkan salam pisah sama tetangga saling tunggu depan belakang. Pakai salaman segala hahaha. 
A nice experience just for once and no more.
Langsung naik gojek menuju jiexpo.
Ternyata di jiexpo tidak seramai gbk. Namun tetap di hias yah. Jadi menarik.
Nah malam ini nonton finalnya dirumah saja.
Sambil makan hahaha. Tetap senang yah Josh dan Papa
Sangking tegangnya nonton sudah pakai berdiri. Harus punya layar lebar yah baru seru 
Ganda kedua, sudah pada tepar.. Siap tidur karena ngk tahan deg deg an terus.
Hanya mama yang terus nonton sampai selesai pengalungan medali. Josh dan Papa give up sudah.
Anyway, melalui peristiwa nonton pertandingan ini berkali Josh bilang harus terus usaha, tidak menyerah, mental harus kuat. Pastinya diingatkan untuk strive for the best.

Date with Josh - Asian Games GBK - 21 Augustus2018

Berawal dari adanya rapat KKR, mama ajak Josh ke Jakarta.
Sembari menunggu waktu, mama kepikir untuk mampir terlebih dahulu ke GBK sepulang sekolah.

Masih ada sesal mengapa tidak ajak Josh nonton opening ceremony. Namun mama memang sudah janji sama Josh untuk nonton pertandingan yang ada.

Dalam perjalanan diinfokan bahwa rapat batal. Wah berarti bisa nonton sampai malam nih.

Hmm yang pasti hari ini pertandingan yang seru adalah Badminton - Partai semifinal men team.
Josh sudah minta berkali kali untuk nonton badminton. Papa Calvin yang tahu bahwa match antara Indonesia vs Japan langsung meminta untuk dibelikan tiketnya.

Oke semoga dapat yah.
Sesampai di GBK langsung di drop oleh grab di dekat pintu 3,4,5 depan hotel atlet century, ada tiket box disana.
Tanpa antrian panjang, dalam waktu 10menit, 3tiket badminton sudah ditangan, yeay, horeeeee....

Nah baru jam 3. Hmm sambil menunggu pertandingan apa yah yang menarik.
Ingin lihat Hockey tapi panas kali yah. Mau waterpolo biar adem lihat air.
Sayangnya hari ini final women, jadinya harga tiket untuk 3 pertandingan dibrandol 300rb. Waduh, belum tentu bisa kelihat satu pertandingan nih. Yah sudahlah kulewatkan yang ini, tunggu pertandingan men team.
Untungnya petugas loket baik loo, mau cariin info ada pertandingan apa lagi, nah berlabuh di basket 3on3. (yang 5on5 habissss soalnya)

Naik shuttle ke area pertandingan dan waktu menunggunya tidak selama yang dipikirkan.
Sesampai di tempat pertandingan, wah seru juga. Dalam waktu 1.5jam dapat nonton 4 pertandingan.

Match pertama, Women - Vietnam vs Malaysia. Ketinggalan hingga 1-8. Tapi mental, semangat berjuang, membuat skor menjadi 12-12 hingga waktu sisa 20detik. At the end Malaysia menang disisa waktu itu. Wah menarik sekali melihat bagaimana satu tim tidak menyerah sementara tim lain sempat terlena.

Pertandingan lain yang menarik adalah Men - China vs Vietnam. Setiap bola di tangan China selalu dieksekusi dengan baik. Nilai demi nilai bertambah, dalam eaktu 5menit pertandingan selesai karena China sudah dapat 22 point.

Selain itu melihat juga bagaimana pemain Srilanka berkali melalukan foul yang lucu, memeluk pinggang lawan? Hehehe.. Mending kekasihnya yah, ini kan bukan.... Tapi walau demikian ada juga eksekusi satu bola yang indah dari si pemain ini.

Di sela pertandingan, boleh dihibur oleh JKT48. Baru kali ini juga lihat girl group Indonesia nyanyi.

Ada lagi Women - Qatar vs China. Ada satu pemain bertubuh paling rendah diantara semuanya, dalam satu gebrakan pertama langsung 2point shot, wow. Sayang Qatar menyerah 3-22terhadap China. Gebrakan pertama itu tidak sanggup menandingi tim China.

Waktu sudah menunjukkan jam 5 lewat. Hurry we must go to Istora - Badminton venue.
Sampai disana sudah ramai semua.. Dan pertandingan sudah langsung mulai. Papa Calvin belum tiba.
Dari rangking pemain yang kami baca, hanya satu partai - yakni Kevin-Gideon yang peringkatnya diatas pemain JP. Sedangkan lainnya peringkatnya dibawah.

Partai pertama, harus dimainkan 3set dan sayangnya dimenangkan oleh JP. Wah mental pemainnya JP memang patut diacungin jempol. Seluruh Istora bersorak untuk tim Indonesia. Sempat ketinggal 7-15 namun bisa mengejar bahkan memenangkan set tersebut. Salutttt.....

Partai kedua sangat menarik sekali. Baru kali ini lihat didepan mata permainan Kevin-Gideon. Mantab. Itu toh level pemain kelas satu dunia. Keren abiz.
Dalam dua set dimenangkan. Ahhh pengen lihat lagi permainannya. 3point menjelang terakhir, dapat melihat gaya-gayaan permainan mereka.

Partai ketiga, Jonatan peringkat 15dunia lawan Nishimoto peringkat 10dunia. Deg deg deg... Bisa tidak yah menang.. Namun dalam dua set semua dihabisi oleh Jonatan. Memang Nishimoto sempat mengeluh cedera di set 2 namun masih terus memberikan perlawanan menarik.

2-1 sudah ditangan Indonesia.
Double terakhir, apakah mampu membawa Indonesia ke Final?
Peringat 7 dunia - JP lawan peringkat 9 - Indonesia. Score terus beradu. Baik lapangan 1 maupun 2 tempat china dan china taipei bertanding.
Entah mengapa scorenya hampir hampir sama, saling kejar mengejar. Namun di set kedua, sekali melaju..terus sampai akhir dan Horeeeeee Indonesia masuk final. The first time in 16years?

Ahhhhh.... Jadi ingin nonton finalnya besok! Saatnya berburu tiket esok paginya.

Shuttle bus didalam sudah tak ada jadi kami jalan kaki ke menpora dimana mob calvin diparkir. Menyenangkan juga berjalan malam hari di Jakarta. Sudah lama sekali tak kami lakukan.
Bersyukur untuk Asian Games, GBK bisa dipoles menjadi lebih cantik dan menarik.
Bersyukur punya Bp Presiden yang memperhatikan pembaharuan infrastrukur di Indonesia (JKW 2 periode!)

Jalan malam malam
Foto iseng pas sepi
Basket 3on3. Viet yang mulai menyusul
Samping area shuttle bus
Foto dulu yah Josh. Senang banget mukanya
Horeeee yang sudah dapat tiket
Masih saja ada booth yang belum tutup. Jam 10malam.
Atmosfer berbeda ketika nonton live. Karena Josh butuh melihat lebih tinggi, jadi ada baiknya juga milih tempat yang tinggi.
Break time dihibur jkt48