Moments and Memories

Moments and Memories

Thursday, 13 December 2018

Monthly checkup - 17weeks

Seperti biasa, selalu deg deg an masuk ruangan dokter.

Bukannya kenapa, ketika semua rasa mual hilang dan badan terasa segar, namun tendangan bayi belum terasa, maka yang jadi pertanyaan, benar kah my little one really there.
Mungkin ini sindrom jarak kehamilan yang terlalu jauh.

Hari ini dokter sama kayak aku, batuk juga. So tak usah salaman saling menebar virus lah yah.

Karena cuaca mendung, biasanya pasien dokter pada di rumah juga.
Kedapatan periksa sampai detail banget.

Dimulai dari kepala, diukur sana sini. Calvin yg deg deg an kalo dokter komentar sendiri koq belum kelihatan yah. Ketika ketemu calvin lega.
Josh yg ikutan seperti salah tingkah lihat jari tangan dan kakinya. Dia hisap jari.
Posisi lil one juga sungsang, ikutan duduk memang lebih enak sih. Mirip yah sama aku, mau yg nyaman saja. Alhasil dikasih lihat kakinya saja. Lucu yah usg sekarang kelihat jari jari kakinya. Bisa dihitung pula.
Hmm bukan usg 4d sih. Tp sudah jelas.
Sayang yah Josh, lil one masih belum mau kasih tahu he or she.

Calvin juga bilang dulu sama Josh juga demikian sampai entah menjelang akhir baru tahu. Kali ini sih mau he or she, tentu senang sekali.

Bersyukur si baby sehat. Berat badannya diukur komputer 167gr. Setiap bulan sekali lipat bertambah beratnya.

Can't wait to feel the kick.

Monday, 10 December 2018

Our family dine out - Food calm your nerves

This afternoon, Josh showing his moody sad face after nap time. Hmm....

Meanwhile, Daddy asked me where to eat?

I just got some picture on my wapps, showing delicous steak located at south Jakarta.

Unfortunately, we were not that crazy today.
So I just search where I can grab a good steak near us.

Josh keep whine, saying he is hungry.
Daddy told him to munch chocolate bread, but he refused it.

Arggg... It comes to my nerves and make me want to cancel our dine out.
I got a headache this morning after nightmare dream. Make me stay at home a day.
But I need to feed my stomach with some protein.

Finally we choose the Breeze as our destination. Almost a year ago we been there. And I really enjoyed the night walk.

Find a steakhouse - OsakaMoo.
After 200gr of meat, my son started to smile and talk a lot of stories. Ooooo....

One thing that I note, when Josh choose a menu, somehow he always choose the cheapest one out of all price. When comes to dessert, think it is worth to eat or not. If mommy can make then no need to try. Hmmmm.....

While we choose what it worth the price. Not merely the cheap one. Then Daddy start to told him which cut suitable for him, which one he could enjoyed the best.
Josh also generous to share his food, he look like daddy a lot.

After main course, we looking around - a teather, bowling center which giving a good ambience.  Later he asked to grab a drink. Lucky sista gave me a maxx card where I can have any drink. 

Wah Josh, have a great smile during the time and he asked to take a lot of his picture. Sound so different before and after dine.

Talk about food, Daddy told me that someone have done a study about food effect especially related to the Court. When you go to court, it will be better if you got after lunch time. Eating food sooth your brain nerve and make you more rational. It's impact the judge's decision.

Is it true? Hmm yes for tonight experience with Josh.

Monday, 3 December 2018

Snowman 40th years - Family Concert ASJ

Buku the Snowman pertama kali di terbitkan tahun 1978 di UK. Dijadikan film animasi tahun 1982.

Memperingati 40thn The snowman, di uk sendiri dibuat collection coin nya.
Lantas di Indonesia pun ternyata ada Family Concert dengan tema the Snowman.

Rasanya tak boleh dilewati, ditujukan untuk keluarga, bisa dinikmati oleh anak anak.

Concert kali ini, akan ada layar penanyangan film the snowman, sementara musik nya dimainkan live orchestra.
Wah membutuhkan ketepatan dan keakuratan pemain musik.
Semua dieksekusi dengan baik. Suara solois nya pun sangat pas menyanyikan satu satunya lagu berlyric di sepanjang film the snowman.
Bravo untuk sang conductor!

Menunggu untuk konser berikutnya!

Ooo beberapa foto kenangan untuk Josh yang mengikuti acara kali ini.

Saat melihat Pdt. Stephen Tong, anakpun heboh. Pak Tong dengan ramah membolehkan anak anak berfoto dengan beliau. 

Untuk concert yg ramai peminat, ada baiknya lekas membeli. At least bisa duduk bareng teman-teman. Lihat muka Ruth, ada face painting mengawali concert, a nice service.

Ruth, Josh, Dante. Teman padus dan teman makan.

Sebelum konser mulai. Mukanya koq kayal ngantuk Josh.

Sebelum mulai.

Kehebohan Josh melihat Pak Tong.

Here three of us.

Service lainnya, ada photo booth. Josh dengan beberapa anak lainnya. Lucunya Josh bergandeng tangan dengan Dante.

Friday, 30 November 2018

Chit Chat with Josh - End of Nov'18

Do little celebration untuk lewatnya PAS - penilaian akhir semester, kami jalan ke mall malam harinya. (khas orang ibukota kah? Hmmmm)

Anyway, dan amazingly di rabu malam, mall dekat rumah yang biasanya sepi itu di hari biasa terlihat ramai hampir seperti weekend.
Berpikir, apa memang bertepatan dengan promo gopay yang terlihat funtastis dengan syarat dibintangin kecil - ada nominal maksimum nya. Atau benar yah efek selesai PAS orangtua melepas stress secara di rabu malam entah kenapa banyak sekali orang tua dengan anak anak kecil yang biasanya sudah di nina bobokan.

Pho-pho hari ini menemani kami. Erhmm ada baju yang ingin kubeli buat Josh. Antara Papa dan Josh semua memilih kotak hijau besar gelap. Mama dan semua teman yang iseng kukirim fotonya memilih baju yang masih terpajang ternasuk Pho-pho.
Begitulah Mama, entah kenapa berakhir dengan pilihan Mama dan ditambah satu model lain pilihan Papa tapi pun warna pilihan Mama :p. Maap.
One of the reason kenapa aku dorong Papa untuk selalu dating and spent time berdua saja sama Josh. Biar belajar ambil keputusan sendiri. Papa lebih relax membiarkan anaknya mencoba segala sesuatu selama masih aman.

Ok ok, sudah nulis sepanjang ini, mana pula chit chat nya?

Chit chat nya the next day malam. Kami masih membahas soal beli membeli barang. Mama baru kali ini ingin banget ada tv di kamar yang bisa connect wifi juga.
At least kalo siang hari bisa baringan di kamar sembari nonton ketimbang memegang HP.
Semua masih pertimbangan karena dari dulu memang inginnya tidak ada tv di kamar tidur. Tapi kan sekarang justru yang lebih berbahaya jika ada gadget di kamar tidur. Hmmm....

Entah kenapa tiba tiba  di mobil Josh bilang.
Josh: Ma kalo nanti aku tahun depan dapat Angpao, aku akan belikan Mama TV.
Ma: wow. Tp tv nya harganya mahal loo.
Josh: Aku gabung sama sisa angpao tahun ini. Oiya Ma, tapi aku itung dulu yah, mau perpuluhan dulu.

Wah Josh.... Mama kaget beneran, pengalaman memberikan perpuluhan itu masih teringat yah.

Ma: Kalo dede nanti ingin beli mainan, kamu gimana?
Josh: Aku bingung ma, nanti kuhitung lagi cukup yg mana.

Huaaaa... Langsung mama peluk... So sweet of you Josh. Tahun lalu kamu masih mau pilih untuk dirimu sendiri, tahun ini kamu sudah perhatikan orangtua mu. Walaupun hanya lewat kata, ah senangnya tahu hal itu melintas dipikiranmu.

Selain ini, ada lagi hal lainnya..
Tahun lalu dec, kami membuat sudut natal kecil. Dan masing masing memberikan hadiah surprise untuk satu sama lainnya.
Nah, Josh berpikir untuk mengulang kembali kebiasaan itu. Dia merasa senang bisa mencari dan memberi untuk kesenangan didalam keluarga.
Let mama think what we shall do for this year yah. Share the love to others may be. But still thinking in what form.

Monday, 26 November 2018

Sun shower - Insufficient of Vitamin D

Hasil test darah keluar.
Dan salah satu hasilnya adalah Insufficient of vitamin D.

What??? Unexpected result untuk bagian itu.
Rasanya setengah tahun ini aku sudah menambahkan multivitamin dalam keseharian, termasuk juga mengatur makanan.

Hmmm... Apakah mungkin efek selama dua bulan ini diriku yang sudah seperti kelelawar jarang keluar saat pagi maupun siang hari? Kalo tidak terpaksa untuk pergi jemput Josh dan antar Josh ke tmpt les, aku akan berada didalam rumah.

Setelah kucari tahu, yang paling efektif memang meet with the "sun" dan jam yang paling tepat adalah di atas jam 10 siang dan sampai jam 3 sore. Yakni dimana bayanganku lebih pendek dari tubuhku.

Dimulailah kegiatan Sun Shower ku.
Hmmm andai ini di pantai, sayangnya di halaman rumah.
Sayang juga menyiram tanaman, karena waktu demikian air cepat menguap, jadi seperti membuang air.
Anyway, semoga terus bertahan...

Oh... Jangan heran kalo setelah berbulan tak bertemu aku akan lebih "tan" lagi after meeting the sun. Xixixixi

Wednesday, 21 November 2018

Children Concert 23 September 2018

Kali pertama Josh ikut dalam Children Concert bersama teman-temannya.
Jika dilihat dari awal bagaimana Josh sempat enggan ikut paduan suara, maka akan surprise ketika tahu sekarang ini Josh tiap minggu nya selalu ingatkan Papa Mama untuk selalu bisa hadir latihan.
Suara Josh yang Mama tahu belum terasah, butuh waktu, belum lagi pengorbanan Guru (ls. Jene) untuk terus mengingatkan. Namun semangat Josh akan membawa dia belajar untuk memberikan yang terbaik dalam pelayanan kepada Tuhan melalui puji-pujian.

Terus berjuang yah Josh!

Foto lucu dengan guru.

Saat pelayanan di kebaktian, mama sedang tugas di ruang slide. Jd nya foto dari layar saja yah hehehe.

Hari concert.

Papa yang awalnya pikir cukup Mama saja yang hadir tersentuh oleh semangat Josh. Jadi Papa juga mau semangatin Josh.

With friends, teman berbagi cerita dan yang pasti teman makan.

 Setengah jam sebelum mulai. Semua full. Anak sekolah Kristen Calvin nonton bersama. Kapan sekolah Josh nonton konser? Hehehe

Nah konser sudah selesai. Hello Josh.
 Josh yang tadinya sudah selesai nyanyi, langsung ganti baju dan ikut masuk ruangan bersama group temannya ikut menikmati juga.

Akhir konser ditutup makan bersama, kapan lagi. Xixixi.

Josh dan Dante. Teman dari baby sekolah minggu.

Saat konser berlangsung. Hadirin dilarang untuk merekam ataupun mengambil gambar. Foto ini kuperoleh dari fb. Aula Simfonia Jakarta.

Saat Konser. Courtesy:  fb. Aula Simfonia.

Behind the scene. Gaya serius

Behind the scene gaya sesukanya.

Thursday, 15 November 2018

Jujur katakan Salah

Dalam berkomunikasi dengan anak, banyak hal yang membuat saya mempertimbangkan kosakata yang akan digunakan.
Istilah memperhalus kata, memoles kata sedemikian agar anak itu mengerti dan yang paling utama selalu mengusahakan agar anak tidak merasa jatuh dengan ucapan yang ada.

Contoh pertama, Ketika anak umur 5 tahun yang memukul temannya, kita tidak langsung katakan dia nakal karena ini memberikan label nakal kepada diri anak itu.
Selebihnya kita katakan, perbuatan dia salah dan harus sayang kepada teman karena dia ciptaan Tuhan.
Namun perbuatan itu terus terulang dan sebagai orang dewasa juga terus mengulang untuk menyanyangi teman disertai dengan doa berharap anak ini berubah karena dia masih kecil.

Contoh kedua, ketika anak 10thn diinjak oleh kakak 11thn memasuki usia pra remaja dan dilihat oleh guru. Dinasehati oleh guru dengan kata "jangan bermain kasar".
Kemudian hari, anak usia 10thn ini menginjak adik usia 9thn berulang dua kali dan menganggap ini hanya "main kasar". Padahal keduanya tidak sedang ada interaksi bermain dan tiba saja anak usia 10thn ini datang menginjak. Yang kemudian orang tua pun menyetujui anak itu hanya main kasar saja.

Hal ini sungguh membuat saya bertanya-tanya. Apa batasan dalam memperhalus kata-kata?

"Main kasar"
Apa itu konsep bermain di pikiran anak- anak? Bermain itu adalah melakukan hal yang menyenangkan hati. Jika kedua belah pihak merasakan senang barulah itu bermain.

Apa arti kasar dalam benak anak? - lawan kata lembut,halus, yah kalo tidak halus yah kasar.

Lalu kata "main kasar" diterjemahkan sebagai masih bermain hanya tidak lembut.

Lantas jika perbuatan menginjak disamakan dengan "main kasar", tidaklah heran anak yang mengalami atau melakukan perbuatan itu cenderung mengulang kembali kepada orang lain. Karena dibenaknya, saya main koq, hanya tidak lembut, hanya kasar.

Bagaimana jika kelakukan menginjak ini dibawa sampai dewasa, akankah sekeliling mengatakan dia hanya "main kasar"?

Pilihan kata yang tidak tepat dapat menyesatkan.

Katakanlah bahwa "perbuatan anak itu salah" dan "anak itu menyakiti temannya".
Berikanlah pengertian yang dia lakukan adalah perbuatan dosa.
Siapa yang empunya manusia, Tuhan yang ciptakan. Tuhan mau kita mengasihi sesama bukan menyakiti sesama kita.
Apakah penjelasan demikian juga akan mengubah anak? Tidak juga. Tapi kita sudah katakan yang sejujurnya atas perbuatan yang anak lalukan. Bukan memperhalus hingga menyesatkan pengertian anak.

Saya tentunya masih terus belajar, oh kiranya Tuhan memberi hikmat dalam menjadi orangtua.